Ekspresi strategi kebudayaan modern by Tubagus Arief Z S.Sn

Pelukis, Penulis pengamat & kritik-seni, budayawan Sarjana muda : Tubagus Arief Z., S.Sn / undergraduate Jakarta arts Faculty (FSRD-IKJ), Indonesia

BAB 1

Pengantar
Hidup di jaman modern ini menghadapi situasi modern, nampaknya perlu pertimbangan-pertimbangan strategi. Bahkan di harapkannya datangnya strategi-strategi penolong dari para pembesar2 negara dan cendekiawan2 di negeri ini. Yang juga untuk kemaslahatan segenap bangsa, mengutamakan pertolongan buat yang miskin. Di samping mengingat founding father negara di Indonesia, Ir. Soekarno juga pernah menyatakan pendirian negara Indonesia sebagai negara sosio-nasional.

Adapun istilah ekspresi berarti ungkapan/ pendapat, atau nilai bagusnya berupa aspirasi. Dan hak pendapat termasuk di hak demokrasi, yang di Indonesia demokrasi berasas jurdil (jujur dan adil) dan Pancasila.

Sejak jaman purba, seperti di Indonesia di bangun dengan soko guru pertanian (orang dulu mengutamakan agrikultur) dan kebudayaan. Seperti nampak dengan peninggalan komplek-komplek candi (Prambanan, Kalasan, Borobudur, Dieng/gedong songo, Muara takus,dll), petirtaan, sungai2, kanal2, irigasi, tasikardi, tambang logam, batik, gerabah, hingga keris, meriam, benteng, kapal2, pabrik rempah, sawah, kebun, jalan-jalan, museum, astana, kedaton, residen, rumah gedong, rumah panggung, rumah panggung atap tanduk kerbau seperti di Sumatera, rumah atap gunungan limas (Jawa)/ menunjukkan tanda2 dinamika kebudayaan Indonesia di maksud sebagai semangat bangsa yang dinamis dan bijaksana, pasar, kawasan permukiman warga, hingga cagar alam, bahkan kereta (yang modernnya mobil /motor tapi kebanyakan dari produk impor) yang juga meninggalkan pelajaran bagaimana bangsa dulu juga memperhatikan peletakan penataan kebudayaan dalam pembangunan di negeri ini. Bahkan dengan terdapatnya peninggalan pepatah kenegaraan dari masa Majapahit, Gemah ripah loh janawi tata tenterem kertaraharja jasa. Atau di masa Abhiseka Airlangga dengan pepatah:Mawayang buat Hyang (Berkebudayaan buat Tuhan YME).

Istilah kritik berasal dari bahasa Yunani : kritikos,  berarti hukum/ hakim.  Maka kritik seni berarti hakim seni. Dan di seni, hukumnya pun tidak di tempatkan ketetapan superiornya seperti sunatuloh hukum agama/hukum agama ketentuan ALLOH, melainkan sebagai pandangan/pendapat. Yang juga di hubungkan pendapat -aspirasi, sumber pandangan hukum seni/ ilmu2 seni dengan rasa kemanusiawian. Dan siapapun manusia punya hak pendapat/ ungkapan/ekspresi. Hukum di seni pun hukum seni budaya. Adapun seni di ketahuinya istilahnya berasal dari penampilan (representasi) maksud rasa Syukur nikmat.  Seperti di dapat dari pelajaran di sekolah dan bacaan sejarah seni, mulanya berawal dari penyelenggaraan upacara  Syukur pada Ilahi mendapatkan hasil kesejahteraan panen.  Yang representasinya dengan tarian, dekorasi (seni rupa), dan musik. Atau ketika pada tujuan untuk mendapatkan hasil buruan di peradaban orang purba, seperti dengan terdapatnya dengan hubungan kepercayaan animisme di masa purba, dengan terdapatnya pelukisan upaya berburu untuk mendapat hasil di peninggalan gua2 purba.

Definisi budaya
Dan Budaya juga berarti dari 2 istilah, budi (akal budi) dan daya (kemampuan). Adapun budi juga berarti baik. Akal budi juga berarti akal sehat untuk menghasilkan kebaikan. Termasuk seperti mendengar ada ucapan budaya santun dalam peradaban manusia. Budaya juga berarti peradaban manusiawi. Dan budaya/peradaban juga berhubungan dengan agama. Seperti di tiap bidang. Dan agama juga peradaban kemanusiawian. Adapula ketika berinteraksi dengan sesama, terdengar pula pendapat bebas sajalah. Memang juga sifat manusiawi pula ingin bebas, merdeka, juga tenteram dan sejahtera. Seperti terdapat di lirik lagu Rush,  Show Don’t tell : reality,,,,i will be the judge and the jury. Di lirik dan video klip lagunya, nampak band rock Rush juga mengungkapkan kemuakannya pada berita sehari-hari politisi membuat-buat manipulasi katebelece, terdapat banyak peristiwa2 kriminal, korupsi. Seperti dengan menyampaikan kritiknya, kapan dapat enaknya/ hiburannya. Dan ungkapan judge and the jury juga berhubung dengan amanat rasa keadilan / show me-justice, buat siapa saja manusia. Di Al-Qur’an juga tercantum ayat, Wahai orang-orang beriman jika kamu bersaksi maka bersaksilah yang adil. Juga di surat ayat Al-Kahfi tercantum ayat Kulil haq, atau terjemahnya Katakanlah kebenaran/ apa yang hak. Dan pernah di khutbah Jum’at, Khotib yang juga waktu itu rangkap jabatan sebagai ketua Rt dan  lulusan akademik agama Islam, berkata, “Memang soal urusan pemerintah dengan rakyat ada ketidakpuasannya.” Dan dari khotbah Ulama NU bahkan di depan Presiden RI, SBY di masjid istiqlal waktu peringatan hari agama Islam, juga berkata menyampaikan hadits Nabi SAW., Pemimpin itu wali  (penolong) buat rakyat. Dan rakyat adalah seperti anak tanggungannya. Setelah Presiden juga menyampaikan hadits Nabi SAW., Suatu kaum tidak akan berubah, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya. Dan di agama Islam, Nabi SAW., ada bersabda, Jangan pandang siapa, tapi pandang apa ungkapan kebenaran yang di sampaikannya. Juga sabda beliau SAW., Jihad utama adalah pernyataan keadilan. Dan Wali Sunan Gunung Jati juga berpendapatnya, seni adalah hal yang adiluhung (budidaya luhur, rasa keadilan). Dan seni/desain juga di terjemahkan konvensionalnya sekadar bidang kerja. Tapi di seni juga terdapat ilmu-ilmu kesenian dan teknik (techne) seperti berasal dari pendapat Aristoteles, di tulisan filsafat seninya, Poeitia (terjemah bahasa Yunani ke Indonesia: Puisi)-dari buku Estetika Kebudayaan, tulisan Mudji Sutrisno.

Terdapat juga  pertanyaan, mana yang lebih dulu budaya (berasal dari bahasa Indonesia: akal budi dan daya) atau estetika (berasal dari bahasa Yunani, aesthetica). Adapun waktu kuliah dulu di FSRD, dari mata kuliah Sejarah seni rupa timur dan ilmu kebudayaan didapat istilah budaya, dari mata kuliah Sejarah seni rupa barat dan Estetika di dapat istilah aesthetica. Ada pun di pelajaran Estetika, tidak melulu pandangan-pandangan atau teori seni dari barat, filsuf seni Nasrani yang di cantumkan, tapi juga terdapat pandangan dari timur, juga dari filsuf seni dari umat Islam.

Teringat dari istilah strategi, teringat dari buku tulisannya Prof. Van Peursen, Strategi Kebudayaan yang juga nampak berhalaman tebal. Bahkan dari buku itu terdapat penemuan istilah-istilah yang juga masih awam pengertiannya, misalkan subtansi (inti), ontologi (kebebasan meneliti segala hal-ikhwal tanpa di batasi kungkungang mitis), imanensi (kungkungan), transedensi ( melepas dari keterkungkungan) bahasa dari tulisannya Profesor Belanda, nampak dengan penggunaan istilah2 asing yang berat, tapi juga menyampaikan hal kebebasan.

Yang menarik adalah judulnya, Strategi Kebudayaan. Di samping selipan dokumen2 gambar hasil karya seni budaya di bukunya. Nampak ada nuansa militernya berpadu dengan seni budaya di tulisannya. Atau seperti di judul Tsun-Zu art of war. Bahkan peninggalan ahli strategi militer dari Cina pun menyelipkan art of war. Atau seperti di istilah martial art, atau seni bela diri. Di perang pun ada maksud tujuan membela diri, mempertahankan diri, bangsa negara, ada tujuan utamanya memperjuangkan rasa keadilan/ adiluhung dari pendapatnya Sunan Kalijaga. Tapi perang pun terjadinya setelah upaya-upaya dialog, dan setelah upaya dialog tidak di capai kesepakatan, masih kontroversi dan perdamaian tidak bisa lagi di upayakan.  Perang bukan hanya antar negara, tapi bisa juga pralaya/ perang dalam negeri/ perang internal, antara rakyat dengan penguasa, lantaran terjadi ketimpangan di luar batas kemakluman. Tidak bisa di tenggang rasa lagi bersama segenap rakyat. Walau sebenarnya segenap rakyat juga condongnya ingin mendapatkan ketenteraman dan kesejahteraan bersama. Di pepatah kenegaraan Indonesia dulunya, Gemahripah loh janawi tata tenterem kerta raharja jasa. (Mensejahterakan segenap bangsa menciptakan ketenteraman dan dedikasi jasa buat bangsa dan negara). Yang juga termasuk filsafat seni dari Jawa,Indonesia, bersama Mawayang buat Hyang. (Berkesenian buat Tuhan YME). Hingga pendapatnya Wali Sunan Kalijaga, seni adalah rasa adiluhung. Dari Imam Ghozali, berpendapat seni adalah juga luapan batin menuju tasbih pada Ilahi (pelajaran Estetika seni dari kuliah di FSRD IKJ). Hikmat Syukur nikmat juga. Bahkan hingga di jejaring sosial-internet pun ada terbaca info mengenai art of  introduction, atau seni pengenalan  dan interaksi sosial. Pandangan-pandangan risalah seni dari Islam Di AlKitab Islam, Al-Qur’an mengenai seni di temukannya di surat Asyu-‘aroo (para penyair). Di terjemahnya, di Arab, seni budayawan di kenalnya dari banyaknya terdapat para penyair. Bahkan hingga di peristiwa Bilal dari menjadi budak yang ingin merdeka dan beragama Islam kemudian juga di bantu di merdekakan melalui sayidina Abu Bakar ash-shidiq ra., juga merupakan syair seni ungkapannya. Atau misalkan di hubungkan dengan kenyataan kini, seperti ketika menjadi pekerja seni pada perusahaan art-interior yang bos majikannya nasrani, atau pekerja di bidang apapun, termasuk kuli/buruh dengan ketentuan jam kerja ketika melintas di hari Jum’at, dengan kewajiban umat Islam melaksanakan sholat Jum’at. Maka bosnya juga di tuntut berlaku bijaksana. Dan di Qur’an surat Asy-Syu‘aroo juga terdapat firman ALLOH, para penyair sebaiknya bertaubat/ insyaf dan kembali mengambil jalan ke Robb-nya, ALLOH SWT. Di QS An-Nisa‘ 58 juga tercantum firman ALLOH SWT., Jika kamu hendak menetapkan hukum, hendaknya amanat dengan adil. Juga di ayat Qur’an, Berlaku adil mendekati takwa. Di QS Al-Maidah : 5 juga tercantum firman ALLOH SWT., Bertolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa. Dan janganlah kamu bertolong-menolong dalam kejahatan. Juga sabda Nabi SAW., berkata pada ‘Ammar ra., Bagaimanalah kamu ikhlas dalam beragama wahai ‘Ammar. Dan di agama Islam, Nabi SAW., ada bersabda, Jangan pandang siapa, tapi pandang apa ungkapan kebenaran yang di sampaikannya. Juga sabda Nabi Muhammad SAW. ” Jihad utama adalah pernyataan keadilan. “ Nabi Muhammad SAW., juga bersabda :” Tiada agama tanpa akal sehat.” Juga sabda Nabi SAW., “Jangan melarang sesuatu yang belum di larang.” Dan sabda beliau SAW., Celakalah siapa yang berbuat mengusik tetangganya. Dan sabda beliau SAW., “Sesungguhnya perbuatan ghulal (korupsi) itu dosa besar.” Di khutbah Jum’at khotib juga pernah berkata, perbuatan riba/korupsi itu dosanya lebih besar daripada perbuatan 10 kali  jenis zinah. Di Qs Al-Baqoroh juga di dapat ayat, sesuai kesanggupan.

