Peta dan situs-situs pariwisata Jawa

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

peta Jawa Tengah

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Antique_Map_Chatelain_Java http://theculturewire.net/

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Banten dan sekitarnya

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Patung Hand of God, di istana Bogor

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Candi gedong songo di Dieng

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Watugong Semarang

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Candi Sukuh peninggalan terakhir Majapahit di lereng gunung Lawu

Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah candi peninggalan terakhir kerajaan Hindu Majapahit. Di mana juga terdapat arca dan makam Prabhu Brawijaya V.

Candi Sukuh ini mungkin ada hubungannya dengan kitab purba prediksi Prabhu Jayabhaya, Prabhu masa kejayaan Kediri di masa wangsa Kamasywara-Dharmawangsa.

Menurut prediksi Prabhu Jayabhaya, kelak di masa carut-marut dengan beserta pulau Jawa dan sekitar bumi gunjang-ganjing (mengalami bencana alam bertubi-tubi) yang di gambarkan seperti di jaman modern, tapi pusat kekuasaan negara masih di Jawa (seperti dari jaman purba negeri Astinapura-Pandawa ibukotanya di Jawa), dari balik lereng gunung Lawu bakal muncul ksatria piningit yang juga di dampingi Sabdopalon, nayagenggong. Yang di candi di lereng penanggungan peninggalan Prabhu Airlangga juga di gambarkan bak punakawan.

Dan menurut penulisan buku sejarah, Prabhu Jayabhaya juga masih keturunan dari Prabhu Airlangga, Prabhu Kahuripan penerus Dharmawangsa.

Prabhu Airlangga juga memakai simbol garuda, hingga di masa Majapahit, simbol garuda masih di pakai. Bahkan hingga di masa Indonesia menjadi negara nasional di jaman modern.

Di masa hingga berakhirnya kekuasaan kerajaan Hindu Majapahit, candi Sukuh sempat di pakai dengan upacara-upacara ritual yang bahkan juga terdapat kegiatan seks.

Bahkan hingga dengan cara sadis hingga mengorbankan nyawa perempuan, juga berhubungan dengan ilmu sihir.

Wali songo dan bangsawan-bangsawan Majapahit muslim yang mula-mula menentang penyimpangan yang terjadi di candi sukuh. Terutama di bagian jahatnya, seperti yang terdapat di Babad Jawi-babakan Wali Songo, terdapat dari ceritanya termasuk Wali Songo tertua, Syekh Maulana Malik Ibrohim/ Sunan Gresik I, ketika menentang pada Brahmana yang melakukan upacara untuk meminta turun hujan dengan mengorbankan perempuan.

Bahkan Syekh Maulana Malik Ibrohim sempat di tantang oleh Brahmananya untuk menurunkan hujan, dan Syekh Maulana Malik Ibrohim menjawab, Insya ALLOH dengan rahmat pertolongan ALLOH SWT. Kemudian bermunajat pada ALLOH SWT., Alhamdulillah waktu itu dho’anya terkabul, hingga si perempuan tidak jadi di korbankan dengan pisau belati.

Hingga di masa kini, dari keraton kesultanan Surakarta bahkan masih melakukan upacara di lereng gunung Lawu. Juga keraton kesultanan Ngayogyakarta.

Ada juga yang bilang Gunung Lawu termasuk deretan kawasan gunung-gunung angker di Jawa.

Ada pendapat jika ksatria piningit ini sebenarnya masih keturunan dari Airlangga, Dharmawangsa/ kerajaan purba Kediri, hingga Majapahit, menjadi kesultanan-kesultanan di Jawa seperti Mataram hingga Surosowan-Banten di masa modern yang juga peranakan Majapahit/ kesultanan Mataram.

Ada yang berpendapat Presiden I RI, Ir. Soekarno, tapi beliau jadi Presidennya di masa awal Indonesia berdiri, dan lagipula jarang terdapat kejadian bencana alam, pulau Jawa, bumi gunjang-ganjing seperti di sebut terdapat di cerita wayang dan prediksi kitab purba Prabhu Jayabhaya. Dan pernah mendengar dari terjemahannya buku purba Prabhu Jayabhaya itu di sebutnya pemerintahan di negara Indonesia, berpusat di Jawa telah berlangsung lama di kesekian generasi.

Dan di terjemah buku prediksi Prabhu Jayabhaya juga di sebut, di waktu Jawa dan negeri juga sedang mendapatkan pemimpin-pemimpin (mungkin aparatur) yang juga melakukan perbuatan bromocorah, seperti juga mencuri/korupsi, menipu, mencurangi jatah rakyat mestinya gemah ripah loh janawi tata tenterem kertaraharja.

Padahal ini ramalan Prabhu di masa Hindu, tapi kenapa di masa modern yang bahkan pemimpin-pemimpinnya juga banyak umat Islam tapi kenapa malahan masih ada yang melakukan bagian yang di sebut buruk itu dari ramalan tersebut jika tidak percaya dengan ramalan, atau membuktikan sebagai umat Islam mampu melakukan lebih baik, tapi justru di kenyataannya,,,ada saja bromocorahnya walau juga berstatus umat Islam.

