Jurnal novel komik petualangan agen -005 Surosena : Perang antara Galaksi Bimasakti vs Batara kalanaga

Tb Arief Z-flamming art

cover Surosena dan Macan Ali . By Tb Arief Z

PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA METAMORFOSIS.

JILID EPISODE : PERANG ANTARA GALAKSI BIMA SAKTI VS NAGAKALA

By Tb Arief Z-flamming art

  • Meninggalkan pos bumi

Di Galaksi Nagakala, Galaksi kasat mata berbentuk Spiral, merah, bak nagakala melingkar.

Batara Kala, Batara racun, hama, asal Suralaya muncul kembali menghimpun kekuatan dari Galaksi Nagakala. Dengan segenap siluman jahat, jin, bahkan Iblis dan Syaithon.

Sejak lama ia telah menyebar wabah hama bencana dan kejahatan, termasuk dengan kemunculan berbagai hama pengusik hinggap di bumi.

Pandawa dan Kresna saja di jaman dulu telah di kalahkannya. Bumi kembali bergunjang-ganjing, juga akibat ulah jaringan manusia pengkhianat durjana.

Dan Batara Kala seperti musuh lama yang muncul menjelma brahala raksasa durjana kembali.

Apalagi di jaman kini, siapa lagi ksatria penjaga bumi?

Di rumahnya, Syarif Urip sedang melakukan pencatatan jurnal dan bermain di jejaring sosial facebook atau twitter,yfrog, google, flickr, deviantart, myspace, linkedin  di sebagian rutinitasnya kini.

Internet adalah seperti hasil keajaiban teknologi yang dapat kembali mempertemukan dengan mulanya teman baru,kemudian menemukan teman lama, dan kedatangan kenalan.

Karena jejaring sosial, maka bertemu juga dengan bermacam-macam orang.

Yang kadang juga, biasanya dari subscription atau like page, di temukan nampak juga  ada yang kenalan Gubernur korup di DKI kemarin.

Juga kontroversi bertemu kelompok kapital panitia antek korupsi  penjegal ekonomi  yang menyia-nyiakan waktu, ongkos, biaya tarif masuk ke Ancol yang kini mahal, dari tahun kemarin Rp 13.500 baru setahun sudah naik lagi Rp 15.000, ketika Syarif Arifin di lomba lukis kemarin 2012 di JAA, Ancol. Itulah di antara kontroversi masa Gubernur Foke dan jaringan busuknya.

Mana ketika melihat di Juaranya juga nampak orang peranakan Arab, seperti biasa di tiap lomba lukis, dengan termasuk bagian dari panitianya, bahkan hingga mempercepat waktunya dari biasanya dari tahun kemarin, yang di duga pula termasuk bagian manipulatif jaringan orang-orang FPI. Tapi, kalo ke Raja Saudi, di bolehkan walau hanya mendapat uang dari memajaki hasil minyak bumi di Saudi.

Maka karena melihat situasi ikhtiarnya sudah di sia-siakan, tiada tangga-tangga lain di temukannya, melainkan kesia-siaan. Ia pun sejak itu membebaskan dirinya di antara melalui kesia-siaan waktu juga.

Dengan kejujuran kodrat manusiawinya, di khianati, maka mata balas mata, tangan balas tangan. Nabi Saw., juga bersabda,”Jihad utama pernyataan keadilan pada penguasa zholim.”

Mungkin sudah pengaruh darah genetiknya dari Pandawa, jika bertemu di rasa orang bersifat durjana jahat Kurawa, maka menjauhinya.

Justru dari penemuan realitas kemarin-kemarin, Surosena mendapatkan hikmat, manusia itu bukan pecundang, tapi di buat pecundang, untuk mensabotase semangat juangnya.

Tapi jika berjuang pun sekedar di benturkan ke kesia-siaan, maka sekalian saja berbuat menyia-nyiakan waktu daripada ikhtiar.

Di asimetriskan maka asimetris pula. Toh konsistensi agama juga asimetris dengan kenyataan ketidakadilan.

