Album 3-Novel komik agen 005-Surosena Metamorfosis : Babad Syarif Mamluk-Jawa by Tb Arief Z

Tb Arief Z-art

Desain sketsa-Desain sketsa-1:Cover novel komik agen 005-Surosena : Dinasti Kerajaan Syarif Mamluk-Jawa. By Tb Arief Z-art

Surosowan Tb Arief Z-flamming art

Font Satria Surosena/ serial agen 005 Surosena (2012), by Tb Arief Z-flamming art. Aplikasi vektor Adobe ilustrator CS 6 dan Psd CS6

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu Tubagus Arief Z

Tubagus Arief Z dan Mbah Raden Arjuna :Wayang golek pakuan Bogor
Dzuriyah Syarif Suronata Sunda-Jawa-Indonesia, Mamluk Mesir-Libya (north Afrika), Syarif Qudds/Palestina, Tionghoa purba-Demakmoro, kaukasia Jawa-Eropa Belanda-Belgia-Flanders-Suriname, License to kill, owner of privilige right QS An-Nisa’54 (Empire Sultanate, elder dzuriyah/Syarif), pasal 18 UUD 45.

Syarif Surosena terdampar lagi ke petualangan waktu di masa lalu. Nampaknya penjelajahan waktunya di mulai dengan kronologi di sekitar asal-usulnya. Seperti Jas merah dalam novel petualangannya sebagai karakter komik Surosena ini.

Tapi komik juga seperti wayang. Ada juga kronologinya dari bermain bayang-bayang menjadi mawayang, menjadi wayang beber, wayang klitik purwa, wayang golek Sunda galuh-Pakuan, hingga wayang modern dan wayang ilustrasi.

Atau ketika Ki Sunan Kalijaga membuat lakon baru, Jamus Kalimasada, di mana beliau juga terkenal dengan ucapannya berupaya menciptakan seni adiluhung.

Dan Ulama Syekh Syafi’i juga berkata Bid’ah ada 2 jenis, bid’ah hasanah dan bid’ah dholim (bid’ah sesat). Bid’ah, atau buatan yang baik masih di ikhtilafkan (di perbolehkan).

Mungkin juga pada hubungannya berkarya ilustrasi di seni.

Dan Nabi Muhammad SAW., juga ada sabdanya, “Jangan memandang siapa, tapi pandang apa kebenaran yang di sampaikannya.”

Walau yang menyampaikan sedang melalui upaya sebagai dalang ilustrator novel komik.

Dan Nabi SAW., juga bersabda, Bayarlah hak masing-masing!.

ALLOH SWT., memberikan hak kekuasaan kerajaan besar pada keluarga Nabi Ibrohim ‘as

Kisah Nabi Khidir membunuh anak durhaka

Kisah masa Nabi Muhammad SAW

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Malaikat Jibril memberitahu Nabi SAW., mengangkat sayidina Ali ra. sebagai Panglima Dul Fakhar (licensed to kill by ALLOH SWT, Angel Gabriel, Prophet Muhammad SAW., to sayidina Ali ra and his whole grandson)

Siti Khodijah ra., perempuan muslim istimewa yang mendapatkan rumah di surga akhirat

Di dunia ini beli rumah, tanah sudah berharga lumayan mahal, membaca di bacaan hadits, rupanya mendapatkan rumah di akhirat pun ada syaratnya juga. Dan termasuk syaratnya berhubungan dengan keadilan sudah memberikan apa pada Nabi, minimal pada cucu keturunannya dzuriyah di jaman modern sudah tidak ada lagi Nabi-nabi, ketika masih hidup di dunia.

Karena ALLOH SWT., telah mengangkat Nabi Muhammad SAW., sebagai juru syafa’at akhirat setelah masa kenabiannya juga sebagai khotamannabiy (nabi penutup). Dan seperti Kepala Staf  imigrasi akhirat, juga pada cucu-cucunya, dzuriyah, yang beragama Islam dan masih tergolong orang-orang baik, bukan tergolong orang jahat dan berbuat dholim.

Siti Khodijah ra., ialah perempuan terpandang, bangsawan, cantik dan kaya. Walau sebelumnya ialah janda. Siti Khodijah ra., juga perempuan yang pandai dan tahu hikmat kebenaran di pengetahuan agama, yang di waktu itu masih Nasrani.

Hingga Siti Khodijah ra., yang memilih menikahi pemuda Muhammad SAW. Padahal banyak di antara lelaki, pemuda-pemuda terpandang, anak orang kaya juga sempat melamarnya.

Tapi walau demikian, pemuda Muhammad SAW., juga masih golongan bangsawan tinggi teristimewa, bahkan masih dari golongan bangsawan kasepuhan di antaranya. Karena Beliau SAW., juga masih tergolong kasepuhan dari garis keturunan langsung Nabi Ismail ‘as., yang bahkan kakak dari Nabi Ishak ‘as. Dan beliau SAW., juga masih cucu dari tokoh pahlawan di negerinya, Qushai.