BAB II
Sekitar Dunia seni budaya modern

  • Realisme

http://en.wikipedia.org/wiki/Literary_realism https://en.wikipedia.org/wiki/Realism_%28arts%29 Di akademi seni sedari basis pendidikan seni akademik seni rupa biasanya di mulai dari realisme. Kemudian sembari di tengah jalan juga bertemu dengan beragam ilmu-ilmu berhubung seni, hingga paling menarik adalah di penemuan-penemuan munculnya seni-seni modern, apalagi di fenomena seni kekinian. Dari pembelajaran awam, mendapati realisme berasal dari barat, padahal belum tentu. Karena di istilahnya, telah terdapat di peradaban Islam, bahkan sebelum kelahiran gerakan renaissans & humanisme di barat abad 14 m., yang bahkan sejak kunjungan keluarga bangsawan Medici ke negara-negara umat Islam.  Contoh di istilah : risalah. Dan titik asal pelajaran ilmu-ilmu kesenian barat hingga munculnya seni-modernisme di sebutnya adalah sedari renaissans & humanisme. Adapun istilah risalah juga berarti pengkajian yang juga melibatkan hubungan dengan sumber dari agama Islam. Adapun dari pendapat Gustave Courbet, Bapak seni lukis realisme dari barat (Perancis), realisme adalah pengenalan kenyataan, representasinya (tampilan penggambarannya ) melibatkan studi obyek-obyek. kemudian di tuang ke karya visual. Pendapat-pendapat realisme juga terdapat beberapa di perkembangannya. Seperti di realisme sosial, filsufnya Georg Lukacs berpendapat, saya sebagai subyektif berinteraksi dengan kenyataan sekitar. Georg Lukacs ini terdapat dimasanya Stalin, di waktu itu sedang muncul pembaharuan realisme ke realisme sosial. Yang juga melanjutkan tafsiran dari pendapat sosio-komunisme Karl Marx-Engels. Ada di temukan dari bacaan, Manifesto komunis di samping Karl Marx, yang paling berjasa adalah rekannya, Frederich Engels, karena ia yang melakukan penelitian-penelitian hingga banyak turun di lapangan, bahkan hingga masuk melakukan pengamatan ke realita pekerja-pekerja buruh yang bekerja hingga di tambang dan hidup memperihatinkan. Engels juga yang seringkali memasukkan input koreksi-koreksi pada Marx. Marx dan Engels ini seperti Marx yang banyak di ruangan dengan merumuskan kesimpulan2  dan Engels sebagai aksi di lapangan. Marx yang juga lahir di Jerman, sebenarnya menuliskan Manifesto komunis, eksperimennya di tujukan di Jerman, yang waktu itu juga masih di kuasai feodal monarki.  Walau kemudian sempat tercoreng di sejarah dengan kemunculan Hitler dan NAZI. Tapi kini pun Jerman kembali menjadi negara kapitalis maju di jaman modern. Yang di lihat oleh Marx adalah semangat kerja dan semangat untuk majunya dari orang Jerman, yang juga sebagai bagian rasa nasionalismenya. Tapi Frederich Engels melihat dari segi kemanusiawiannya.  Tapi Marx juga kemudian pindah tinggalnya di Inggeris hingga akhir hidupnya. Setelah mendapatkan input dari Engels, Marx menuliskan lanjutan tulisannya Manifesto Komunis, menjadi Das Kapital (Kontroversi dengan kapital). Dan sejarah kemunculan realisme di masa revolusi sosial, masih di jaman romantik (realisme juga sensibilitas romantik) ketika terjadi gerakan revolusi rakyat menentang penindasan dan  ketidakadilan dari pemerintahan yang tidak berpihak ke rakyat. Apalagi di situasi penduduk waktu itu banyak yang miskin, berbanding kesenjangan dengan elit pemerintah yang waktu itu berkuasanya  Monarki Kepala negara dan first lady negara : Raja Louis XVI dan permaisurinya Marie Antoinette yang nampak hidup mewah dan berfoya-foya, menyia-nyiakan uang negara, juga dengan para pejabatnya. Padahal bukan hanya Raja dan permaisuri, tapi para pejabatnya pun di Perancis telah lama di ketahui korupsi dan kaya. Sedangkan rakyat miskin dan mudah di perlakukan semena-mena, di buang ke penjara secara tidak adil dan di tindas. Maka sejak revolusi sosial, dipisah di negara Perancis, Kerajaan hanya menjadi simbol istimewa negara, bukan lagi sebagai penanggung jawab urusan penyelenggaraan pemerintah (kecuali jika turut terpilih dan masuk di jabatan pemerintahan) dan ada lagi pemerintah sebagai kepala negara dari rakyat untuk rakyat juga sebagai eksekutif (pelaksana pemerintahan). Jadi kalau ada ketidakpuasan dari rakyat mengenai hal pemerintahan maka protes/menyalahkannya tinggal ke Kepala negara/Presiden, pejabat. Dan di Perancis, kerajaan sebagai simbol istimewa masih turut di tanggung ekonominya oleh negara, di jaga dari jatuh miskin. Seperti di jaman Khulafaur Rasyidin I, Kholifah sayidina Abu Bakar ra., juga mulanya mengutamakan menanggung urusan keperluan ghonimah buat jatah keluarga NAbi SAW., hingga isteri2 beliau SAW. Bahkan saban rutin mengirimkan kiriman kebutuhan ghonimah secukupnya perbulannya. Karena soal hak keluarga Nabi SAW., hak istimewanya pula dari Al-Kitab, Sunatuloh (ketentuan ALLOH ) termasuk di Sunah Wajib bagi segenap umat Islam, bahkan universil. Dan Islam juga mengajarkan untuk bersedekah dari Nabi SAW., menganjurkan mengutamakan pada anggota keluarga yang miskin, di samping pada keluarga dzuriyah/cucu Nabi SAW., yang miskin hingga pada ahlul bait (isteri2)/suami2, kemudian baru ke yang lain fakir miskin. Georg Lukacs ini kelahiran Hungaria, tapi negaranya sempat di masuki invasi/nekolim militer Soviet di masa Stalin, pemimpin diktator sosio-komunis- diktator militer. Waktu itu Stalin sebagai Presiden juga di anggap sebagai hipokrit dan pemimpin diktator yang di politiknya juga melakukan propaganda-propaganda kamuflase politik/ istilah kini : kebohongan publik. Di antara tokoh kritis muda dari Rusia yang pandangan2 kritiknya menentang Stalin ialah Trotsky. Tapi Trotsky pun sempat kabur dari Rusia ke luar negeri. Tapi di negara pelariannya, juga kedatangan agen2 KGB/polisi gestapo kiriman Stalin, hingga di bunuh dan mati dengan cara mengenaskan dan nampak di intimidasi berat hingga bagian sekitar kepalanya nampak luka parah, otak, mata, telinga, hidung dan mulutnya hancur akibat di palu. Di pendapatnya pula di realisme sosial, Georg Lukas menuliskan : realitas bukan hanya yang nampak di permukaan, tapi perlu di gali untuk mendapatkan kenyataan sebenarnya. Adapun filsuf realisme dari AS, Edward Brightman juga berpendapat, realitas adalah plural.

Tubagus Arief Z-art

lukisan karya Sindusoedarsono/ S. Soedjojono-mengungsi. http://www.lukisan.info/

Tubagus Arief Z-art doc

Chaerul saleh, Wikana, AM Hanafi, sesama pejuang2 gerilya kemerdekaan sedang berdiskusi ketika kumpul di Markas API yang hancur di gempur tekanan penjajah, karya lukisan S.Soedjojono

Tubagus Arief Z-art doc

s.soedjojono-teman2 pejuang gerilya


href=”https://ilustrasiceritasurosenarobotik.files.wordpress.com/2013/06/s-soedjojono-teman2-pejuang-gerilya.jpg”>Tubagus Arief Z-art doc s.soedjojono-teman2 pejuang gerilya[/caption]

 

Tubagus Arief Z-art doc

Seko pejuang gerilya karya S.Soedjojono

Adapun di Indonesia, Bapak seni rupa realisme sosial ialah S.Soedjojono. Yang juga di sebut Bapak pembaharuan seni rupa Indonesia. Karya-karyanya di antaranya: Seko perintis gerilya, teman-teman seperjuangan gerilya kemerdekaan, jika dunia perempuan tanpa laki-laki,  naik andong (setelah Indonesia merdeka), Ibu menonton televisi. S.Soedjojono ini juga pernah ikut menjadi anggota gerilyawan di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan kembalinya nekolim penjajah Belanda memboncengi sekutu. Hingga turut pula termasuk di anggota PERSAGI (Persatuan ahli gambar Indonesia), berperan melegitimasi identitas pendirian institusi hingga sanggar2 nasional. Dan pernah pula di angkat menjadi anggota kehormatan di DPR., di masa orba yang anggota DPR hanya sekitaran 250 orang. Di masa orba anggota DPR yang di pilih hanya yang termasuk ahli-ahli di bidang kerakyatan. Atau seperti Ratno Timoer yang juga aktor senior. Dan walau mereka ahli-ahli di bidangnya, tapi juga hidup sederhana, tidak sombong dan merakyat. Jadi masih benaran pilihan istimewa sebagai wakil rakyat dari rakyat, untuk mewakili aspirasi rakyat. Ia juga menuliskan pandangan-pandangannya di seni rupa Indonesia. Di antaranya semangat untuk menggali dan menciptakan identitas jati diri di seni rupa Indonesia.

Tubagus Arief Z-art doc

kasih-abang (lukisan cat air). http://www.niknasri.com/?attachment_id=3386

    Kritik Moelyono, kemiskinan sekedar di jadikan obyek

  • Fantasi art/ gaya seni fantasi
Tubagus Arief Z-art

tn_1947 Sinbad the Sailor – Simbad el marino (ita) 01

Tubagus Arief Z-art

simbad el marino 8

Tubagus Arief Z-art

c clope de Harryhausen.1
http://simbadelmarino.blogspot.com/

Dari bacaan mendapati, fantasi art sebenarnya juga telah di temukan sejak masa dinasti Abbasiyah di kerajaan Islam Irak. Terdapat menonjolnya di karya cerita sastra, seperti Alif Laila (1001 malam), petualangan Sinbad, Aladin. Dimana di Abbasiyah juga sedang menggali kebudayaan Persia di padu menjadi seni budaya umat Islam. Kemudian perpaduan seni budaya kuno juga bersamaan kemunculan pendapat Ashobiiyah dari Syekh Ibnu Kholdun.  Berdasar mengamati terjadinya realita di masa itu bertumbuhan kerajaan2 Islam di berbagai penjuru bumi yang juga di latari kesesuaian dengan rasa kebangsaan di tanah airnya masing2. Di Jawa dengan pagelaran wayangnya Sunan Kalijaga. Jadinya seni di tiap wilayah bangsa umat Islam juga menghasilkan keragaman corak-corak tapi juga di padu dengan label kesatuan Islam. Atau contohnya di Afrika yang masih mayoritas wilayah umat Islam, muncul gitar khasnya, di Jawa juga muncul sitar, yang sebenarnya sama2 jenis gitar. Di timur tengah muncul corak motif geometrik Persia, maka di Jawa muncul motif batik. Di mana seniman-senimannya yang juga dari umat Islam terdapat membuat karya-karya bersifat khayalan, imajinasi, yang di rintis oleh orang Islam. Termasuk di karya seni lukis, hingga di desain motif/ornamen, seperti di motif bintang berbentung geometrik yang juga di jumpai menjadi penghias dinding/keramik di masjid, atau di elemen arsitekturnya. Di samping di masanya sedang terdapat misi-misi penjelajahan dan rintisan-rintisan ilmiah yang di lakukan orang-orang Islam (di berbagai bidang meliputi medis, astronomi, botani, ilmu hayat, ilmu bumi, seni, seperti dengan terdapatnya Ibnu Batutah, Ibnu Sina, Al-Farabi, dll.  Dan di antara rintisan ilmiah juga menjadi ilmu nyata bermanfaat bagi kemanusiaan. Contoh seperti penemuan dari Ibnu Sina di bidang ilmu bedah, Al-Farabi di bidang ilmu pengobatan dari tanaman. Di masa penjelajahan Ibnu Batuta, sebenarnya kegiatan sebagai penjelajah telah di lakukan sedari masa golongan sahabat2 ra., Nabi SAW. Di segenap timur tengah, Afrika, Asia, bahkan hingga ke suku Indian natif benua Amerika mayoritas berpenduduk umat Islam. Bahkan hingga di mayoritas kekuasaan pemerintah yang dulu masih kesultanan2 Islam semua. Seperti di Cina sejak abad 7 m., telah terdapat masjid pertama di propinsi Yunan, yang juga tempat kelahiran Laksamana Chengho/Zheng-he. Di Kamboja di abad 13 m., telah terdapat kesultanan Anom. Di Filipina mulanya bernama Mindanao, juga pusat pemerintahnya adalah kesultanan Mindanao juga terdapat di sekitar sejak abad 13 m. Di Indonesia telah terdapat kesultanan Perlak di abad 10m., hingga menjadi Samudera Pase di sekitar abad 12 m. Dan di Jawa telah terdapat kerajaan kecil Islam Panjalu di abad 8 m (cerita Raja Sunda Borosngora). Hingga kemunculan kesultanan-kesultanan di Jawa setelah keruntuhan kerajaan-kerajaan hindu Majapahit dan Pajajaran di Jawa. Yang kesultanan-kesultanannya pun masih keturunan dari wangsa sisa 2 kerajaan besar di Indonesia, Majapahit danPajajaran. Ibnu Sina pula yang pertama kali mempelajari anatomi manusia, bahkan dengan menggambarkannya. Maka ia juga di juluki Bapak medis Islam. Hingga ia pula yang pertama kali menemukan cara penyembuhan penyakit katarak /kebutaan di mata, dengan operasi katarak. Dan di jaman modern, ahli dari Eropa yang mengembangkan penyembuhan katarak  dengan alat laser yang di netralisir, dan maslahatnya adalah lebih menghilangkan rasa sakit ketimbang cara operasi katarak dari cara klasik. Seni gaya Fantasi juga merupakan gaya seni menggunakan bahasa kiasan (seperti majas di karya syair puisi) dan imajinasi. Kemudian di jaman modern Fantasi-art terdapat dengan kemunculan ilustrator Boris Valejo dari Amerika Selatan.

Tubagus Arief Z-art

erotic paint BorisValejo, adult female with insect

Yang karya-karya fantasi artnya juga berilustrasi dengan (kebanyakan) visual anatomi perempuan-perempuan elok, hingga dengan dongeng-dongeng fantasi, atau kiasan penemuannya di realita, di tampilkan dengan visual kiasan imajinasi. Ada miripnya dengan surealisme, di mana juga berkarya menggambarkan fantasi atau realita di gambarkan dengan kiasan imajinasi, walau realita yang juga masuk ke bidang tontonan itu pula kontroversinya di kenyataan sesungguhnya.

Tubagus Arief Z-art

erotic paint BorisValejo, meet controversial erotic (no ordinary love)

Di komik termasuk dengan karya dari ilustrator dari Spanyol yang pernah bermukim di Belanda, Don Lawrence.

  • Futurisme
Tubagus Arief Z-art doc

street-light-1909. Karya Giacomo Balla

Futurisme / Futurismo munculnya di awal abad 20 m., di barat ketika sedang gemar menyukai hal berhubungan kecepatan. Tandanya ketika di awal terjadinya perlombaan sains di bidang kecepatan, termasuk hingga di awal kemunculan balap F-1 di Italia. Maka pelukis Futurisme pertama pun ialah orang Italia, Giacomo Balla. Ia di ajak oleh kalangan pebisnis & komunitas sirkuit yang menggemari bidang penemuan di kecepatan di sirkuit, untuk melukiskan fenomena ini. Karyanya adalah Movement of Dog, melukiskan anjing dengan pergerakan kepala, badan dan kakinya berlari. Seperti demikian ia menggambarkannya. Dan karya2 futurisme juga bermunculan seperti karya melukiskan di sekitar kenyataan perlombaan F-1, balap motor, hingga demo pesawat jet, roket. Dan terdapat pula di karya2 komik, seperti Jean Michel Valiant  pembalap F-1dan petualangan Tanguy Laverdure.

  • Dadaisme & Surealisme
Tubagus Arief Z-art doc

dadaisme-surrealisme karya Salvador Dali: Persistence of time (jam karet). http://www.brigitte-tschamper.com/art-dada-surrealisme.html

Seusai perang dunia II, juga bermunculan terapi dan psikolog, latar mulanya untuk mengobati trauma akibat perang dunia. Kemudian terapi dan psikolog menjadi pengobatan di masalah psikis/kejiwaan manusia dalam menghadapi masalah di kenyataan hidupnya di jaman modern. Di antaranya muncul ahli psikolog dari barat, Sigmund Freud, sepertinya peranakan Jerman-Yahudi. Di seni rupa, terapinya di arahkan ke berkarya seni. Bahkan karya seninya pun menjadi kegiatan pekerjaan, eksibisi (aktifitas pameran) dan sarana komersil pula dengan menjual karya. Mulanya seusai perang dunia II, muncul Dadaisme, yang istilahnya berasal dari istilah permainan anak kecil, bermain kuda-kudaan. Yang pertama kali di munculkan gagasannya melalui perupa Marcel Duchamp. Dan karya-karyanya di masa kini mungkin juga di sebut tergolong di seni kontemporer. Karena karya-karyanya ada berupa instalasi, yang juga melibatkan perlengkapan di keseharian, seperti toilet yang di berinya judul air seni, dan di selipkan coretan2 di dindingnya. Hingga kuda mainan. Konsep Dadaisme seperti ungkapan seni adalah permainan.

