Dari Manikmaya-Angling Dharma ke novel komik ksatria asmaraman mintaraga Surosena metamorfosis/ agen 005 Surosena-liga kemerdekaan

Tubagus Arief Z-art

sketsa pensil logo satria surosena, by Tb Arief Z (2006)

Tubagus Arief Z-art

Manik Maya-Angling Dharma (2001), by Tb Arief Z. Bibit awal proses novel komik ksatria Surosena metamorfosis/ agen 005-Surosena liga kemerdekaan. Nampak di gambar juga terselip tulisan Bradja Nirwana, karena dari bahasa purba, maka bisa berarti surgawi utopia juga.

 

Strip kartun wayang-Manik Maya, (2001), by Tubagus Arief Z. Buat di masukan ke cerita petualangan agen Surosena: Babad tanah Jawi (Manikmaya-Angling Dharma).

Sketsa konsep komik Manikmaya-Angling Dharma/ Babad Tanah Jawi ini juga bibit pertama dari ke konsep novel komik petualangan ksatria Surosena metamorfosis. Setelah mengetahui cerita Joyobhoyo, ksatria piningit.

Nampak di gambar juga terselip tulisan Bradja Nirwana, karena dari bahasa purba, maka bisa berarti surgawi utopia juga.

Ceritanya juga ksatria Surosena metamorfosis/ agen 005 Surosena liga kemerdekaan titisan dari Raden Arjuna asmaraman mintaraga di jaman modern/ kontemporer.

Ceritanya ksatria Surosena metamorfosis juga dapat menjelajah paralel waktu di jaman modern atau ke purba, melalui bantuan alien naga, yang juga Mbahnya, Begawan Naga Antaboga.

Nampak figur wayang Raden Asmaraman-Mintaraga/ Arjuna masih dengan senyumnya memegang pusaka panah pasopati yang juga berupa alat pena/alat gambar.

Saya tempatkan figur Arjuna, karena waktu menggambarnya sebagai lajang, atau pemuda urusan beratnya ke mencari jodoh di samping buat melepas masa lajang, atau mungkin jika telah berumahtangga nantinya menemui persoalan2 di urusan berumahtangga. Mungkin kesimpulannya di urusan asmara, berumahtangga adalah persoalan utama di realitas keseharian.

Bahkan dari cerita purba Jawa, semuanya masalah hingga berakibat perang, ekspedisi militer, sumber masalahnya dari asmara.

Atau seperti adanya cerita purba Sam Pek Eng Tay di Cina.

Tapi, ada di tulisannya Syekh Ibnu Kholdun, ulama muda dari Mesir di masa Sultan Mamluk abad 13m., mengatakan pada Sultan, menggunakan pena dapat lebih tajam ( pena ucapannya di simbolkan, soal risalah fiqih/ UU, pembuatan hukum dalam menolong kemasyarakatan, seni budaya, musyawarah dalam menangani masalah kekholifahan) ketimbang condong menggunakan pedang yang tajam, jika berlebihan justru menandai masa ‘uzur (dekat kemusnahan) kerajaan.

Maksud Syekh Ibnu Kholdun sebagai wewenang justru sebaiknya di pergunakan condong ke kebaikan.

Tapi di haknya Raja yang juga Raja dzuriyah, juga punya hak wewenangnya sayidina Ali, sebagai panglima Dul Fakhar, bukan berarti tidak menggunakan pedang sama-sekali kecuali pada urusan2 yang darurat perlu di gunakan, misal ketika pada perang mempertahankan tanah air, atau menghukum penjahat kelas berat. Sesuai berlaku adil.

Cerita wayang Manik maya ada juga di sebut mitosnya Jawa. Maka saya buat versi kartun.

Cerita wayang Manikmaya di sebut berasal dari tulisan Empu Tanto Panggelaran, Empu Majapahit di abad 13 m.

Tapi cerita Manik maya juga di jadikan Babad Surakarta.