Dan Siti Khodijah ra., juga yang sempat menjadi majikan, guru usaha dagang,  pada pemuda Muhammad SAW.

Sabda Nabi SAW., memilih isteri sebaiknya perempuan yang beragama

Nabi SAW., bersabda, Siapa yang berbuat khianat maka akan di tempatkan terpisah di kelompok berbendera pengkhianat

Di Qur’an surat Thoffif (golongan orang-orang curang), terdapat di ayat pertamanya, Wailulil muthoffifin. Berarti celakalah orang-orang yang berbuat curang. Terdapat  di depan kalimatnya, ‘Celakalah’.

Nabi SAW., bersabda, Jika sudah berjanji di tepati. Al-Quran: Amanat berlaku adil, membayarkan hak-hak.

Peristiwa Isro’ Mi’roj kenaikan Nabi Muhammad SAW., ke  Sidrotul Muntaha dan langit surga Nabi-nabi

Tawar-menawar mendirikan ibadah sholat wajib hingga 5 waktu

Tadinya Nabi Muhammad SAW., mendapat perintah dari ALLOH SWT., seperti pada Nabi-nabiyalloh sebelumnya mendirikan sholat wajib 50 kali sehari.

Kemudian Nabi Musa menghampiri Nabi Muhammad SAW., mengusulkan pada beliau SAW., untuk menawar lagi pada ALLOH SWT.

Kisah Fathul Khoibar

  • Pengangkatan sayidina Ali ra. menjadi Panglima Dul Fakhar.
  • Nabi Muhammad SAW., mengambil Shufiyah sebagai isteri dan pampasan Anfal dari komandan Raja Dihyah yang memintanya duluan sebagai pampasan, dan bahkan komandan Raja Dihyah wajib mengalah sesuai sunatuloh agama Islam

Kebolehan memisah dari berjama’ah jika mendapati ketidakadilan dan ketidakmaslahatan bagi  hak diri

Bayangkan, apalagi jika sampai anggota keluarga dzuriyah yang termasuk anggota keluarga juru syafa’at segenap manusia di masanya sampai melakukan hal demikian, urusannya pun bisa berbuntut perkaranya hingga di soal perkara hutang-piutang di pengadilan akhirat.

Terdapat di hadits Nabi Muhammad SAW., Di akhir jaman, umatku seperti ular yang meninggalkan sarangnya.

Nabi SAW., pernah di tanya, Kapankah tibanya kiamat itu Rosululloh?, dan Beliau SAW, berkata, kalau kapan tepatnya hanya ALLOH SWT., yang Maha Mengetahui, tapi saya hanya di beritahu tanda-tandanya, di antaranya kejahatan/kezoliman-dholim merajalela, ghulal (korupsi), dengan bermunculan banyak kejadian bencana alam, golongan hamba sahaya mendadak kaya, tapi golongan bangsawan dzuriyah jadi jatuh miskin. Anak melahirkan anak dari bapaknya. Munculnya kebodohan agama.”

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

sayidina Ali al-Thalib ra. Khalifah 3 Rasyidin. Panglima Dul Fakhar (Panglima pedang Nabi SAW).

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sayidina Ali ra., dan pedang Zulfikar di perang Badar dan sebagai Panglima Dul Fakhar di perangKhoibar

Teringat membaca kisah-kisah Nabi, tercantum di Qur’an surat Al-Anbiya. Dan siroh Nabi-nabi, hingga khotamannabiy, Nabi Muhammad SAW. Dan dari sejak Nabi Adam, hingga bapak para Nabi, Ibrohim ‘as., atas rahmat ALLOH SWT., mendapatkan hak istimewa kekuasaan kerajaan besar di antara segenap manusia.

Hak-hak istimewa wewenang dzuriyah/ cucu-cucu Nabi SAW.

Ulama kasepuhan Pangeran Jakarta, Ustadz Salman Yahya, pernah berkata ketika pada majelis ta’lim di masjid membuka khutbah Jum’atnya di suatu hari : Maka, berhati-hati pada hak dzuriyah.

Nabi SAW., bersabda, Bayarlah hak masing-masing !

– Hak wewenang memerintahkan pembayaran Jizyah/ fa’i ghonimah buat jatah dzuriyah yang masih fakir miskin.

Di hadists shohih riwayat Ulama Bukhori, terdapatkan kisah Siti Fatimah ra., (puteri Nabi SAW) dan Abbas paman Nabi mendatangi Kholifah I Rasyidin, sayidina Abu Bakar ra., dan bertanya soal hak warisnya di Fadhak, sekitar wilayah Khoibar.