Dan di kamus bahasa sejak dulu hingga kini sama saja artinya bromocorah sama dengan penjahat/  pelaku perbuatan kriminil.

Pernah di khutbah Jum’at, Ustad Khotib berkata Jauhilah perbuatan riba (di hikmatnya riba termasuk berbuat ghulal, korupsi, mencurangi takaran hak), karena perbuatan riba dosa besarnya bahkan lebih besar ketimbang 40 jenis berzina.

Di sebut juga ksatria piningit ini sebagai pemuda ada sifat cabulnya, tapi cuma di sekitar sebatas kata-katanya (mungkin juga di sekadar merayu saja). Tandanya juga tidak dholim di sifat cabulnya. Dan di sebutnya di buku juga bertanda ksatria piningit ini masih pemuda lajang, maka ada sifat cabulnya kepada perempuan (yang juga baligh), sebagai juga tandanya masih laki-laki  yang juga bersyahwat normal.

Bukannya di Islam juga di anjurkan lajang supaya berusaha menikah. Bahkan juga di hubungkan dengan hikmat ayat Qur’an dan pertanyaan umat Islam pada Nabi SAW., ketika ada yang hingga bertanya apa sebaiknya saya menjadi rahib, kemudian turun wahyu ALLOH SWT., Tiada kerahiban di Islam, di susul ayat di surat Annur: Nikahkanlah pemuda-i muslim yang masih melajang di antaramu.  Bahkan sudah termasuk amanat dari ALLOH, di terjemahnya di urusan menikahkan pemuda-i muslim yang masih melajang. Dan ada terusan ayatnya Jika mereka tidak mampu lantaran fakir miskin, hamba sahayamu, maka nikahkanlah mereka dengan karunia rahmat ALLOH SWT.

Di radio, Ustad juga sempat berucap Menikah adalah separuh agama. Maka jika pemuda masih melajang, agamanya juga masih separuh.

Nabi SAW., juga ada bersabda, Mata pemuda itu nakal.

Dan peneliti juga sempat berpendapat, laki-laki apalagi pemuda lajang, otak di bagian seksnya lebih aktif bahkan ketimbang perempuan.

Bahkan di kenyataan modern juga terdapat di antaranya suami yang juga masih berusia pemuda kerap kali tiap waktu minta jatah berhubungan intim dengan isterinya, yang juga cantik. Hingga isterinya yang masih berusia muda sempat mengeluh soal kelakuan hiperseks suaminya.

Dan di Islam juga ada masih di bolehkan laki-laki umat Islam beristeri berpoligami maksimal batas 4.

Tapi dari fatwa MUI juga menyebut poligami tidak di anjurkan tapi juga tidak dilarang buat laki-laki umat Islam. Apalagi buat khususnya hak istimewanya keturunan Sultan-sultan yang juga dzuriyah. Karena dzuriyah sebagai cucu-cucu Nabi-nabi mungkin juga menurun ke unsur genetisnya, berhubungan di sejarah Nabi-nabi juga di temukan melakukan pernikahan poligami, tapi sesuai jamannya setelah Nabi terakhir Nabi Muhammad SAW., berpoligaminya hanya di batasi maksimal dengan 2,3, atau 4 isteri. Di samping juga ada ayatnya di Qur’an dari terjemah buku Al-Azhar tulisan Kiai Buya Hamka, kebolehan berpoligami dengan lebih dari 4 isteri, ALLOH SWT bahkan berfirman menyebut khusus terakhir hanya di bolehkan buat Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW., seperti kebolehan buat Nabi-nabi dulu sebelumnya.

Dan di terjemahkan laki-laki umat Islam, karena di pangkal ayatnya juga tercantum kalimat Wahai orang-orang beriman, maksudnya laki-laki beriman Islam. Karena memang laki-laki umat Islam juga dapat keistimewaan sebagai pemimpin, kholifah, da’i. Jadinya semisal berpoligami juga sekalian memualafkan perempuan.

Dan menurut imannya kepercayaan umat Islam, juru syafa’at di akhirat buat segenap manusia ialah Nabi Muhammad SAW., yang juga hanya bisa menolong memberi syafa’at akhirat hanya pada umat Islam (itu pun yang juga tidak termasuk berbuat dholim; kejahatan).

Bahkan hingga pada pamannya sendiri, Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi SAW., sejak kecil, Nabi SAW., hingga bersedih ketika pamannya mangkat, lantaran belum mau masuk Islam, padahal sudah di tawarkan Nabi SAW., ketika pamannya sedang sakit menjelang ajalnya. Dan namanya Nabi SAW., bahkan hingga puteri beliau SAW., Fatimah ra., juga ada di anugerahi ALLOH SWT., bisa melihat Malaikat dan makhluk ghoib. Malaikat Jibril atau kedatangan Malaikat maut, Izroil.