  • Surealisme

Di seni lukisnya muncul Surealisme. Surealisme juga di artikan realita yang irasional, mimpi, imajinasi, berasal dari alam bawah sadar, terawangan, intuisi, mistis, ghoib, di luar realitas konvensional/umum. Mungkin yang di sebut paranormal juga termasuk yang di sebut berkemampuan surealis. Atau pelukis atau peseni, desainer ,yang juga memilikinya. Dan paranormal bukan hanya berupa seperti Permadi anggota partai Gerindra yang juga ketua Paguyuban Paranormal, bisa juga terdapat di antara sejarah dan rakyat, termasuk di utamanya Nabi-nabiyalloh, puteri Nabi SAW: saidah Fatimah ra., ulama muda ustadz Guntur, Ponari, tabib urut, pelukis, bahkan hingga Gurita bernama Paul. Para pelukisnya mula2 yang terkenal dari barat seperti : Giorgio de Chirico (Spanyol), Salvador Dali (Spanyol), dan Rene Magritte (Belgia). Salvador Dali juga terinspirasi karya dari Diego Velasquez pelukis klasik romantik yang berasal sama senegaranya. Lantaran karya dari Diego Velasquez ini juga sifatnya menemukan hal-hal aneh. Atau di karya pelukis romantik lainnya sama dari Spanyol, Fransisco Goya. Di karyanya juga terdapat menggambarkan peristiwa perjuangan gerilya merdeka Spanyol melawan penjajah (Perancis-masa Napoleon), hingga karya bernuansa mistis. Padahal romantik juga di artikan semangat Divinitas/semangat ber-Ketuhanan/ di terjemah Islamnya Syukur nikmat, misal ketika takjub mendapati pemandangan indah di gunung, laut,  kemudian mengingat Kebesaran Ilahi Robb, tapi di antara pelukisnya juga menemukan hal yang mistis/ghoib. Sejarah negara matador Spanyol ini mungkin ada miripnya dengan sejarah Indonesia, di masa kerajaan pernah menjadi penjajah, kemudian sempat pula mengalami korban penjajahan, kemudian pula bangsanya bergerilya dan meraih kemerdekaan mengalahkan penjajah di negerinya.

  • Ekspresionisme
  • Tubagus Arief Z-art

    axsoris-wassily kandinsky

    Tubagus Arief Z-art doc

    compositions-Wassily Kandinsky

Dari studi di sejarah kemunculannya, di dapati awal munculnya ekspresionisme bersamaan masa kemunculan dadaisme dan surealisme, bertepatan setelah usainya masa perang dunia II, di tandai dengan kemunculan karya-karya seperti dari Kathe Kolwitz, Otto Dix yang sama dari Jerman). Tapi ada juga di sebut terpengaruh dari pergerakan Der Blaue reiter di Jerman yang bahkan telah muncul sebelum Perang dunia I. Dari karya sastranya yang terkenal muncul karyanya Erich Fromm, yang juga di sebut sebagai filsuf ekspresionisme dari Jerman. Karya-karyanya kebanyakan mengungkapkan mengenai cinta dan romantik. Termasuk roman cinta antara laki-laki dan perempuan. Karya-karya ini munculnya juga sebagai obat / pengalih masa setelah trauma akibat masa perang dunia II. Di Jerman situasinya setelah perang dunia II, dan tewasnya diktator Hitler, Jerman terbagi menjadi 2, Republik Weimar (Jerman barat) yang juga tempat Chaerul Saleh di kirimkan Pak Karno melanjutkan kuliahnya. Dan Jerman Timur yang masih mempertahankan negaranya sebagai sosio-komunis-militer (neo NAZI). Republik Weimar yang juga tempat lahirnya Wimar Witoelar, filsuf Indonesia, peranakan Jerman-Jawa. Adalah negara yang kembali ke bentuk Republik-monarki Jerman. Di mana dulunya Hitler mengambil kekuasaan dari monarki Jerman, akibat kekecewaannya pada Perang Dunia I, Jerman kalah dan ia berpangkat kopral muda di waktu itu, hingga menyulutkan NAZI. Menurut kamus, ekspresi berarti ungkapan. Maka seni ekspresionis berarti seni ungkapan. Pergerakan seni ekspresionis mulanya muncul adalah gerakan yang di namai kelompoknya, “Der blaue reiter,” atau berarti penunggang kuda biru. Di antara dari pelukis-pelukisnya dari barat yang terkenal ialah Wassily Kandinsky (Rusia), Franz Marc (Jerman). Franz Marc  ini pelukis yang masuk ke militer untuk membela negaranya dan tewas di Perang dunia I. Hingga menjadi pelukis pahlawan perang. Wassily Kandinsky di samping melukis juga menuliskan teori seninya, ” Concerning the Spiritual of Arts.” Teori-teorinya adalah : Impresi, Improvisasi, Komposisi. Dan Wassily Kandinsky di samping pelukis juga musisi. Maka di musik juga muncul istilah komposisi seperti di seni rupa. Dan komposisi juga ada uraian ilmu-ilmunya. Tapi di kebiasaan terapannya menggunakan ‘rasa’ dari senimannya. Teringat dari ucapan teman, kalo di kanvas lo ya lo Rajanya. (waktu ngobrol iseng, hingga nunggu jam pulang di waktu masih kuliah). Dan karya Der Blaue Reiter ini yang mungkin dapat di golongkan ke jenis karya Abstrak ekspresionis. Jadi menurut urutannya Abstrak ekspresionis muncul lebih dulu, kemudian di susul ekspresionisme. Ekspresionisme melalui Kathe Kolwitz dan Otto Dix juga menjelma menjadi karya berupa realisme sosial dan ilustrasi kartun/karikatur.

    Seni Art Nouveau
    Seni art nouveau munculnya juga diabad 20 m, maka termasuk seni modern. Seni art nouveau juga melibatkan penggambaran motif2 di padu gaya modern.

  • Pop-art & Minimalisme

http://en.wikipedia.org/wiki/Pop_art Sejarah kemunculan Pop art berasal dari Inggeris, di tandai di sekitar era 1950-an dengan kemunculan karya dari Richard Hamilton. Pop art kemudian perkembangannya besar di AS.
Di AS memunculkan seperti Andi Warhol, Roy Lichtenstein, James Rosenquist (Pop-realism), Robert Rauschenberg.

Pop art ini mengambil sumber inspirasinya dari gejala tren yang terdapat di masanya, sejak masa modern abad 20 m.

Tubagus Arief Z-art doc

James-Rosenquist-The-Stowaway-Peers-Out-at-the-Speed-of-Light-2001

Tubagus Arief Z-art doc

images James Rosenquist

James Rosenquist ini yang pernah mampir sekalian pameran, presentasi, dan mengundang dosen dan civitas mahasiswa FSRD IKJ di TIM, Jakarta sekitar 1998.

Menurut dari filsafatnya, Pop art ini juga disebut mengambil filsafat seni, yakni neoplatonis. Berasal dari filsuf seni dari Yunani, Plato guru dari Aristoteles, yang filsafat seninya juga di kembangkan dan di kritik oleh Aristoteles. Seperti murid mencoba berkembang lebih bagus dari gurunya.Di mana Plato ini di tulisan filsafat seninya masih terasa menempatkan seni di posisi sangat rendah, hingga seperti masuk di golongan perbudakan. Kemudian di idealkan melalui Plato kedudukannya, sebagai manusia merdeka. Maka di tulisannya Poeitia (puisi), Aristoteles juga menyisipkan istilah2 darinya, seperti seni adalah khatarsis (terapi jiwa), dan techne (seni juga berteknik).

Dan Pop berarti juga lompatan, di arti lain walau menggunakan cara/ teknik curang, atau bermacam alat bantuan dalam berkarya. Seperti contoh melukis dengan bantuan alat fotografi di jaman modern. Berbeda dengan pelukis masa klasik.

Teringat dari ucapan alm pengajar lukis, fotografi hanya sebagai alat bantu. Bahkan dulu (era 1970-1990-an) seperti ada anjurannya, jika memakai alat fotografi, maka melukisnya pun mesti baku dari hasil foto sendiri.

Bersamaan munculnya aliran hiperrealisme/ realisme fotografis sejak sekitar 1980-an. Kemudian sempat muncul lagi di 1990-an.

Kemudian soal inipun tidak baku lagi. Modernitas juga terjadi perubahan dengan tenggang rasa kebijakan2. Di samping di 2000-an di teknologi kamera pun mengalami perubahan dari kamera film ke digital.

Dan di versi Old school, tiap pekerja seni, dalam berkarya walau menggunakan teknik akal2an tapi mesti dari hasil kerja sendiri.

Kecuali seperti di fenomena kini, misalkan di tim pembuat komik atau animasi, dan itupun juga di sebut segenap nama staf timnya.

Hingga juga menyebar ke segenap negara-negara di mulai dari sekitarnya, seperti Jepang (1960-an), hingga di Asia, (di Jepang dengan Tadanori Yokoo) termasuk pernah mampir gejala pop art di Indonesia, sekitar 1970-an, bersamaan dengan peristiwa munculnya Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) pertama kalinya. Pop-art dari penafsiran, berarti juga gaya karya seni yang menampilkan gejala/fenomena trend kekinian di masanya. Tapi ada pertanyaan juga lantas apa bedanya dengan realisme, karena juga berarti pengenalan/representasi (penampilan) kenyataan. Tapi Pop-art ini juga di lihat sebagai upaya terobosan untuk pembaharuan di gerakan seni di masa modern setelah telah lama melalui sejarah realisme sedari masa klasik-revolusi sosial. Dan di realisme juga ada sensibilitas romantik/ sensibilitas revolusi-sosial, karena kelahirannya juga di masa munculnya Karl Marx, filsuf sosialis-komunisme. Teringat dari pemberitahuan dosen di FSRD dulu, terdapat perbedaan antara istilah di seni yang menggunakan isme (paham/pemahaman) dengan art (gaya seni). Seperti misal terdapat istilah realisme, ekspresionisme, surealisme, abstraksionisme, pop-art, Op-art/Optik-art, posmodernisme-art. Minimalisme dari istilahnya dapat di artikan penyederhanaan.

Di antara karya minimalisme, dari Bridget Riley, yang juga pernah ikut di libatkan dalam pembuatan film James Bond, sekitar masa di perankan Sean Connery.

Di antara tokoh Pop art dari AS, Robert Rauschenberg juga masuk ke seni kontemporer, di mana ia juga memadukan lukisan, dan instalasi.

  • Optik Art/Op Art dan ilusi impossible art (seni ilusi optik dan seni kejanggalan/ ilusi visual).
Tubagus Arief Z-art doc

imptriangle

Tubagus Arief Z-art

limas-imposible Tb Arief Z

Tubagus Arief Z-art doc

magritte-rene-la-reproduction-interdite-c-1937

Tubagus Arief Z-art doc

rene magritte_163

Tubagus Arief Z-art doc

amaz_escher_home

Dari Optik Art/seni kejanggalan yang menonjol di antaranya, M.C Escher (Flander-Belanda) dan Jos de Mey (Flander-Belgia)-Impossible art. M.C.Escher di bukunya juga berpendapat, ia tidak condong merasa seniman tapi sebagai ilustrator. Seni optik/Op Art dapat juga berarti seni ilusi mata. Atau di sebut juga impossible art atau gaya seni kemustahilan. Dan karya-karya dari Op Art di visualnya kebanyakan yang nampak juga sebagai karya ilustrasi. Dan dengan trik manipulasi mata. Karya Optik art juga terdapat hingga di buat menjadi karya patung oleh pematung dari Jerman. Yang juga terinspirasi dari op-impossible art Roger Penrose dan karya Escher. Hasilnya pun nampak sama sulitnya di teknik pembuatannya.

Tubagus Arief Z-art doc

karya patung Victor Vasarely di taman kota

Tubagus Arief Z-art doc

patung karya G Sidharta di taman Jakarta

Di Indonesia sudah bermunculan ada yang di sebut bergaya dari realisme, surealisme, abstrak, ekspresionis, tapi yang op-art/imposibel art (seni mustahil) jarang. Bahkan belum terdapat di koleksi karya2 seni di istana. Juga di masa trio maestro hingga GSRB (1970-1980). Bahkan di karya pada pameran seni kontemporer di non-blok 1994 silam. Terdapatnya dari salah satu angkatan GSRB 1980-an, yakni pelukis Dede Eri Supria.

Tubagus Arief Z-art

Between _the_red_steel karya Dede Eri Supria. http://kreatiflahirdanbatin.blogspot.com/2009/10/dede-eri-supria.html

Bahkan bisa jadi yang terlebih dulu memulainya dari generasi muda FSRD di angkatan reformasi 98-an. Di antaranya melalui pameran Dialog 2 kota FSRD IKJ-ISI Yogya, pertama (1995) hingga ke-2 (1996).

Tb Arief Z-art

Fly over ekonomi metamorfosis. By Tb Arief Z-art.(2012) Lukisan cat akrilik di kanvas 120 X 90 cm. Price : Rp 2.5 juta/ 2,5 million rupiahs

Tubagus Arief Z-art

Branwir beware catastroph manipulate (relate Java-Porong-Sidoarjo mud-victim), (2004), by Tubagus Arief Z. Oil painting, acrylic on canvas 100 X 120 cm. If have finish, Price : Rp 1.5 juta

Tubagus Arief Z-art

crop step-6 Jaka Tarub di kontroversi masa bromocorah, by Tubagus Arief Z

Tubagus Arief Z-art

step-6 Jaka Tarub di kontroversi masa bromocorah, by Tubagus Arief Z

Seni Op-art juga di gunakan sebagai ungkapan bahwa di dunia ini juga terdapat pemandangan kasat mata, ilusi optik.

Atau seperti di fenomena pandangan fatamorgana, di mana seperti contoh seolah melihat oase tapi masih padang pasir, atau sebaliknya seolah di badai gurun ternyata dekat oase.

Atau seperti di seni hiburan sulap yang juga ada menggunakan manipulasi trik tipuan mata ke penontonnya, seperti menampilkan kemustahilan/kejanggalan dengan trik. Jika ada ilusi sulap, kenapa tidak bisa realita juga di sulap seperti dari tadinya di kira mimpi buruk menjadi oase.

Tubagus Arief Z-art doc

Alex Andreyev-digital painting yang juga belajar dari karya Magritte.http://muzikalia.com/foro_leermensajes.php?ref_foro=4&ref_mensaje=4915&numero=581&paginaanterior=30

Hiper-realisme/ realisme fotografis dan magic realisme
Hiperrealisme dapat di sebut juga sebagai terusan dari upaya neoplatonis, di jaman modern. Hiper-realisme ini muncul pertamakalinya di AS sekitar 1980-an.