Dan sayidina Abu Bakar ra., berkata, Saya pernah mendengar dari Rosululloh SAW., berkata, Kami para Nabi tidak menurunkan warisan, tapi keluarga Nabi boleh mengambil mal (harta umum). Dan keluarga Nabi boleh mengambilnya untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Terdapat lagi di kisah hadits lain, Suatu ketika Nabi SAW., menagih Tsa’labah yang telah menjadi pengusaha kaya, tapi si Tsa’labah malahan enggan membayar Jizyah pada Nabi SAW., malahan hingga mengusir utusan Nabi SAW.

Tsa’labah ini kemudian sempat menyesal dan datang ke Nabi SAW., mencoba menebusnya, tapi Nabi SAW., sudah tidak mau lagi menerima tebusannya. Hingga si Tsa’labah saat itu juga langsung menangis, karena sadar dirinya berarti tidak mendapat syafa’at (bantuan) di akhirat.  Hingga setelah Nabi SAW., mangkat, Tsa’labah mencoba lagi pada Kholifah Abu Bakar ra., tapi Abu Bakar ra., juga menjawab, Bukannya kamu sudah di tolak Nabi? Nabi saja menolakmu apalagi saya. Hingga Tsa’labah mendatangi lagi pada Kholifah kedua Umar ra., juga di tolak, hingga di masa Kholifah ke-3 Utsman ra., juga di tolak, dan mangkat. Di ceritakan dalam keadaan mangkatnya Tsa’labah nampak dalam keadaan sangat kesakitan. Hingga ia mendapatkan siksa kubur juga.

-Hak wewenang Panglima Dul-Fakhar, alias hak menghukum, Hak istimewa Syarif Hakim.

-Hak  istimewa wewenang mengambil jodoh walau sedang di pinang lelaki lain (yang bukan dzuriyah). Tapi sesuai hikmat ayat Qur’an dzuriyah hanya boleh menikah dengan 1, atau 2, 3 hingga batas maksimal 4 isteri.  Hak lebih dari 4 isteri terakhir khusus hanya di berikan pada Nabi Muhammad SAW., dan Nabi-nabiyaloh sebelumnya, menurut tafsir Al-Azhar-Ulama Prof. Buya Hamka.

Di poligami beristeri batas 4 itupun masih ada juga syari’at/ ketentuannya, seperti :

– Mesti sesuai ijin dari isteri sebelumnya, dan isteri-isterinya 1,2,3 hingga batas maksimal 4.

-Pernikahannya mesti sesuai Islam, suami dan isterinya beragama Islam. Misal lelakinya beragama Islam,  menikahi perempuan non muslim, sebelumnya di mualafkan beragama Islam terlebih dulu. Bahkan hal demikian menjadi keutamaan menurut kisah sunah agama, karena Nabi SAW., pun menikahi Siti Khodijah ra., dari sebelumnya beragama Nasrani mualaf jadi Islam.

Dan ada pula ucapan Nabi SAW., pada sayidina Ali ra., ketika mengangkatnya menjadi Panglima Dul Fakhar, di misi penaklukan Yahudi Khoibar, Seandainya di antara mereka masuk Islam karenamu, maka hal demikian lebih baik ketimbang mendapatkan unta merah.

Kehadiran Wali sebelum Wali Songo

Sultana Leran-Gresik, Fatimah binti Maimum

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

makam-siti-fatimah-binti-maimun-4

Sultana Samudera Pase Nahrishah

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sulthanah nahrisyah-Karya-Sayed Dahlan Al-habsyi

Puteri Sri Alam di kesultanan Aceh

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

imagesputerisrialam

http://sejarah.kompasiana.com/2010/06/21/putri-sri-alam-yang-menjadi-sultanah-173062.html

Asal-usul Wali Songo yang sekekerabatan

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

The_Great_Voyages_of_Zheng_He

Pelayaran armada Chengho, Kapten Gan Eng-Chu (kakeknya Sunan Kalijaga/ Gan si-Chang) dan hubungan Wali-Syekh Bentong, alias Tan-Go-Wat tiba di Jawa

http://serbasejarah.wordpress.com/2008/12/18/cirebon-gerbang-dakwah-islam-jawa-barat/

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sunan_Maulana Malik Ibrohim

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sunan_Ampel. Ketua pertama Dewan Wali Songo

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Wali pandhita ratu Sunan Gunung Jati Syarif Nurudin Hidayatuloh, Ketua ke-2 Dewan Wali Songo

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sunan Kudus Raden Iman al-Ja’far ash-shodiq, Panglima Suronata pertama di masa Wali Songo. Beliau ini masih kakeknya segenap keluarga ningrat keraton Mataram

Sunan Kudus/ Sunan Syarif-Qudds Jawa

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

sunan maulana malik ibrohim & sunan giri

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Sunan Kalijaga

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

sunankalijaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s