Pemenang pun bukan berarti pemenang di balik kolusi panitia berkorupsi atau melakukan penipuan, nampak bukan yang satu lebih unggul dari lainnya, semua manusia juga makhluk khilaf dengan keberadaan orang-orang dholim, jahat di sekitarnya.

Syarif Arifin di tengah kegiatannya, mendapati cahaya silau berkedip beberapa kali, dari jendela ruangannya di lantai 2 atas.

Setelah mengunci pintu, dari terasnya dengan kostum-ruhnya pun berubah menjelma metamorfosis.

Kemudian melesat terbang ke planet satelit Jupiter.

  • Posmo-Bharatayudha

Babakan ini bagaikan lanjutan kisah Mahabharata. Tapi di jaman Posmo-Bharatayudha.

Mbah Naga Antaboga, menceritakan soal Batara Kala, yang telah berpasukan Nagakala.

Termasuk Nagakala yang pernah memagut Parikesit.

Sebagai tanda, di antara Naga pun terdapat beragam kubu dan sifat Naga siluman.

Hingga seperti Keris pun, jika bertemu kadang bisa beradu. Atau memilih siapa pemiliknya yang cocok.

Pernah Syarif Arifin, waktu sempat di suatu hari di majlis ta’lim, sempat dengar Ustad menerjemahkan dari kitab tafsir, bahwa dulunya pernah terdapat jin turun ke bumi, kemudian menikah bahkan berketurunan di suatu beberapa titik wilayah di bumi.

Dan di antaranya menyebar di sekitar bumi. Termasuk dengan Iblis dan syaithon, bahkan juga hingga lalu-lalang di sekitar galaksi.

Tapi, ada batas di tingkat langit galaksi, di mana terdapat seperti batu-batu bintang yang berlesatan melempari syaithon bahkan Iblis pun tidak berani melewatinya.

Dan tempat manusia, bahkan masih bersama jin, syaithon, iblis masih di ruang galaksi-galaksi di bawahnya, selama masa hidupnya yang di sebut di alam fananya.

Di mana cuma Malaikat di antara Makhluk ALLOH yang bisa leluasa ke mana saja, hingga ke Sidrotul Muntaha.

Dan di antara manusia, cuma khusus Nabi Muhammad SAW., yang pernah hingga menembus tiba di Sidratul Muntaha. Melalui peristiwa Isro‘ Mi’roj.

Yang juga melalui bantuan Malaikat Jibril, atas perintah dari ALLOH SWT.

Mungkin karena asal pengaruh dari kisah Isro Mi’roj ini, juga berkembang menjadi penelitian sains, hingga ke proyek misi penjelajahan angkasa.

Bahkan ada cerita, astronot yang mendarat pertama di bulan, Neil Armstrong juga mengaku sempat mendengar bunyi adzan di sana.

Dan menurut terjemah QS Ath-Thur, Para Malaikat juga melaksanakan sholat di masjid Baitul Makmur, yang mungkin terletak tinggi di tingkat galaksi.

Kemudian juga lalu-lalang hingga juga sempat mampir ke bumi.

Fenomena ini juga menandakan sifat Malaikat yang tidak sombong, padahal bumi adalah termasuk tempat yang bahkan ALLOH SWT., enggan memandangnya.

Di mana yang di jadikan indah di pandangan mata manusia, cuma perempuan, harta, pemandangan indah di bumi.

Kemudian Guru pelita itu redup, anak Singa yang dulu kebingungan, telah menjelma menjadi Raja rimba, dengan bermodal pelita seadanya.

Ada yang menyebut anehnya di aliran Syi’ah  membuat isi ayat Qur’an sejumlah 10.000 ayat.

Jikalau di pendapat Ulama Sunah, hadits-haditsnya aliran Syi’ah juga di antaranya terdapat mutawatir sumber riwayatnya (tingkat meragukan sumber keaslian riwayatnya). Juga termasuk yang tercantum di Al-Kitab Qur’annya aliran Syi’ah hingga berjumlah 10.000 ayat.