  • Posmodern art dan seni kontemporer

http://en.wikipedia.org/wiki/Postmodern_art Di seni modern, terdapat pula di sebut nama arsitek dari Irak, Zaha Hadid termasuk di pelopor seni-posmodern/ seni-posmo. Seni kontemporer http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer Dari tulisan Jim Supangkat, yang waktu mahasiswanya pernah menjadi peserta GSRB di 1970-an, menyebut bahwa seni kontemporer adalah gabungan dari multi kesenian, yang juga gabungan dari tradisional/Old School, modern/ seni & desain kekinian. Seni kontemporer di antara pelopornya tersebut nama seperti Jean-Michel Basquiat, pelukis grafiti/mural di jalanan. Bahkan ia juga tinggal di jalanan. Walau ironisnya saking larut di jalanan juga hingga sebagai pemakai narkoba. Hingga juga bermunculan regenerasi seni yang juga mengambil nilai positif dari kontemporer, seperti juga tidak memakai narkoba. Tapi hanya mengambil referensi dari seni kontemporernya.

Terdapat lagi figur seniman kontemporer ialah sosok dari veteran perang Vietnam, Joseph Beuys. Di mana ia membuat karya berdasar ungkapan pengalamannya sebagai prajurit AS di perang itu dalam keadaan lemah di tolong serigala, dengan seni instalasi dan serigala.

Tubagus Arief Z-art doc

joseph beuyshttp://www.google.com/imgres?imgurl=http://uploads0.wikipaintings.org/images/joseph-beuys/i-like-america-and-america-likes-me.jpg&imgrefurl=http://www.wikipaintings.org/en/joseph-beuys/i-like-america-and-america-likes-me&h=1019&w=1600&sz=171&tbnid=GrHCSwQ925oGXM:&tbnh=85&tbnw=133&zoom=1&usg=__zBBFGW0HzlzWUUplxsqaO5L2XIk=&docid=QVTEA1vAR-6YeM&sa=X&ei=VL_aUYqoKsLWrQeatIDwDg&ved=0CIoBEP4dMAs#imgdii=_

Teringat, ada teman kakak, yang juga pernah dari veteran perang Vietnam (kena wamil di AS), kemudian hingga terdampar di Kalimantan. Dan enggan kembali ke AS. Kemudian menetap jadi warga Indonesia. Bahkan hingga ke Jakarta.

Seni digital
Seni digital di masa awalnya muncul nama pelopornya seperti Tadanori Yokoo (Jepang), yang terkenal sejak 1980-an. Ia juga memadukan karya seni lukis dan hologram, yang di taruh peralatan penggerak hologram di balik karyanya. Contoh di salah satu karyanya Tarzan dan Jane, di latar air terjunnya nampak bergerak, digerakkan dengan alat hologram.

Kemudian di tahun 2010-an muncul teknologi alat seni lukis digital, misal Wacom, produk unggulannya, yang pemakainya juga menjadi komunitas seni digital. Dan karena produk unggulan satu2nya maka juga jadi rawan naik harganya, apalagi juga produk impor dari AS.

Di samping menambah daftar produk ke budaya konsumerisme, tapi produknya pun hanya jadi keinginan untuk punya tapi tak mampu di dapat.

Padahal di pendidikan/fakultas seni rupa dan desain ada juga di ajarkan pertimbangan kesanggupan.

Seni dan artifisial
Seni/ art pernah dari bacaan juga di sandingkan dengan artifisial (buatan).

Pernah terdapat dari tulisannya Tommy F.Awuy, filsuf seni dari UI, yang juga pengajar di IKJ, menulis realisme keseolahan.

Seni realisme individu

Dari ilmu2 seni yang telah terdapat melalui sejarah kemunculan dan perkembangannya, nampak seni itu kian lama kian susah. Tapi sebagai individu2 yang ingin masuk ke bidang seni pun ada dengan pertimbangan kesanggupan dirinya. Di kenyataan belum tentu telah melebihi kemampuan dari segenap guru /pendahulunya.

Atau di harapkan jadi anomali2 berguna bagi bangsa negara, kemanusiaan.

Tapi di individu2 apalagi yang masih berusia muda juga terdapat semangat untuk menjajagi para master, guru/pendahulunya. Seperti adu kependekaran di kemampuan. Di samping untuk proses belajar peningkatan kemampuan.

Padahal di filsafat seni/estetika pun telah bermunculan sejak masa Plato, Aristoteles, neoplatonis (ingin menjajal melebihi kemampuan guru2 /pendahulunya di bidang seni), hingga Al-Ghozali.

Dan terdapat kenyataan, di pelajar seni, misalkan di antaranya dari seni lukis, di mana juga pernah mencoba penjelajahan di berbagai gaya lukis, misal realisme, surealis, pop art, impresionis, fantasi art, art nouveau hingga imposible art.

Seni realisme individu ini munculnya baru sejak di 2004, di Indonesia. Terdaftar di ujian strata Sarjana S-1 di FSRD IKJ.

Atau contoh lain dari pemusik, di mana ada terdapat melakukan penjelajahan di gaya musik, misalkan blues, jazz, hingga country, atau pop, rock, dalam proses bermusiknya.

Dan sajian pustaka seni pun telah banyak terdapat, apalagi di milenium 2000-an ini.

Teringat pula sejak di milenium 2000 terdengar kata, kini adalah era informasi. Maka kemudian juga bermunculan IT/Teknologi informasi.

Dan ada dari ucapan founding father Pak Karno, menciptakan bangsa berdikari, yang juga segenap individu2nya merdeka, dalam artian merdeka sesungguhnya, di ekonomi/kesejahteraan, ketenteraman, berumahtangga, hajat hidup, di privasi hak individu2.

Asal istilah individu ini berasal dari bahasa perorangan makhluk sosial. Juga dengan kebutuhannya masing2, di mana di segenap manusia juga terdapat kelompok2 bidang kerja, yang juga punya kebutuhan prasarana sesuai bidangnya.

Contoh terdapatnya bidang seni, ekonomi/akuntansi, teknik sipil, agrikultur/pertanian, agama, militer, dll. Dan di realita ada pula yang berkegiatan di multi bidang.

Dan ada juga yang punya kesamaan keperluan kebutuhan di prasarana, misalkan di prasarana transportasi, sembako, dan modal/ duit secukupnya. Atau di ingatan pelajaran ekonomi di sekolah menengah umum, kebutuhan prasarana demikian di sebutnya kebutuhan ekonomi primer. Di samping ada kebutuhan ekonomi sekunder, hingga tertier (mewah/istimewa). Dan yang tertier/mewah ini yang di nomortigakan, bahkan walau di sebut mewah/istimewa, tapi seolah mewah/istimewa dan kadang harganya juga melalui penawaran (yang juga istilah di ilmu ekonomi) bisa tidak mahal.

Di kenyataan, antara kebutuhan primer (sandang, pangan, papan/rumah) dan sekunder (perkakas/ alat kerja), hingga tertier yang jadi pertimbangan utama juga di kebutuhan keperluan individu2 di keseharian. Di samping adanya kenyataan manusia juga ingin maju, dan bisa mengikuti perkembangan modern. Di mana kebutuhan sekunder jadi bisa masuk ke primer. Biasanya lantaran hubungan di bidang kerja.

Dan terdapat pula seperti odol, sikat gigi, sabun mandi, shampoo, hingga handuk (peralatan mandi), hingga rokok (masuknya di pangan buat komunitas perokok-minimal usia baligh) juga termasuk di kebutuhan primer di keseharian. Walau di pelajaran ekonomi dan akuntansi di sekolah hanya di sebutnya primer : sandang,pangan, papan.

Atau terdapat keluarga berumah besar, mewah, padahal anggota keluarganya hanya berjumlah 4 orang. Dan berbanding di samping realitanya terdapat keluarga/orang tunawisma. Korban banjir, tapi juga akibat warga urbanisasi yang pindahnya menempati di sekitar kawasan saluran kali2 di Jakarta.

Padahal ekonomi juga adalah ilmu penyaluran sesuai keperluan. Akuntansi juga berarti akuntabilitas/ ilmu hitung keseimbangan.

Itulah tanda di masa kini Indonesia jadi kapitalisme-individual (kapitalisme mementingkan ego/diri sendiri), padahal founding fathernya Pak Karno awalnya bertujuan membuat bentuk negara RI sebagai (empati/gotong royong) sosio-nasional. Di samping pernah pula beliau mengucapkan nasakom. Atau dulu pernah muncul Madilog Tan malaka.

Dan demokrasi Indonesia juga demokrasi jurdil (jujur dan adil).
Seperti rawannya di kebutuhan ekonomi primer dan sekunder ini yang bisa jadi mahal, akibat munculnya benak di tengkulak.

Contoh kebutuhan ekonomi sekunder/perkakas, seperti kompor, oven, pemasak air, panci, keran air, alat setrika, vacuum cleaner, alat2 lukis/gambar, cangkul, sekop, sapu, tang, obeng, gunting, cutter, pisau, golok, dll

Adapun tertier ini juga bisa termasuk hasil karya seni, perangkat komputer personal (PC), kamera, mobil, motor di segenap kebutuhan ekonomi manusia.

Dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari dan distribusi (penyaluran) menyesuaikan kebutuhan keperluan manusia di keseharian.

Di kamus bahasa, di jajaran istilah individu ( dimana juga terdapat perbedaan arti individu, individual, individualisme) juga terdapat istilah individualisme, yang artinya hak istimewa individu dalam negara bahkan dan internasional yang juga terdapat di Undang2 sejak lama. Hak istimewa ini maksudnya di tujukan pada hak golongan bangsawan kasepuhan, di terjemah/ kesimpulan arti sebenarnya. Seperti di terjemah isi pasal 18 UUD 45 BAB otonomi daerah : Pemerintah, MPR, DPR, wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan. Dan di sejarah kerajaan juga telah terdapat pembagian/pengklasifikasian antara kelompok keluarga kasepuhan ningrat dan kanoman (turunan Raja/Raja, tapi juga ada kakak kasepuhannya di keningratan).

Di Qur’an individu di sebutnya di judul surat al-Insan. Tersebut di surat al-Insan, sebaik2 manusia adalah yang ‘kembali’ mengambil jalan ke Robb-Nya.

Dan hubungan terjemah/ risalahnya adalah dari sumber hadits Nabi SAW., ketika di hadapan umat Islam sambil memandang cucu sulungnya, Hasan ra., berkata : Cucuku ini sayid (pemimpin istimewa). Dari sumber hadits shohih riwayat ‘Ulama Bukhori. Dan terdapat juga hadits dari Nabi SAW., Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin ada pertanggungjawabannya.

Di Qur’an juga tersebut, amanat berlaku adil, tolong-menolong dalam kebajikan (QS al-Maidah;5), berlaku adil mendekati takwa. Kulil haq/ Katakan kebenaran. Nabi SAW., juga bersabda, Jihad utama adalah pernyataan keadilan terhadap penguasa yang berbuat menzholimi.

Dan hadits tersebut juga ada hikmatnya, seperti di hubungan realita kini, keluarga sayidina Hasan ra., telah tiada, dan siapa kelompok sisa keluarga tersulung di dzuriyah/cucu Nabi SAW., dari sayidina Husain ra. Yang juga tanda sisa dengan siapa sebagai kelompok keluarga sulung di Bani Ismail di jaman modern ini. Di mana Nabi Ismail juga putera sulung dari Nabi Ibrohim ‘as., kakak dari Nabi Ishak ‘as hingga Bani Ishak.

Sebaik contoh Suri teladan tentunya dari Nabi SAW., di mana beliau SAW., sebagai pemimpin juga mengasihi orang fakir miskin, anak2 yatim. Bahkan pernah di tegur ALLOH SWT., dengan sambaran, ketika condong berpihak ke golongan orang kaya seperti terdapat di QS ‘Abasa, tapi mengabaikan yang miskin. Di tegur untuk berbuat adil.

Desain
Dari teman, pernah mendengar ucapan, desain adalah juga sebagai problem solver.
Istilah desain di Indonesia populernya di sekitar 1980-an. Sebelumnya pekerjaan2nya seperti di bidang desain grafis/komunikasi visual misal di ilustrasi hingga airbrush masih di pegang pelukis. Seperti di pekerjaan membuat poster2 di film bioskop. Dan di percetakannya di pegang seni grafis, jadi dulunya di pegang orang2 seni rupa. Dan di desain interiornya dulunya di pegang arsitektur dan seniman patung. atau di pekerjaan pembuat papan reklame, atau papan tanda, spanduk, baliho.

Di desain produknya dulunya di pegang seni kriya, yang meliputi kriya kayu, tekstil dan logam, juga seni patung.

Dan dari ucapan dosen, juga pernah mengatakan, seni rupa itu induk. Dan di temukan di sejarah dosen2 pengajar di FSRD, di periode mulanya segenapnya tadinya lulusan senirupa yang termasuk mengajar di jurusan Desain. Hingga setelah ada lulusan desain terbaik di masukkan ke angkatan regenerasi dosen di desain.

Kemudian di FSRD pun terjadi pengembangan kurikulum, yang juga di tempatkan buat yang di jurusan seni rupa dan desain.

Di samping sekitar 1990-an di Indonesia mulai muncul teknologi komputer, yang juga sempat di namai komputer grafis. Dan di 1980-an juga alm Steve Jobs baru menciptakan komputer PC Mac yang juga untuk keperluan grafik (gambar). Di mana pada pembukaannya ia juga mengutip ucapan dari pelukis Pablo Picasso.

Mulai di 1990-an pelajaran komputer grafis, juga fotografi di tempatkannya hanya pada bidang desain grafis.

Dan di akademi seni rupa masih hanya di beri pelajaran Old school, mungkin juga di samping untuk menghemat biaya listrik di kampus. Apalagi di jurusan seni lukis yang hanya menggunakan lampu neon Philips yang masih murah di jaman orba. Dan keuntungan lain, bayaran kuliahnya jadi lebih murah di samping mahasiswa2 jurusan lain.

Dan di 1990-an program Wordstar pun masih boleh di pakai untuk keperluan mengetik tugas penulisan hingga skripsi, apalagi jika sekalian punya mesin printernya (tapi masalahnya mungkin update di tintanya di masa kini), atau meski masih menggunakan mesin ketik yang terbagusnya merk Brother di 1980-an. Dan dulu seperti foto masih boleh tempelan di penulisan tugas.

Dan di perkembangan teknologi juga terdapat menghasilkan alat scanner. Yang buat keperluan sekolah juga masih penting, misal buat kliping. Atau buat yang masih di keperluan berhubung masih berkutat di bidang menggambar teknik Old school.

Dan termasuk mempengaruhi terasanya biaya sekolah dan kuliah kini di banding dulu. Hingga sejujurnya buat siswa lebih baik lebih cepat mengejar lulus sekolah di pertimbangan biaya sekolah paket hemat, ketimbang praktikum studinya di sekolah, karena juga enggan di kenai di biaya gandanya di sekolah. Lebih baik praktikumnya di hubungan dengan teknologi ketika sudah lulus di luar sekolah. Sekolah cuma buat pengantar, di samping juga dengan upaya menghindar di tahan dari buatan guru/ dosen yang ada juga mengambil celah mencari tambahan dapat duit/ pungli intelektual. Padahal guru/dosen juga tau kelegaan siswa adalah di kelulusannya, setelah dapat titel, maka tinggal melanjutkan studi ekstrakurikuler/ bidang lapangan tapi tanpa beban biaya dari sekolah. Dan di fenomena kini sejak dulu pun Depdikbud juga telah di curigai korupsi.