Ceritanya mengenai asal-usul keluarga raja2 Jawa berasal dari Nabi Syits ‘as., (putera ke-3 Nabi Adam as), ke Batara Guru dan Batara Ismaya yang pindah ke Jawa.

Yang percaya dengan Babad wayang ini, percayanya orang Jawa sudah ada sejak lama dan masih turunan dekat dengan Nabi Syits, putera ke-3 Nabi Adam.

Ada terjemah bahwa Batara Guru/Hyang Manik Maya ini saudara tersulung, bahkan sebenarnya kakaknya Batara Ismaya/Semar. Tapi walau Batara Guru berupa lebih muda, juga kerap di gambarkan bersosok cukup rupawan tapi angker/ sangar, dan bertaring, juga bertangan empat.

Tapi karena cerita pertarungan Ismaya dengan Togog, keduanya kemudian bertaruh siapa yg paling mampu menelan gunung. Ismaya sampai ke perutnya, Togog hanya sampai ke tenggorokan, maka Ismaya jadi berupa tua rambutnya memutih lantaran memakan gunung dg kawahnya, Togog hanya di mulutnya jadi lebar.

Ceritanya Batara Guru (hyang Manik maya)  berketurunan Raden Manumayasa. Kemudian dari R.Manumayasa ini juga bercucu buyut Pandawa.

Di 2001, sepulang dari Surabaya tiba kembali di Jakarta, saya sempat berjalan hingga ke Balai Pustaka, Senen. Di sana sempat juga membaca buku cerita dari tulisannya Purn. Jenderal AU, menuliskan sejarah asal-usul wayang, hingga ke wayang Mahabharata hingga di perpustakaan membaca buku Angling Dharma dan Manik Maya.

Sedari membaca bukunya purn Jenderal AU tsb., terinspirasi juga, karena dari seorang purn. Jenderal AU saja sempat melakukan penulisan mengenai sejarah budaya Jawa, dan pribadi juga dari civitas akademi seni.

Tubagus Arief Z-art

Manik Maya-ksatria piningit Surosena metamorfosis (sketsa priode awal-2001), by Tb Arief Z

Dan ada ingatan dari pelajaran Estetika, Seni adalah esensi (saripati/ juga mengambil saripati keindahan). Atau dari pelajaran seni rupa barat, realisme adalah pengenalan kenyataan dimulai dari pengenalan obyek2, menurut pelukis Gustave Courbet. Kemudian realisme juga ada pendapat2 di sekitar dan kemudian, mulai dari upaya mewujudkan utopia (mimpi keindahan realita), hingga ke realisme sosial, interaksi dengan realitas, penggalian realitas hingga mendapatkan kebenaran (sublimasi/penyulingan), kesimpulan subyektif di realita yang plural.

Atau teringat dosen dan kritikus seni, dari UI, Tommy F.Awuy pernah memberikan selembaran materi berjudul (kemawasan dari ) realisme keseolahan. Dan materi ini di berikan persis menjelang awal Presiden SBY terpilih dan masuk ke KIB I.

Atau membaca dari buku Georg Lukacs, realisme sosialis yang hidupnya di masa Presiden diktator, Stalin dengan Stalinismenya yang juga membuat manipulatif2 realitas di permukaan, termasuk dengan keseolahan menempatkan di realisme sosial yang sedang tren waktu itu di rakyat untuk mendapatkan jalur upaya perbaikan buat rakyat. Atau ibarat tikus juga melintas di karung beras lumbung warga. Atau kini di sebutnya politik pencitraan.

Ternyata menemukan ada perbedaan antara versi peninggalan cerita purba Jawa antara Angling Dharma dan Manik Maya. Tapi ada menemukan ada bagian indikasi kebenaran ada yang tidak.

Ada pemberitahuan dari (alm) orang pandai Jawa memberitahu jika dari versi Manik Maya tidak benar. Kemudian membaca ada terjemahnya dari R. Ronggowarsito, yang berasal dari Surakarta (dan ia juga ningrat Nasrani di Surakarta).