Dan sempat pula orang Syi’ah mendebat balik, bahwa Qur’an aliran sunah seperti yang di cetak Depag RI, juga mirip tanda Dajjal, di sebut ayatnya berjumlah 6666 ayat, di mana menurut orang Syi’ah angka 6 termasuk tanda Dajjal.

Tapi pula pertanyaannya, dari sumber hadits riwayat shohih/ hasan mana, ada ucapan Nabi SAW., menyebut angka 6 itu termasuk tanda Dajjal.

Padahal di hadits, Nabi SAW., yang di ketahui menyebut tanda Dajjal itu,” bertanda Kaaf, Lam, Ya di bagian dahinya.”

Dengan unsur magnet bumi, di perkirakan juga menjadi seperti warp/ perisai bumi untuk menghindari bertabrakan dengan planet-planet lainnya yang mungkin juga ada unsur magnetnya, hingga bisa bertolak kutub.

Mungkin demikian dugaan Surosena.

Dan perkiraannya untuk mencoba menggunakan tenaga dalamnya membuat perputaran bumi makin mendekat ke matahari, untuk hindari musim hujan yang berkepanjangan dengan angin-angin kencang melintas, membuat awan-awan menguap ke atas.

Tapi juga dengan pertimbangan dapat menghindari resiko bertabrakan dengan planet-planet sekitar yang juga sama berputar mengelilingi matahari sebagai sumber daya energi di galaksi tata surya atau Bima sakti.

Insya ALLOH.

Atau, apa bumi ini sekalian saja di jadikan kapal Angkasapura raksasa? Tapi, siapa setuju menjalin kekompakan dengan ide ini.

Lagipula apa besar kecil resikonya. Belum lagi di bumi ini juga terdapat oknum manusia-manusia pengusik jahat. Yang juga pengacau rasa keadilan dan ketenteraman di dunia.

Di dalam bumi yang hanya 1 planet di antara sekian banyak planet di galaksi, masalah sudah kompleks.

Apalagi ketika di hadapkan dengan ancaman Batara Kalanaga dari galaksi Nagakala. Di mana di antara siluman-silumannya, termasuk siluman Nagakala telah mondar-mandir pula menyusup ke bumi. Tapi oknum manusia juga berulah merusak rasa keadilan dan ketenteraman alam bumi.

Padahal di  Qur’an surat-ayat Ali Imron : 18, yang biasa di baca tiap sholat Subuh di masjid terdapat makna ayat,” ALLOH dan Para Malaikat Mengawasi Keadilan di langit dan bumi.”

Membuat Ksatria Surosena jadi terpengaruh di antara 1/2 hati juga berwelas asih di bumi ini.

Di musim hujan berkepanjangan dan berangin kencang, Surosena jadi teringat surat Kahfi dan Az-Zariyat.

Al-Kahfi mengenai cerita pemuda yang menunggu melalui masa pemerintahan di negaranya yang durjana, dan surat Az-Zariyat yang di duganya, terdapat ayat dho’a berhubungan keridhoan ALLOH SWT., mengendalikan angin.

Misal ketika Nabi SAW., dan kelompoknya sedang di kepung pasukan Ahzab, kemudian Nabi SAW., juga berdho’a minta bantuan ALLOH SWT.

Kemudian angin kencang pun tiba-tiba datang berpindah ke area kelompok musuh. Insya ALLOH, Syahidalloh man aamana BillaHi Wal Malaaikati wa ulul ilmi qooimamm bil qisth.  Dan apa kiranya dho’anya?

Dan Nabi SAW., yang dapat tahu kapan dekat hari mangkatnya, juga memberi wasiat terakhir pada umat Islam,” kutitipkan 2 pusaka yang dapat membuatmu tidak tersesat selama-lamanya, yakni Qur’an dan As-Sunnah.”

Di surah Az-Zariyat berarti Angin Yang Menerbangkan.

Surah Az-Zariyat (Arab: الذاريات ,”Angin Yang Menerbangkan”) adalah surah ke-51 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat. Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s