Termasuk di andalan desain grafis, adalah mata kuliah Tipografi.

Pernah juga dari bacaan di sebut, seperti di bidang desain grafis juga bak arsitektur di bidang grafis. Sebagai penata yang juga memanfaatkan bidang.

Di tipografi pun mesti memperhitungkan penyesuaian nilai poin huruf antara buat yang pembaca matanya sehat, usia muda dan untuk usia tua. Contoh di salah satu pelajaran ketika di tempatkan di setting kolom di halaman koran. Yang terdapat pula kolom hanya berukuran sekitar 6 X 4 cm. Dan pula merancang penataan info di kolom itu.

Dan pula mesti menampilkan info jelas terbaca.

Di masa lalu, di rumah teringat alm kakak (ke-2) laki2 yang arsitek pernah berdebat kakak (ke-3) perempuan yang desainer interior, ketika sedang membahas penataan rumah sendiri.

Alm kakak ke-2 juga pernah memberikan buku yang judulnya Architecture & anatomy. Di buku itu nampak desain arsitektur bangunan juga mesti mempertimbangkan kenyamanan dengan anatomi manusia. Yang sedihnya, alm kakak memberikan buku itu dekat menjelang mangkatnya. Seperti istilahnya mungkin dapat intuisi. Ada pula pesan kakak yang lain, kamu jangan terpaku belajar itu aja, coba perhatikan yang lain/sekitar.

Dan ketika di kampus pun, mendengar dari dosen juga bilang pada mahasiswanya, kamu punya dimensi gak?

Pernah dari teman alm kakak ini juga waktu di Surabaya, mendapat pekerjaan melukis mural di komplek perkantoran Bank Ekonomi, di jl.Prapen. Dan temannya alm kakak yang juga kenalannya kakak sulung ke-1 juga dosen lukis di Unair.

Dan di DKS (Dewan Kesenian Surabaya), nampak suasananya berbeda dengan DKJ, di mana nampak seperti perbandingan antara Balai seni rakyat dengan kantor. Dan di DKS, antara dosen, pengurus DKS, dan civitas alumni atau mahasiswa masih menjalin hubungan kekompakan.

Di perbedaan lain, seperti di galeri TIM jika pameran walau ke civitas pun baku di kenai tarif Rp 700.000 seminggu itu pun di tahun 1990-an. Tapi di DKS tahun 2000-an bisa tidak di kenai biaya buat civitas yang bahkan ada sekretariatnya di sana.

Waktu di Surabaya, tinggalnya di hotel Brantas milik teman alm kakak ke-2. Hingga tiap ketika bekerja melukis mural dengan spraygun dan kompresor bensin merk Honda bersama civitas sesebaya dari Unair, ada di tanya, kamu tidur di hotel ya, enak dong, kan ada musiknya kalo malam.

Kemudian teman yang bertanya, dan juga rajin mengantar dengan motornya tiap berangkat hingga pulang, hingga mulai naik kendaraan umum sambil mengamati jalan2 di Surabaya, di malamnya nampak ikutan mendengar musik, persis di malam minggu.

Teringat jika di malamnya kadang juga nampak pelukis Cak Kandar dan Setyoko ketika pelukis senior, Setyoko pameran di galeri di hotel Berantas.

Kadang di hotel Brantas yang juga di namai demikian, karena di dekat sampingnya melintas kali Brantas peninggalan Prabhu Airlangga, juga kedatangan musisi senior seperti Mus Mujiono, George Benson/maestro jazz Indonesia.

Dan hotel Brantas juga hotel bersejarah, di samping gedungnya pun masih nampak berupa bangunan Belanda kota tua.

Dan Surabaya juga kota yang merupakan ujung 2 pucuk kota-kota terbesar di Jawa, bersama Jakarta. Di samping sebagai kota terbesar ke-2 setelah Jakarta.

Dan di Surabaya,di kotanya juga di topang dengan terdapat kawasan industri. Tapi bedanya ketidaknyamanan di sana adalah di suhu terik panasnya ketimbang di Jakarta.

Maka jika di sana warga nampak banyaknya keluar di malam hari.

Di desain/ seni rancang, juga terdapat mempelajari komposisi. Sama seperti di seni lukis/ seni rupa.

Dan soal komposisi ini nampak tidak hanya di seni/desain, teknik sipil arsitektur, komponen, bahkan dll, bahkan hingga di pemerintahan pun ada berkutat juga di komposisi. Seperti contoh adanya tata negara, tata wilayah, tata kota.

BAB III
Seni & Desain, estetika dan apresiasi budi daya (budaya).

Dan di abad 20 m., ini seni dan desain telah lama berpadu. Pernah dari diri sendiri bertanya, apa sih bedanya seni dan desain? Padahal seperti di akademi juga tercantumnya penggabungan Fakultas seni rupa (seni) dan desain.

Tapi di kenyataan seperti di lowongan/ di lapangan kerja modern juga menemukan terdapatnya diskriminasi antara seni rupa dan desain. Padahal dari dosen pernah diberitahunya seni rupalah induk/kakak kasepuhan dari desain. Pernah juga mendengar dari ucapan teman, ah seni rupa mah dulu, udah ketinggalan jaman, itu-itu aja,,,seni rupa sudah mati tidak bisa berkembang lagi, kalo modern sih desain. Dan kini desain bakal lebih progresif berkembang. Padahal si teman ini juga dapat kursi desain grafisnya dari saya, yang pindah ke lukis, dan dia di terimanya dari lukis ke desain grafis, yang juga mengambil kesempatan bangku kelas desain grafisnya tadinya dari tiket bangku saya. Hingga dengan ucapannya seperti gue mau pindah karena buat kerja. Dan beli cat mahal. Dan saya juga tidak menerima pendapatnya, seolah di seni jadinya kebagian buat bahan bakunya kenapa mesti di hargai mahal, dan kenapa lapangan kerja cuman buat desain, semua bidang juga butuh mendapat kesempatan kerja dan mencari nafkah, juga sama ingin sejahtera dan mendapat kebahagiaan di kehidupan ini.

Dan berkarya di seni, juga tidak perlu bermodal mahal, melainkan juga dengan kesanggupan. Kontroversinya di imbas pendapatnya bahan buat berkarya seni malah jadi di buat mahal. Seperti mawasnya dari malah seperti di kenai lemparan bom oleh teman sendiri. Tapi dari teman tersebut pun ada juga pendapatnya yang benar, ketika ia mengkritik soal disiplin waktu ke saya dalam bekerja ke orang.

Dan manusia mungkin ada yang bisa berdisiplin waktu, ada yang tidak entah dari seni atau desain juga di realitanya, lantaran juga karena masalah-masalah di dalamnya, misalkan juga mengerjakan pekerjaan PR tambahan, di luar jam kerja kantor misalkan, juga soal jarak jauh ke tempat kantor, misal dari Jaksel ke ujung Jaktim di Bantar gebang, hingga dengan kena masalah macet di perjalanan yang juga berjarak jauh. Di mana di awal hari kerjanya saja bisa tepat waktu, tapi di kemudian hari setelah dengan mengalami masalah2 juga dengan degradasi fisik, lelah, tersebut di realita manusiawinya juga mengalami degradasi soal disiplin waktu lantaran situasi demikian. Dan di komunitas seni dan desain pula walau dari akademik, juga tidak semua bermental hanya sebagai pekerja tetap di kantor. Tapi ada juga yang punya keinginan wirausaha sendiri, walau tadinya sempat bekerja di perusahaan. Atau seperti terdapatnya status pekerja tetap dan freelance. Atau kuat bertahan di rutinitas kedisiplinan waktu di bekerja di kantor. Di samping juga akibat masalah transportasi, kemacetan yang makin padat dan jarak perjalanan, juga mempengaruhi ke daya tahan fisik, apalagi ke yang memakai kendaraan umum dan motor. Yang kendaraan motor konsentrasinya juga lain dengan yang bermobil, juga mempengaruhi di rasa lelahnya, juga yang berkendaraan umum, juga mesti berjalan kaki pula, juga merasakan ketidaknyamanan di kendaraan umum, seperti mesti berdiri ketika penuh, di jejali dengan berdesak-desakan kepenuhan di kendaraan umumnya seperti yang pernah terjadi selama ini di beberapa pelayanan kendaraan umum.

Tapi si teman ini, ternyata berkata demikian juga setelah mengalami kecelakaan dengan sepeda motornya, yang kecelakaan itu juga mengakibatkannya sempat gegar otak, dan kecelakaannya juga akibat kesalahannya mengebut di jalan pemuda yang kerap di lintasi truk2 dan jalannya berlobang. Hingga ketika dengan mengebutkan motornya terlempar, setelah juga melewati lubang di jalan rusak.

BAB IV
Ekspresi Strategi kebudayaan dengan interaksi hubungan demokrasi jurdil, modal dan ekonomi kerakyatan, infrastruktur, reformasi politik menghadapi kontroversi modern dengan akibat usikan korupsi

Terdapat pertanyaan di benak, apa kebudayaan tempatnya hanya di kebudayaan, padahal di realita keseharian dengan segenap manusia, dan bidang2 juga berjaringan. Seperti teringat dari ucapan keponakan dari kekerabatan Surosowan-Bogor yang berusia lebih tua,,,,,sepertinya semua berjaringan.

Atau teringat ketika menginap di rumah teman kuliah, di komplek Rancho indah, dan ketika sambil berbincang iseng di malam hari sambil menunggu datangnya mie dug2 (tukang mie keliling dengan kentongan) di samping mulai lapar dan warung2 sekitar sudah tutup mulai pk 19.00 WIB, darinya pula terdapat ucapan,,,lo perlu tau soal politik. Jangan cuma di seni aja, atau desain aja.