Atau jika pernah ada yang mendengar lirik lagunya Iwan Fals di 1980-an,,,terdengar syair Ronggowarsito,,,  di mana di album itu nampak lirik2 Iwan Fals yang juga bernada kritik sosial di masa orba.

Tapi beberapa tahun di 2004 baru mendapatkan buku Babad tanah Jawi, berisi kumpulan cerita purba Angling Dharma.

Entah kenapa sejak dari Surabaya, sempat melintasi Mojokerto, jadinya seperti ada sempat tertarik menelusuri sejarah purba Jawa. Termasuk dari telusur cerita2 purba.

Karena pernah juga mendengar jika belum semua artefak2 purba di temukan. Tapi salah satu jejak purba sejarah yang bisa di jangkau ialah melalui cerita2 purbanya.

Di mana memang ada hubungannya dengan waktu di Surabaya menyempatkan membuat sketsa2 komik. Tapi membuat komik juga perlu mempersiapkan skenario cerita yang bagus.

Dan pernah membaca ucapannya (alm)guru gambar anak2, Pak Tino Sidin, menjadi pelukis/melukis juga seumpamanya seperti berbarengan menjadi novelis.

Dan juga sempat membaca  mengenai biografinya Don Lawrence, master ilustrator komik Trigan, Storm, ia juga tadinya sempat kuliah di jurusan seni lukis, kemudian jadi ilustrator komik. Maka di karya komiknya nampak gaya seni lukis realisme-Oldschoolnya.

Tapi sejarah juga masih misteri, sedangkan manusia kini juga posisinya masih orang awam, apalagi ke tinjauan sejarah masa lalu.  Atau sebagai ilustrator juga awam.

Tb Arief Z-art

Manik maya ksatria piningit Surosena metamorfosis penakluk dajjal(sketsa periode awal), by Tb Arief Z

Dan estetika seni juga berinti/hikmat saripati keindahan. Dan pernah membaca, seni juga upaya penciptaan karya ke artistik (tata artistik), melalui sketsa, literatur, pengamatan realisme, atau di desain dengan tahapan merencana, perancangan.

Di samping seni sebagai khatarsis (sifatnya personal, atau ada bagian pemuasan dari personalnya, menjadi terdapat self-employ proyek personalnya di berkarya seni) dari tulisannya Aristoteles di buku filsafat keseniannya.

Tapi terdapat di bacaan kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW., riwayat shohihnya Bukhori, terdapat ada di antara umat Islam sempat bertanya pada Nabi SAW., Wahai Rosululloh, siapa ayahku? Hingga hadits Nabi SAW., ” Siapa yang membangsakan dirinya bukan dari ayahnya, maka ia bukan termasuk golongan umatku.”

Di cerita Manik maya ada kebenaran ada ketidakbenarannya. Contoh ketidakbenarannya, dari cerita link wangsa Pandawa ke Jawa ke Raden Sindula sendirian, padahal menurut cerita Babad tanah Jawi/Angling Dharma, wangsa Pandawa, keturunan dari Arjuna, Raja Mandraka ke Prabhu Madrim, Angling Dharma tsb.

Tapi soal sosok2 Batara Guru, Ismaya/Semar di pendapat orang2 Jawa benar adanya, contoh dari adanya gunung Semeru. Hingga gunung Arjuna, di Jatim. Dan orang Jawa dari Malang pendapatnya kerajaan purba tertua di Jatim, yang juga asal-usul segenap kerajaan di Jawa.

Bahkan ia juga sempat menyebut pusat kerajaan Astina/istana Astina juga di Jawa.

Demikian juga seperti Suralaya terdapatnya di Propinsi DI Banten. Juga Parahiyangan di Bandung, yang mungkin berhubung sejarah Pajajaran, atau berarti istana berjajaran di segenap Sunda.

Surosowan-Tb Arief Z-art

Desain-1 sampul novel komik agen 005 Surosena: Perjuangan Jati diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s