Atau bisa jadi karena dulu terdapat kedekatan hubungan Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad SAW., mungkin juga membuat di antara dzuriyah jadi di hindari makhluk-makhluk ghoib yang rawan berbuat mengusik.

Tapi juga di ayat Qur’an di kisah Nabi Adam ‘as., dan Siti Hawa ra., Iblis/ syaithon juga telah bersumpah untuk menggoda segenap anak cucu Adam ‘as.

Apalagi seperti terdapat di lagu Raja dangdut Rhoma Irama di jaman kini perempuan juga ada kesibukannya bekerja.

Ada juga dari ucapan Kholifah sayidina Umar al-Khotob ra., pernah berkata pada laki-laki yang menceraikan isterinya, di mulai dari pertanyaan,Kenapa kamu menceraikan isterimu, padahal ia sudah berias/ berdandan, beribadah dan berusaha yang baik buatmu.

Si laki-laki fulan malah menjawab Tapi saya sudah tidak mencintainya. Kemudian di timpali ucapan Umar ra., Seharusnya sejak awal kamu tidak menikah dengannya, karena di nikah kamu sudah bersumpah pada ALLOH SWT., dan sumpahnya muslim ada tanggung jawabnya ke ALLOH SWT.

Ada di sebut ciri ksatria piningit ini malu mencalonkan diri jadi pemimpin, bermahkota (terjemahnya juga keturunan bangsawan Jawa), dan bersenjatakan trisula. Trisula ini termasuk senjata khas Majapahit dan Sunda-Pajajaran (terdapat artefaknya di museum Fatahilah).

Di terjemahnya bisa berarti ksatria piningit ini juga keturunan dari 2 kerajaan besar yang juga terdapat di Jawa, yakni Majapahit dan Pajajaran. Atau bisa jadi dari keturunan di generasi muda kini yang juga ada hubungannya dengan terjemah-terjemah tersebut.

Dan hal lain adalah, bentuk trisula juga mirip dengan simbol huruf kaligrafi ALLOH.

Di Candi Sukuh lereng gunung Lawu juga sempat di jadikan keraton Prabhu terakhir Majapahit yang juga tadinya Dipati dari keturunan kerajaan Blambangan, Prabhu Girindrawardhana (di masa berkuasanya kesultanan Demak).

Padahal di antara Prabhu-prabhu Majapahit, seperti bahkan Prabhu Hayam Wuruk/ Rajasanagara sempat yakin bahwa kekuasaan Raja Hindu di Majapahit akan berakhir dan di gantikan masih dari keturunannya yang telah menjadi umat Islam. Terdapat di peninggalan candi Surowono yang juga sering di jadikan tempat bertapanya dan berliburnya. Dan ia juga menghubungkan dari terjemah bacaannya juga dari kitab purba Prabhu Jayabhaya.

Tapi juga setelah Prabhu Hayam Wuruk mangkat, kemudian terjadi pralaya paregreg Majapahit yang bahkan terus-terusan berkepanjangan dan muncul lagi, hingga berakhirnya kerajaan Hindu Majapahit juga di gantikan keturunannya menjadi kesultanan-kesultanan Islam di Jawa.

Tapi sempat sejak peristiwa Pangeran Majapahit sebelumnya melamar puteri Sultan Samudera Pase malahan di bunuh oleh Sultannya, padahal si Pangeran Majapahit sudah bersedia mualaf juga memang tujuannya pula untuk dapat kesempatan masuk Islam dengan merubah kerajaan Majapahit jadi kerajaan Islam sejak dari dulu. Tapi upaya jalannya malahan sempat di halangi Sultan Samudera Pase, bisa jadi lantaran alasan politis juga di baliknya.

Jika di perhatikan, kitab-kitab cerita kuno peninggalan di masa Kediri juga seperti terdapat kiasan-kiasan/ sandi-sandi atau bersifat kajian ilmiah juga. Bahkan bisa jadi judulnya buku  perkiraan-perkiraan Prabhu Jayabhaya, karena naskah aslinya juga dari bahasa Jawa kuno/ sansekerta.

Terdapat hadits Nabi SAW., Jangan memandang siapa tapi pandang apa kebenaran yang di sampaikannya.

Dan peninggalan dulu juga sekedar peninggalan tanda sejarah. Bahkan ada juga sekedar di gunakan termasuk sebagai obyek pariwisata di wisata sejarah yang ada juga pekerja pemandunya.

Tapi juga yang di pertanyakan apa di gunung-gunung juga terdapatkan masjid hingga surau-surau pula?

Memang di kenyataan pula di temukan, biasanya di tempat yang tidak ada masjid, surau, biasanya rawan angker dan mudah di tempati syaithon, dedemit, siluman jahat sejenisnya bahkan juga mengusik, seperti pernah terdengar dari info-info cerita-cerita dari sesama juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s