Ekspresi strategi pertimbangan2

Ekspresi Andai-andai jadi Menteri Budaya dan pariwisata

Dan seperti saya, karena walau anak yatim dan miskin, tapi juga keturunan bangsawan kasepuhan tergolong keluarga Pangeran Jakarta di Jakarta, tapi juga naik kendaraan umum, karena di saku juga tidak ada buat naik taksi. Dan sejujurnya inginnya punya kendaraan mobil sendiri, juga nyetir sendiri, seperti Uwak Dr.Chaerul Saleh yang bahkan hingga beliau jadi pejabat. Yang bahkan hanya memiliki 1 mobil, juga seken, berwarna merah. Dan warna merah ini juga ada di simbolkan bak warna realisme. Berhubung sejarah realisme yang juga munculnya di masa revolusi sosial. Ketika di jalan dari kendaraan umum atau berjalan kaki melihat mobil2 melintas juga menjadi kecewa, atau ketika di tayangan berita melihat Sri Sultan Hamengkubhuwono X juga di antar naik mobil walau Toyota kijang yang masih di sebut kendaraan pribadi menengah, tapi berbanding diri dengan hak sebagai Pangeran Jakarta, pangeran kasepuhan, bahkan juga di segenap dinasti kesultanan Mataram, karena juga berasal dari keraton kasepuhan Kota Gede/ Dul Gendhu, mestinya abang dari walau pada Sultan Jogja HB X, Surakarta, Pakubhuwono, juga warga lama di Jakarta juga di rasa tidak adil di kenyataan pembagian jatah kesejahteraan. Kalaupun sekadar mengalah di jatah keistimewaan dengan kerabat-kerabat yang menjadi Sultan dengan sebagai protokoler tata krama jatah istimewanya buat Sultan dan ningrat tidak menjadi Sultan berbeda tak mengapa, tapi hingga mengalah terus2an hanya naik kendaraan umum di samakan dengan rakyat jelata, juga tidak rela, juga kontroversi di rasa keadilannya. Di mana juga kontroversi dengan pelayanan kendaraan umum yang ada belum nyaman buat fasilitas transportasi rakyat. Atau pun jika nyata menjadi Sultan Jakarta, lantaran ada hak kesempatannya termasuk peranakan kasepuhan Pangeran Jakarta, seperti cucu Panembahan Sutawijaya langsung dari kedaton Kota gede-Yogya, pindah kedaton di Jakarta, dengan para Pangeran Mangkunegara dan P.Puger di Sultan-sultan di Surakarta dan Jogja, kemudian muncul sebagai Sultan di usia muda dan lebih kuat atau dengan menyetir dan memiliki kendaraan pribadinya sendiri juga masih punya bibit usaha agrobisnis Pamaricannya, bagaimana juga di sesuaikan dengan hak rasa keadilan, mestinya jatah kasepuhan lebih istimewa dari adik kekerabatannya, apalagi juga masih bisa naik takhta sebagai Sultan Jakarta dengan kesultanannya yang lebih kuat,walau pada kerabat2nya yang berstatus Sultan, di Banten, Pakubuwono, Surakarta, Jogjakarta. Bahkan seperti Sri Sultan HB X di ketahui juga telah lama di Golkar, dulunya, dan saya yang juga dari putera mahkota kedaton kasepuhan kesultanan Jakarta, sama2 turunan Bhre (bangsawan) Majapahit, bahkan di kasepuhannya, juga sejak lama memilih PDIP, tapi sebagai kasepuhan kecewa juga di ketidakadilan jatah hak istimewa, sesuai pasal 18 UUD, BAB Otonomi Daerah : Pemerintah, MPR,DPR, negara wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan. Lagipula di realitanya banyak Raja2/Sultan2 di masa KIB baru mendapatkan takhtanya di masa pemerintahan KIB-SBY. Termasuk Sultan Banten, juga Sultan HB X yang mendapat hak istimewa RUUKnya juga melalui kepresidenan SBY, di samping telah lama menjadi orang Golkar sejak dulunya. Tapi coba perhatikan dengan seksama, mana Sultan yang juga sama dari Bhre Majapahit, bahkan kasepuhan juga di kalangan segenap ningrat Jawa, bahkan di Indonesia dan internasional, juga dulunya pernah ketika masih mahasiswa juga termasuk di peristiwa reformasi 98, bahkan juga mahasiswa di Jakarta, keluarga Pangeran Jakarta juga, juga kemenakan Dr.Chaerul Saleh, bak mahamantri Singosari-bakal Majapahit, mantan pejabat tangan kanan Pak Karno di masa orla, kemudian naik takhta bahkan bisa muncul sebagai Sultan Jakarta dengan kesultanannya yang kuat. Tapi nyatanya di masa KIB-SBY, bahkan jika pun di undang di masa kepresidenannya sebagai simbol Bhre Majapahit yang Menak Jingga dengan antek2nya, atau Layang seta dan kumitirnya, pun tidak sudi. Tapi kemunculan Sultan-sultan atau Raja-raja kini yang juga di lantik bertakhtanya baru di masa KIB SBY, bak Sultan-sultan/Raja2 yang muncul dari rezim pengesahan Menak Jingga, tapi juga tanpa kemunculan Sultan kasepuhan muda Bhre Damarwulan, yang lebih baik muncul naik takhtanya di masa Ken Arok, pemimpin dari Sudra yang juga merakyat, dan potensinya untuk menjadi pemimpin yang dapat memperbaiki kondisi nelangsa bangsa dan negara, juga terpercaya dari rakyat. Ketimbang Bhre Kediri Kertajaya ketika jadi Prabhu malahan menjadi pemimpin negara Menak jingga. Hingga juga mewariskan negara pada putera raksasanya atau di ambil layangseta dan layang kumitir bangsa. Negara Indonesia penguasanya Menak Jingga dan antek-anteknya, atau layangseta dan layang kumitir modern juga menjadi kontroversi. Padahal di jaman modern kini telah lama tidak ada lagi pralaya Paregreg Majapahit seperti dulu di masa kuno. Tapi di sesama turunan Bhre Majapahit juga masih ada yang berbuat ala Kurawa, ketika berkedudukan. Jadi membuat memunculkan pralaya paregreg tapi juga dengan bersiasat, karena seperti di sejarah dulu, para turunan Bhre Majapahit juga sama orang kuat, dan juga punya orang-orang kelompoknya., apalagi yang juga berkedudukan di kekuasaan negara tapi sebagai pemimpin juga sebagai Prabhu Majapahit raksasa-Menak jingga. Juga dengan putera2nya Layangseta dan layang kumitir yang juga berstatus putera2 pemimpin politik negara, tapi juga bersifat bak Kurawa di keturunan keluarga besar kerajaan negeri Ngastina. Sementara Damar Wulannya yang sebenarnya juga putera Raja/Bhre Majapahit adanya di rakyat, bahkan statusnya juga rakyat, dengan kemiskinannya bersama rakyat, di buat jadi miskin di pendam jadi rakyat, setelah pralaya paregreg dan di bunuhnya Uwaknya Dr.Chaerul Saleh yang di masa orla jadi pejabat masa founding father, masih lajang di usianya hampir ke 40 tahun setelah termasuk paling lama di status anak yatimnya, padahal di hak istimewa sebenarnya juga berhak sebagai putera mahkota kerajaan kasepuhan di Majapahit. Tapi yang muncul terpilih sebagai penguasa, pemimpin, pejabat di kekuasaan negara malahan yang Menakjingga atau Layang seta dan layang kumitir. Dan itulah cerita rakyat Jawa sejak dulu, di kontroversi dan kritiknya pada pemimpinnya, walau juga dari Bhre Majapahit tapi demikian, malahan ada di aku-akui sebagai ksatria piningit atau cucunya bakal ksatria piningit padahal Menak jingga, layang seta dan layang kumitir juga dari Bhre Majapahit timur. Demikian juga Damar Wulan dari kakeknya. Atau di telusur dari sejarah, seperti Bapak Ir. Soekarno, Pemimpin besar revolusi, di Jas merahnya juga menikah beberapa kali. Dan di tulisannya di buku Sarinah, beliau juga menuliskan untuk menjadi pemimpin besar di baliknya juga perlu pendamping perempuan-perempuan hebat. Atau seperti di pertanyaan, misal kini terdengar info banyak rakyat telah setuju untuk mencalonkan Pak Jokowi jadi RI-1/Presiden, tapi pula nantinya di pendamping-pendamping seperti di Kementerian pun siapa-siapa dan semoga bukan lagi antek Menak jingga dari selama masa keburukan pemerintahan kemarin. Atau siapa pemimpin negara 10 tahun setelah Pak Jokowi, yang kiranya di antara usia dari 50-40-30 tahun. Dan usia Pak Jokowi pun kini di 2013 telah 52 tahun, yang di mahasiswa sesebaya di peristiwa 98 di sekitaran usia 30 tahun lebih-38-40 tahun kini. Yang setelah pilpres 2014, 10 tahun ke depan usianya sekitaran 41 tahun lebih-49-51 tahun di sekitar 2024. Di samping dari kenyataan kemarin-kemarin juga terdapat orang-orang yang mangkatnya juga di usia muda, walau tubuhnya nampak kuat, contoh di peristiwa mangkatnya Adjie Massaid, anggota DPR dari Demokrat. Dan di sejarah juga di ketahui, Ki Sunan Gunung Jati yang juga menjadi Wali pandita Ratu/Wali Raja, hingga di usianya ke 109 tahun, entah juga apa turunannya pula mewarisi genetiknya hingga bisa turut berusia panjang pula seperti beliau. Atau bisa awet muda bak Bon Jovi. Saya juga termasuk cucu moyang yang juga mewarisi sebagian darah genetik dari beliau, dan pernah juga ada niat mencoba seandainya bisa berusia panjang seperti beliau, kakek moyang Ki Sunan Gunung Jati/Ki Syarif Hidayatuloh. Dan mengetahui dari Ibu juga, dari nenek buyut, hingga kakek uyut, nenek dari Ibu juga kebanyakan berusianya panjang-panjang, bahkan hingga ke Aki yang juga perokok, Insya ALLOH, WalloHu a’lam bishshowab. Dan jika membaca di sejarah, yang nampak berusia panjang adalah Raja-raja Pajajaran. Seperti Prabhu Siliwangi juga berusia panjang. Di mana ia juga menguasai Tumasik mengambil dari Majapahit yang mulai mengendur akibat pralaya paregreg berkepanjangan, pembesarnya juga korupsi, Raja-rajanya saling bunuh untuk naik takhta bahkan merebut takhta dengan cara curang, ketika jadi Raja pemimpin negara juga malah jadi Prabhu Menak jingga. Kemudian di ubah jadi Mertasinga, bahkan jauh sebelum kemudian di wilayah sebelah utaranya, Malaka di ambil oleh Paramisora, kemudian jadi kerajaan Malaka. Pernah mendengar pula dari alm tabib Malang, bercerita mengenai Prabhu Siliwangi, di masa mudanya berguru pada Mpu dari Jawa, hingga mendapatkan kitab purba Sutasoma, yang juga terdapat cerita mengenai Arjuna, dan dari kitab purba tersebut juga mendapatkan ilmu kanuragan dan tenaga dalam, termasuk bisa merubah ujud jadi 10 macan siluman. Hingga turunan-turunannya yang juga masuk Islam pun mendapat anugerah juga memiliki unsur tenaga dalam dan jadi para pendekar digjaya, contoh sedari Pangeran Sang Surosowan (putera ke-2), hingga Pangeran Cakrabuwana, Pangeran Sengara Raja Garut (yang di singgasananya juga di dampingi harimau putih-bahkan ada info juga memiliki piaraan jin berupa macan putih), hingga Ki Sunan Gunung Jati Wali Pandhita Ratu. Dan setelah melalui masa sejarah, seperti di dinasti keluarga Sultan Banten dan P.Jakarta juga telah peranakan Pajajaran dan Bhre Majapahit. Bahkan melalui kakek moyang, Ki Sunan Gunung Jati jadi termasuk Syarif dzuriyah dari sayidina Al-Husain ra. Seperti di ketahui di bacaan siroh Nabawiyah, Nabi SAW., mangkatnya di sekitar usia 60-an tahun. Bahkan di antara anaknya ada yang sejak baru lahir mangkat, seperti di cerita kelahiran Ibrahim putera Beliau SAW. Dan orang Arab seperti Afrika golongan darahnya condong di perkirakan jenis O.  Tapi kenapa cucu buyutnya seperti Ki Sunan Gunung Jati bisa berusia hingga 109 tahun. Dan Takdir juga dari ALLOH SWT. Tapi juga banyak orang mencalonkan diri sebagai pejabat negara, bahkan hingga dari sesama turunan Bhre Majapahit, mestinya sebagai pembesar rakyat, bangsa negara tapi malahan ketika jadi pemimpin, wujudnya selama ini ialah raksasa Menak Jingga yang juga kuat, cerdas, anteknya juga pasukan raksasa, tapi tetap saja sifatnya raksasa tamak dan sebagai pemimpin juga membebani dan menyengsarakan. Ironis di Indonesia ini bak Negeri Astina di kuasai pemerintahan Kurawa.  Muncul Pemimpin dari Bhre Majapahit tapi Menak Jingga. Atau dengan antek Menak Jingganya. Muncul anak muda, KKN, anak mudanya juga yang muncul Layangseta dan layang kumitir. Malah yang bermunculan di kedudukan mestinya berdedikasi sebagai pembesar negara malahan tokoh-tokoh antagonis di cerita rakyat. Audit efisiensi bidang Kementerian Departemen Seni budaya dan Pariwisata Bahkan walau hingga di jabatan pembesar negara di bidang Menteri di Departemen seni budaya/Departemen seni budaya dan pariwisata. Padahal di bidang seni budaya dan pariwisata juga banyak potensi di Indonesia bisa di gali dan di kembangkan, tapi jika di tangan antek Menakjingga, tetap saja tidak terasa legowo/ ikhlas. Atau seperti contoh di Ancol, padahal dulunya termasuk kawasan obyek wisata umum dengan kesepakatan dengan Gubernur DKI Jakarta misalnya, tapi kini bertarif  tiket masuk yang mahal, bahkan selalu naik, terjadinya sejak masa gubernur Foke. Dan entah di audit nyatanya bagaimana. Padahal di bandingkan dengan pantai Kute di Bali dulu, di samping masih nampak bersih, tapi berjalan-jalan menyusuri pantai Kute juga tanpa bayar tiket karcis masuk yang bahkan di banding di kawasan pantai Ancol, mesti membayar hingga Rp 15.000, atau bisa naik lagi, karena juga sudah di kuasai kapital konglomerat, yakni Ciputera. Padahal pantai ancol tadinya juga bagian kewenangan Gubernur DKI Jakarta dengan hak asal-usul keistimewaan daerah berdasar pasal 18 UUD 45, BAB Otonomi Daerah, yakni keluarga kasepuhan Pangeran Jakarta. Dan kontroversinya kenapa jadi di monopoli milik kapital konglomerat seperti Ciputera. Padahal di Yogyakarta juga Sri Sultan HB X juga telah mendapat RUUK sebagai bagian hak kewenangan otonomi daerahnya. Tapi adilnya buat keluarga kasepuhan P.Jakarta yang menurut UUD 45 NKRI di hak istimewanya juga apa? Dengar dari adik juga, di Ancol sedang di upaya mengembangkan pembangunan Sea World dengan membayar jasa dari teknisi AS. Tapi tetap saja di kontroversinya, walau dengan upaya demikian seperti bagian dari konspirasi manipulatif penguatan Ancol juga masih di monopoli konglomerat Ciputera. Bukan sebagai obyek wisata umum seperti di perda DKI Jakarta dulu, atau seperti di masa Gubernur Ali Sadikin dan Tjokro Pranolo. Atau seperti masalah di pulau Komodo, sesuai namanya tadinya penghuni pertama dan tuan rumahnya adalah satwa langka Indonesia, para komodo. Kemudian pulau Komodo di datangi satu-persatu orang-orang yang kemudian turut menjadi warga penghuni di sana. Kemudian ketika di antaranya mendapatkan seperti korban kena serangan komodo, malahan menyalahkan ke komodonya. Padahal di salah satu aspirasi-solusinya kenapa tidak di buat cagar alam khusus buat komodo seperti dengan di buat pagar-pagar tinggi dan fasilitas pengamanan terpisah dari kawasan warga. Atau seperti di program penciptaan komplek perumahan rakyat yang juga sesuai sekitar bidang rakyat, juga termasuk proses seni budaya dan pariwisata juga sebenarnya. Karena juga melibatkan elemen seperti estetika, budi daya, juga hunian sebagai lingkungan pariwisata yang dekat di keseharian. Dulu dari sepengetahuan, pernah terdapat komplek-komplek perumahan, seperti buat dosen IPB, institut yang juga tertua di Bogor. Hingga keberadaan komplek pegawai bank Exim di Ciputat. Hingga pernah pula melihat tayangan iklan komplek bukit sentul indah, yang juga di sebut di situ ialah komplek perumahan paling asri dengan konsep taman-taman yang juga penuhi pepohonan dan tanaman tertata indah. Bahkan dekat dengan gunung, dan udaranya pun nampak dengan sejuknya udara  pegunungan. Bahkan juga di sebut di sana juga telah dibuat bendungan berupa danau yang juga untuk solusi mengatasi masalah banjir. Tapi entah di soal saluran kanal-kanalnya. Dulu pernah juga terlintas di benak, bagaimana jika terdapat perumahan atau dengan hotel beberapa di sekitar Sentul, yang juga terdapat sirkuit balap mobil. Seperti setelah pernah dengan kakak dan temannya jadi turut terpengaruh menonton tayangan balapan F-1 di televisi. Di mana juga nampak berganti-ganti sirkuit di tiap minggunya, kadang di Singapura, Sepang-Malaysia, hingga di Dubai, dan Monaco. Dan di sirkuit Sepang yang paling sering terjadi kecelakaan pembalap. Seperti di kejadian hingga tewasnya pembalap motor, Simoncelli. Di mana juga terdapat kritikan-kritikan dari internasional pada staf pelayanan dari orang-orang Malaysia. Yang jadi pertanyaan, kenapa sirkuit Sentul malahan selama ini nampak menghilang. Padahal potensi sebagai penyelenggara balapan F-1 internasional juga ada. Bahkan lokasinya di kawasan bukit pegunungan lebih bagus ketimbang di Sepang, Malaysia. Atau di Singapura yang bahkan lokasinya melibatkan jalan-jalan umum. Dan ironisnya berita mengenai Indonesia kebanyakan di perlihatkan situasinya di lokasi-lokasi di kota-kota dan jalan-jalan yang macet. Apalagi seperti pada Jakarta. Padahal di Indonesia juga banyak kawasan-kawasan area yang juga plural situasinya. Dan seperti di Monaco, termasuk andalan obyek pariwisatanya adalah penyelenggaraan balapan F-1 di kotanya. Di samping kontroversi yang memang akibat pemerintahnya yang terpilih selama KIB juga banyak melakukan korupsi, kekuasaan pemerintahan terpilih yang juga mudhorot, sia-sia, tak berguna. Kebanyakan mengibuli rakyat, di samping korupsi. Bahkan di antara DPRnya yang juga kebanyakan, terpilih juga banyak meminta uang negara tapi di pergunakannya seperti misal berbelanja jalan-jalan di luar negeri bahkan hingga sekeluarga. Bahkan hingga minta fasilitas hingga komplek perumahan baru, mobil yang juga ada melaporkan dari rakyat bak nampak seperti showroom dengan mobil2 ekslusif. Dan ironisnya pula tidak mewakili sebagai anggota DPR dari segenap daerah-daerah, untuk juga mewakili soal pembangunan dan infrastruktur buat penduduk2 di daerah-daerah. Tapi seperti di tayangan berita dapat di lihat di sehari-hari, nampak penduduk yang kesulitan di masalah transportasi, mengalami masalah dengan jalan bebatuan, jalan rusak, jalan berlubang, hingga jalan masih tanah, jalan masih melewati gundukan2 tanah dan bebatuan, padahal juga ada keperluan di kesehariannya buat mencari nafkah dengan mengantar hasil agrikulturnya dari kampungnya untuk memasarkan di kota. Atau seperti di Banten, di mana bahkan anak2 bersekolah mesti menyeberang kali, tapi jembatannya juga telah miring, tinggal gantungan tali dan sepinggiran alasnya. Bahkan sekolah2nya pun nampak rusak, terbengkalai. Itu baru di Banten di ketahui, padahal di daerah2 lain juga ada problem serupa. Dan di Banten pun, seperti melihat dari tayangan televisi sempat mahasiswa dan rakyatnya juga beberapa kali kontroversi dengan Gubernur Ratu Atut yang korupsi, juga hingga protes ke DPRD Banten. Atau seperti ketika melihat di tayangan investigasi skandal century, salah satu pansusnya di DPR kemudian juga mengaku ketika menjadi DPRD Banten juga pernah melakukan korupsi, dan karena ketahuan dari KPK, mengundurkan diri dari pansus. Tapi itulah, Indonesia tidak nampak estetis, akibat juga salah pemimpin dan pembesar negara yang juga terdapat banyak pelaku korupsi, tamak menimbun harta hanya buat diri,keluarganya. Inkonsisten dengan program yang di canangkan sejak dulu oleh Gajah Mada di kitab hukum kenegaraannya, yakni Gemah ripah loh janawi tata tenterem kerta raharja jasa. Bahkan hingga di antara museum-museum, galeri-galeri, pusat-pusat perpustakaan dan arsip nasional pun nampaknya juga mengalami kelesuan, makin kumuh dan degradasi kerapuhan. Di tempat-tempat arsip nasional seperti di HB Jassin pun mengalami masalah kekurangan finansial, yang di katakan dari stafnya, padahal untuk pemeliharaan arsip juga memerlukan biaya. Entahlah di audit pastinya biaya yang sebenarnya di butuhkan sesuai keperluannya berapa. Di samping juga untuk gaji staf-staf pengurusnya. Teringat waktu terakhir kalinya Pak Ali Sadikin semasa masih hidup, bahkan kebetulan bertemunya ketika beliau juga sedang berceramah soal pemeliharaan lingkungan TIM. Di ceramahnya beliau juga menyampaikan kritik-kritik di samping pemberitahuannya bahwa beliau sebenarnya juga pernah menempatkan penyaluran pendanaan melalui APBD DKI  untuk pemeliharaan ke TIM, sebagai peninggalan konsep pengantar yang juga di tempatkan walau beliau sudah tidak lagi jadi Gubernur DKI. Tapi nyatanya TIM, di area sekitar LPKJnya hingga Masjid Amir Hamzah, nampak juga terlihat makin rusak, lusuh. Bahkan terdapat banyak coretan2 di dinding2. Mungkin juga sekolahnya dengar2 ada kemungkinan bakal di tutup. Teringat di SD tempat dulu sekolah, SDN Selong/Blok R masih di bilangan Jaksel, jl.Senopati bahkan telah di tutup, padahal termasuk SDN tertua di Jakarta. Padahal dari sepengetahuan, dulu di sana disekitarnya yang warga lama juga terdapat ningrat2 Mataram, bahkan tadinya teman kuliahnya kakak yang di kenalnya waktu sama kuliah di UKI jurusan arsitektur/Fakultas Teknik Sipil. Ternyata belakangan baru tau masih kerabat, sama dari ningrat Mataram. Di samping juga terdapatnya mantan perwira TNI sejak masih TRM, yakni rumah mantan Letjen TNI, Soedharmono. Di belakangnya gang-gang hingga jalan Tulodong. Bahkan di antara teman2 SD dulu, juga terdapat di antaranya sama keturunan dari ningrat Mataram di Jakarta. Seperti di Monas pernah nampak kotor, hingga di kamarmandinya bau pesing, waktu di jaman Foke. Dan mana pernah di perhatikan pemerintah, atau selama ini pula oleh Deparsebud, yang juga hingga melibatkan pengundangan pada civitas seni, desain, juga memberdayakan akademisi2 seni hingga otodidak. Bahkan mana kenal Menteri Deparsebud dengan sekaliannya. Dan ia seperti Jero Wacik juga bukan dari lulusan institusi seni, hanya mendapat jabatan karena dari partai Demokrat, orangnya SBY. Teringat dulu, waktu alm kakak yang arsitek masih hidup, waktu melihat pertama kalinya SBY terpilih jadi Presiden dengan kemenangan partainya yang juga terdapat kontroversi kecurangan di pemilihan suaranya.  Kemudian mengumumkan orang-orang kabinetnya (KIB 1). Dengan ucapan kritik dari alm.kakak, ah,,,ngeliat orang-orangnya juga gak meyakinkan. Bahkan di DPR pun seperti terdapatnya artis-artis terpilih di anggota DPR pun, malahan kebanyakan artis-artis selebriti, tapi bukan seperti di jaman orde lama dan orde baru. Di mana di orde baru yang nampak artisnya pun juga seniman yang juga dekat merakyat,  cerdas/kritis, dedikasinya benar buat perkembangan bangsa-negara dan seni budaya, dari akademik/sanggar. Contoh di antaranya seperti (alm) S.Soedjojono (pelukis realisme sosialis, kritikus seni, , anggota Persagi/persatuan ahli gambar Indonesia, guru sanggar hingga di sanggar anak2), Ratno Timoer (aktor dari sanggar yang juga pernah membintangi film P.Diponegoro dan Si buta dari goa hantu)., yang di pilih ke anggota DPR senimannya juga yang ahli2 tapi juga sederhana dan merakyat. Kritik seni pada panglima politik busuk Padahal pemerintahan KIB telah berlangsung selama 10 tahun, dan kenaikan harga dari BBM, hingga ke pajak juga telah terjadi beberapa kali, tapi korupsi dari elit pejabat hingga perwira polisi juga banyak. Fenomena-fenomena itu juga menunjukkan betapa busuk, mudhorot (tidak berguna/kesia-siaan), dan lamanya pemerintahan KIB sebagai kepemimpinan yang menipu rakyat. Jadinya juga turut mempengaruhi di rasa keperihatinan akan yang di alami oleh bangsa negara buat perbaikan hingga upaya sesungguhnya untuk mencapai kemajuan. Tapi bagaimana bisa sungguh berupaya maju, jika pemimpin dan pembesar negaranya pun raksasa Menak Jingga dan anteknya, bahkan sebagai negara juga telah gagal, dan bisa tambah terpuruk jika ke depan masih terdapatnya pemimpin dan pejabat mestinya sebagai pembesar negara, lagi-lagi terselip raksasa Menak Jingga dan anteknya. Dari cerita rakyat dari Jawa, mengenai berkuasanya raksasa Menak Jingga di negara, juga menunjukkan hikmat betapa rakyat di masa dulu pun sudah muak dan kontroversi dengan munculnya kekuasaan pemerintahan buruk di negaranya. Dan juga menginginkan munculnya reformasi tulen, dengan di tandai kemunculan sosok ksatria tulen bangsa, yang di kiaskan dengan Dhamar Wulan yang munculnya juga dari rakyat jelata, dan pemuda golongan orang miskin di bangsa Indonesia. Karena di harapkan sebagai pemimpin juga jujur membela dan menolong orang miskin, karena ia pun pernah miskin di samping memelihara kejujurannya. Berbanding kibul seperti selama ini dengan kemunculan pemimpin penipu , menyaru sebagai ksatria piningit, hingga ke anak/cucu turunannya, tapi sebenarnya penjelmaan raksasa Menak Jingga dan anteknya, walau ia dari Bhre Majapahit. Di kenyataan sejarah, sosok Dhamarwulan seperti harapan rakyat, hingga berabad di masa kelanjutan keberadaan negara kerajaan besar Majapahit tidak muncul, tapi lagi-lagi paregreg terjadi lagi, dan yang bermunculan masih Prabhu dan pembesar Majapahit berupa Bhre Majapahit titisan penjelmaan raksasa Menak jingga dan anteknya. Hingga Majapahit di runtuhkan oleh putera-puteranya sendiri kemudian menjadi kesultanan-kesultanan di Jawa, baru di antara masa awalnya muncul Dhamar Wulan. Tapi setelah melewati generasi ke generasi kemudian, di pemerintahan kesultanan pun muncul lagi penguasa Menak Jingga dan anteknya tapi juga telah pula berbusana muslim. Seperti kata ustad Abdul Fattah di majelis ta’lim di masjid, pernah bertanya, di Indonesia kini kapitalis apa ndak,,,? kemudian ia juga yang melanjutkan,,,,kapitaliis. Walau dari satu kalimat pertanyaan, tapi juga mengingatkan sejak berdirinya NKRI, Pak Karno juga pernah mencanangkan Indonesia sebagai negara sosio-nasional, hingga merumuskan Pancasila. Dan itulah kontroversi dengan raksasa atau penguasa kapitalis dari raksasa Menakjingga dan anteknya dari bangsa sendiri di Indonesia. Atau seperti di peristiwa kini dengan melihat aksinya dari Menbudpar, Jero Wacik yang juga dari partai Demokrat, yang telah bertahun-tahun pula yang menyuarakan kenaikan harga BBM. Dan nampaknya di masa KIB-SBY juga sama saja dengan masa Pak Karno di suatu masa kabinetnya bereksperimen dengan 100 menteri. Tapi di masa Pak Karno, membanyaki di bagian eksekutif (pelaksana pemerintah), tapi di MPRnya waktu itu belum ada DPR, hanya beranggota 70 orang. Di kesimpulannya toh rakyat juga bisa sebagai pengawas. Tapi buat pelaksana pemerintahan negara cakupan kegiatannya juga luas. Karena juga berhubung dengan misi dan tugas sebagai pelaksana pembangunan, ekonomi buat rakyat dan pengadaan2 infrastruktur, mengurus pengadaan keperluan perumahan rakyat buat segenap rakyat yang kini pun masih ada tuna wisma2., juga perbaikan sekolah2 rusak, perbaikan jalan2 rusak, pembangunan jalan2 buat transportasi seperti di daerah bahkan masih gundukan tanah/batu, berlubang, saluran irigasi, perbaikan saluran kanal2, waduk, bendungan, termasuk buat mencukupi kebutuhan air bersih dan antisipasi banjir, antisipasi bencana alam (yang di masa Pak Karno jarang nampak di sejarahnya, yang terdapat pernah  justru di akhir masa pemerintahannya mengalami krisis ekonomi, akibat mendapat tekanan embargo dari barat/AS, setelah Indonesia keluar dari PBB, lantaran menarik pasukannya Garuda di Vietnam,(tadinya buat misi pasukan penjaga perdamaian), tapi malah tertipu di misi perang AS,  dengan terjadinya insiden pembunuhan Presiden Vietnam Utara (akibat tentara AS ), dan kontroversi terbesarnya akibat korupsi dari salah satu Menteri muda Yusuf Muda Dalam-dari Aceh yang juga sebagai kepala sentra Gubernur Bank Indonesia, karena Indonesia negara yang juga berhasil alam melimpah, walau di embargo tanpa bantuan dari AS pun padahal masih bisa melakukan upaya ekonomi dan perdagangan). Dan setelah peristiwa itu, Indonesia sempat di keluarkan dari anggota DK-PBB, malah di ganti Malaysia sebagai DK-PBB, yang juga di tempatkannya di Vietnam sebagai pasukan bantuan AS seperti di ketahui dari sejarah, film, posisi AS sebagai invasi/nekolim di Vietnam waktu 1960-an.  Tapi Malaysia, seperti Singapura juga ada jaringan/peranakan dengan Cina. Padahal Demaknya regenerasinya orang2nya laksamana Chengho lebih dulu di Jawa. Atau misalkan di gabung Departemen Seni budaya, Pariwisata dan Pendidikan pun apa sanggup. Lagipula di Departemen pendidikan juga seperti kemarin nampak kompleks dan banyak sekali permasalahannya, belum dengan menghadapi carut-marut, kerumitan permasalahan, dan terselipnya tikus2 korupsinya di Departemen Pendidikan. Bahkan dari peristiwa UN, dari berita koran Fesbuk di dapat info bahwa dari Depdikbud di kasus penyelenggaraan UN 2013 kemarin terdapat kisaran korupsinya sekitar Rp 820 milyar lebih, dengan kenyataan keluhan siswa banyak mendapat kertas ujiannya dengan kertas buram. Belum lagi jika menghadapi dengan kasus2 memalukan dari oknum guru, seperti di kasus pelecehan guru pada murid, perkosaan/pencabulan guru pada siswa/bocah. Menjijikkan memang bisa ada guru sebagai pendidik malah berbuat rendah durjana demikian.  Bahkan pernah pula di tayangan berita pelakunya sodomi pada bocah juga ada terdapat oknum polisi yang juga tetangganya. Dan dari info juga di beritahunya pencetakannya juga di order antara kerjasama orang Depdikbud dengan pencetakan di Yogyakarta. Padahal soal pencetakan kertas ujian nasional, pun di Pulogadung sepengetahuan terdapat pula kawasan industri yang juga terdapat percetakan besar dan penerbitan, seperti terdapatnya penerbitan majalah2 Gadis, dsb. Tapi itulah masalahnya oknum2 tikus2 korupsinya. Masalah lain adalah di soal seperti ketika kedatangan mengurus kurikulum. Padahal tahunya di masa dulu waktu sejak SD, di masa orba di program pendidikannya adalah CBSA, Cara Belajar Siswa Aktif, di mana guru sebagai pendidik hanya sebagai pengantar, sesuai slogan Tut Wuri Handayani. Di masa orba sepertinya terdengar mudah saja di program pendidikan. Tapi jika mendengar dari tayangan berita selama di masa KIB-SBY, di pendidikan terdengar sepertinya di buat susah, katebelece, mempersulit. Apalagi juga ada korupsi2nya. Termasuk dari mendengar pemberitahuan dari tetangga mengeluhkan anaknya juga kena di mintai uang tambahan buat mengurus kartu pelajar, padahal baru SMP. Padahal dulu tak ada masalah2 demikian. Yang nampak selama ini adalah kecondongan membuat masalah, ketimbang membuat solusi menolong. Di bangsa sendiri juga terdapat di revolusinya, pralaya melawan dan memberantas bromocorah2 (pengusik2 kriminil2 tulen) di bangsa sendiri. Seandainya saja wewenang sebagai Bhre Majapahit masih bisa terpakai, mungkin di gunakan juga wewenang di jaladi mantri (nama pasukan Bhre Majapahit di keratonnya, misal Bhre Daha, Bhre Tumapel, dll, atau kini Bhre Jakarta ) untuk memberantas bromocorah2/kriminil2 tulen bangsa sendiri ini, supaya bisa mencapai ke tujuan mewujudkan gemahripah loh janawi tata tenterem kerta raharja jasa-NKRI. Teringat dulu waktu kecil, masih sekitar kelas 1 SD, ikut mengaji bersama kakak dengan ustad yang berusia muda, walau sering telat datang mengajar, atau beberapa kali absen lantaran sakit.Kebetulan di masa sejak saya SD, di masa orde baru yang di DKI masih di jaman gubernur Pak Ali Sadikin. Waktu itu naik buskota masih ada PPD dan bustingkat PPD, dan masih boleh memakai karcis. Dulu bapak membelikan bahkan hingga paketan karcisnya. Baru di sekitar kelas 6 SD, atau antara tahun 1987, pemakaian karcis mulai di tinggalkan. Lantaran juga mulai terjadi perubahan keputusan dari pemda. Dan ada pula alasan jika ketinggalan karcisnya, juga efisiensi bahan kertasnya, pencetakannya, maka sejak itu di ganti tarif uang. Tapi lebih baik dapat guru demikian seperti ustad mengaji dulu masa kanak2 di Husnul Khotimah, Pondok Jaya (yang juga lokasi rumahnya Raja dangdut-Rhoma Irama), yang mencontohkan kejujuran manusiawi soal kesanggupan di disiplin waktu, ketimbang paradoks kedisiplinan tapi di luar kesanggupan di samping juga tapi berbuat durjana. Teringat waktu kecil mengaji yang juga bermain dengan teman sesebaya dan kakak2, kemudian sepulangnya bahkan di percepat waktu pulang ngaji, untuk ikut menonton di Balai rakyat dekat tempat pengajian, yang juga menyetel layar bioskop film2 dari Rhoma Irama, CM Nas, hingga filmnya Dedi Mizwar waktu muda, Sunan Kalijaga. Bahkan di Balai Rakyat jika tidak di pakai sebagai penyetelan film anak2 gratis buat anak2 dan warga sekitar,  juga di pakai sebagai lapangan bulutangkis. Hingga pernah teringat menantang aduan dengan teman sesebaya dari Pondok Jaya, siapa yang jago main bulutangkis. Tapi teman sesebaya juga yang ada mengeles waktu itu, mungkin tahu juga di kawasan rumah juga pernah menjadi tim pertandingan mewakili PB di kawasan rumah. Di samping ada kesalnya juga dari sesama bangsawan bumiputera yang di angkat menjadi Sultan Banten, pernah mendengar kritiknya pada bangsawan bahkan dari sesama keluarga besar kesultanan Banten/Surosowan yang juga peranakan Eropa/kaukasia. Seperti juga di  rasakan kenapa jadi bangsawan Banten tapi peranakan Eropa tapi sekarang miskin, maka rasakan kenapa minta bantuan ke Indonesia, atau mana orang Eropa yang bersimpati membantumu, dan punya rasa simpati sebagai sesama turunan peranakan bangsanya seperti tercantum di asas internasional Ius Saunginis (azas warga berdasar turunan). Padahal seperti saya juga bangsawan kasepuhan Banten, P.Jakarta, dan Mataram juga kaukasia peranakan Eropa, Pangeran Yahudi Habsyi lama dari kasepuhan Kahibon Banten, Pangeran Jakarta,dan Dul Gendhu Mataram tapi kini juga yatim dan miskin, dan masih kelamaan naik kendaraan umum saja jika di transportasi jalan. Punya Om Presiden direktur perusahaan minyak dari keluarga feodal kaya di AS pun yang juga berkeponakan seperti saya yang Jawa kaukasia-Afro Asia/Austronesia juga berkeponakan Afro AS, seperti punya Paman Gober dengan diri sebagai keponakan Donal, tapi maunya di kenyataan bernasib seperti di keponakan lain, Untung-Duck yang selalu beruntung. Apalagi waktu pernah bekerja di perusahaan art interior, di mana pekerjaannya juga berat melibatkan fisik, mesti naik turun steger pula, di pindah lokasi hingga jauh, belum cari alamatnya ketika tiap kali di pindah lokasi proyek kerja. Di realita pekerjaan juga plural jenis pekerjaan. Dan di rasa kemanusiawian juga perlu tenggang rasa. Walau di kenyataan juga bertemu dengan kapital bos yang semena-mena sepihak pandangan. Dan kebanyakan kesemena-menaan itu juga berasalnya dari tingkat atasan/bos PT, karena juga berlaku kapitalisme. Dan pekerja tetap atau freelance hanya kodok2-anak buah (tapi juga sesama perlu nafkah ekonomi/ sekedar kerja di kantor buat cari modal buat wirausahanya sendiri) yang di perjual-belikan sesukanya di permainkan atau di manipulatif katebelece oleh si golongan bos PT yang juga ada yang sifat dan pengertiannya baik dan benar, bijaksana, ada pula yang kapitalisme semena-mena. Bahkan dengan seperti terdapatnya di berita kekinian juga ada yang pelaku korupsi. Memang di komunitas seni dan desain juga terdapat sesama manusia yang juga pernah terdapat perbedaan pendapat. Dan sejak keputusan mengambil kelas penjuruan pun telah pula di lalui. Di samping akademik juga terdapat otodidak. Di samping mengingat teman yang juga mungkin telah mencapai prestasi di desain grafis, dulu pun seandainya ia juga mengingat karena jasa pengorbanan pemberi bangkunya sejak kelas penjurusan, maka ia juga tidak seperti kini dengan telah pencapaian prestasinya. Dan di melukis pun juga ada zona nyamannya, karena telah hidup beraktifitas di dalamnya. Dan seni & desain pun kini juga berpadu. Seperti di temukan dengan pendapat demikian. Dan di dialog seni dan desain seperti di urusan duniawi manusia ada saja berpendapat, tanda juga makhluk demokrasi. Tapi pendapat yang bermaslahat tentunya yang baik di pandang. Tapi entah juga, kalau dari diri yang dari seni rupa tidak bisa menerima pendapat itu mentah-mentah. Karena dari sepengetahuan kronologinya seni juga yang melahirkan desain. Tapi bukan mati, mungkin karena tergolong dari Old school, Old school juga tapi bukan berarti tidak bisa berkembang. Dan di pelajaran Old School juga perlu proses yang juga melibatkan waktu pembelajaran. Walau di kenyataan di antaranya ada mengalami mati suri, tapi juga mengenai pada segenap manusia di segenap bidang. Seperti bagaimanalah manusia beraktivitas tanpa juga mati suri/tidur, istirahat dengan rekreasi, dan hiburan di sejak kelahirannya di dunia keluar dari rahim ibunya juga menangis. Bahkan di desain pun ada juga masih mengambil inspirasi dari seni. Atau desain menjadi seni, seni dan desain berpadu. Bahkan kini, seperti desain grafis pun telah menjadi Desain Komunikasi Visual. Dan mungkin terjemah persisnya di mudanya ialah di desain grafis (yang kemudian menjadi Desain Komunikasi visual) dan desain produk. Karena di seni juga sudah terdapat lebih duluan seni lukis, seni grafis dan seni kerajinan/seni kriya (kriya kayu, logam, tekstil/batik),yang bisa juga di sebut kasepuhannya. Tapi di jaman modern di sebutnya tergolong di Old School, dan di modernnya di perkembangan progresifnya di Desain. Mungkin seperti di Desain produk, juga dengan melibatkan mesin-mesin bahkan robot modern. Tapi di seni kriya masih memakai teknik Old School. Contohnya seperti di pembuatan mobil. Di mana kini juga di jumpai terdapat custom dan yang dari pabrik. Dan konsumen memang condongnya membeli yang langsung dari pabrik, karena faktor keamanannya. Tapi yang custom pun kini juga ada yang berkualitas, juga dengan faktor kepercayaan dari pembuat/tim custom atau modifikasinya. Di desain dari sepengetahuan pengamatan, terdapat meliputi : Desain Interior, desain produk, desain komunikasi visual (tadinya desain grafis). Dan di arsitektur yang masuknya di Fakultas Teknik Sipil di mana juga di dalamnya terdapat ilmu desain, juga seni, tetap di istilahnya dengan ars/art tang berasal dari bahasa latin berarti ilmu kebudayaan bumi dan alam semesta raya. Teringat dulu alm kakak saya juga dari lulusan insinyur arsitektur dari Universitas tertua di Jakarta juga Fakultas tertuanya Teknik sipil dari UKI, Cawang, Jaktim. Dan arsitektur dan seni juga ilmu tertua menurut sejarah. Dulu bahkan jadi sempat sekilas membaca mengenai Leonardo Da Vinci. Dan tertariknya menemukan bahwa Leonardo juga belajar dari gurunya Giorgio Vassari, arsitek yang juga pelukis. Walau sempat bertanya jga di diri, dari abang hingga menjadi almarhum telah mendapat ilmu2 apa sajakah. Tapi juga teringat dulu, gara-gara ketahuan ketika mendapat pekerjaan di pelukis mural di perusahaan art-interior gara2 ketahuan naik turun steger, dan yang paling di masalahkan akibat kena potong gaji jadi kena di sidang oleh sekeluarga, hingga soal jamsostek lantaran juga resiko dari naik steger bahkan hingga meteran tingginya. Bahkan juga termasuk alm.kakak insinyur-arsitek yang paling duluan menegur. Ibu,kakak juga mempermasalahkan ke diri yang kian nampak lelah/sakit dan memang juga di waktu di bulan puasa masih kerja. Di man di bidang kerja tersebut juga berat ketika di bulan puasa, karena bukan jenis pekerjaan di belakang meja seperti di kantor. Seperti sejak terdapatnya manusia tinggal di gua dengan terdapatnya lukisan2 mistis di sudut dinding gua purba. Kemudian di peradaban awal manusia menciptakan rumah dari memahat batu-batu di bukit, seperti di  Yaman, Arab Selatan masih terdapat. Bahan hingga terdapatnya bangunan piramid yang juga menyerupai gunungan. Dan di dalam dinding piramid juga terdapat lukisan, hingga tulisan kuno, di mana kertas papirus hingga huruf tipografi  pertama di dunia jga termasuk dari negara Mesir. Dan desain huruf hieroglif tadinya juga berasal dari seni lukis/gambar kemudian di sederhanakan melalui desain/rancang grafis. Hingga juga sampai mempengaruhi ke penciptaan huruf alfabet dari versi kuno ke modern. Dan jika mengamati tulisan kanji Cina yang dapat di katakan tulisan tertuanya di segenap peranakan bangsa Cina seperti termasuk Jepang, Korea, juga mirip seperti gambar yang di minimalkan. Tapi tetap saja bentuk huruf kanji Cina nampak lebih luwes. Di samping seni sketsa dengan kuas dan tinta Cina juga kebanggaan dan khas seni lukis di Cina. Di samping terdapatnya tanda-tanda tersebut juga menandai seni budaya, hingga arsitektur tertua munculnya di Afrika dan Arab. Dan jika mengamati di perkembangan seni & desain modernnya, di tonggaknya di dominasi dari Eropa. Dan banyak juga yang kini lebih menyukainya di perkembangan seni & desain modern dari AS. Seperti teman pernah mengatakan ada poin-poin menonjol dari AS, seperti keluwesan dan nampak lebih hidup dalam intrik-intrik seni & desainnya. Bahkan di perkembangan pop Art dan realisme antara Eropa dengan AS, cenderung di sukai yang dari AS. Di samping ada juga yang mengatakan AS itu juga pecinta Afro, bahkan juga di sebut AS itu Afro. Seperti terdapat di dialog film Lethal Weapon II, ketika 2 polisi lucu tapi jujur, Sersan Rick dan Murtaugh berhadapan dengan kelompok sindikat kriminal-politisi Afrika Selatan berkulit putih. Atau di film Bad Boys ketika polisi di perankan pelawak komedian Afro, mengatakan soal kritik ironinya di sejarah kaukasia di jaman modern. Whoosah. Karena di warganya juga terdapat dari keturunan Afrika yang turut mempengaruhi perkembangan seni dan desain di AS. Contoh di kelahiran musik rock, yang juga melalui jasa pelopornya, Jimmy Hendrix. Hingga musik Pop dengan jasa Michael Jackson. Atau Jazz dengan Al-Jerrau. Tapi, nampaknya di masa kini demokrasi di segenap bangsa Indonesia belum cerdas. Karena lebih besar peninggalan membuat masalah ketimbang menghasilkan solusi tepat sesuai azas demokrasi-jurdil nyata. Tapi kontroversinya, kedudukan Pemerintah, orang-orang mestinya di sebagai pembesar negara yang terpilih selama hampir 10 tahun ini adalah bromocorah pengkhianat sesama bangsa, negara, bahkan kekerabatan.  Dan pralaya paregreg pun yang pernah terjadi di masa silam sejarah pun, di jaman modern bisa terulang lagi secara dingin, atau terbuka, karena rasa kejurdilan belum di dapat. Di samping karena pemegang kewenangan kekuasaan di negara masih Menak jingga dan jaringan raksasa durjananya.

Dari pengamatan yang saya temukan, kini soal kebudayaan dan pariwisata, juga terdapat hubungannya dengan penyelenggaraan festival pameran keraton2 nusantara tiap tahunannya.

Jadi ada hubungan pula dengan kerajaan2 nusantara yang kini banyak bermunculan lagi.
Padahal sarjana-sarjana seni dari keturunan Raja-raja, bahkan dari golongan keluarga kasepuhan kerajaan nusantara pun juga telah ada.

Tapi di masa KIB sejak I-II, karena sebagai partai pemenangnya Demokrat, maka di tempatkan pun orang2 Demokrat di segenap kementerian.

Berbeda dengan masa awal di dirikannya negara Indonesia, yang juga berkepala negara Pemuda, Ir.Soekarno. Di mana beliau juga berani memimpin dengan revolusioner, dan termasuk dengan menempatkan posisi-posisi jabatan Menteri pada pemuda-pemuda.
Seperti terdapat di ucapannya, berikan aku 10 pemuda maka aku akan memindahkan gunung. Lebih dari 10 pemuda untuk membesarkan Indonesia.

Andai-andai lainnya adalah, gedung kementerian Depbudpar yang terletak di dekat seberang Monas, dan Galeri Nasional, dengan penggunaan kemaslahatan gedungnya.
Seumpama di gedung kementerian Depdikbud, juga di gunakan bak sanggar Lekra dulu di masa orla. Jadi seperti di bagi ruangannya, ada buat tim sanggar seni rupa, ada juga buat tim desain, tim percetakan dan penerbitan, tim animasi kementerian Depbudpar. Dan mungkin perlu pula anggarannya misal buat prasarana perangkat keperluan bekerjanya. Dan makanya Menteri Depbudpar mestinya dari civitas kesenian, bahkan bagus lagi dari akademik seni dan desain.
Juga sekalian di tata sebagian misal juga terdapat studio rekaman musik.. Dan juga di dalam gedung kementerian Depbudpar yang nampak besar, juga di tempatkan bagian kantor pengurus bidang pariwisata. Maka semua di harapkan juga berhubungan Juga membuat penyelenggaraan pertunjukan musik di dalam gedung. Atau sekalian di halaman luasnya di buat papan wall climbing. Jadi bisa pula sebagai prasarana disamping menjalin hubungan dengan para kelompok penjelajah alam. Di samping di gedung kementerian pun ada halaman luasnya. Di samping di seberangnya terdapat monas.

Di mana dengan menjalin hubungan dengan kelompok2 penjelajah alam di harapkan juga dapat membantu di bidang riset, info, dan penjagaan di urusan pariwisata.

Dan dari sepengetahuan di jabatan kementerian kini juga ada jabatan Menteri dan Wamen/Wakil Menteri. Termasuk di Depbudpar.

Namun jika kenyataan kelak di pemilu 2014 yang di calonkan pun orang2 anteknya dari penguasa kemarin, maka pemerintahan besok pun seperti yang sudah2 selama ini di sebut sebagai pemerintahan kibul-korupsi, atau neo Kurawa, atau neo raksasa Menakjingga durjana bangsa sendiri.

Ekspresi andai-andai jadi Gubernur Jakarta pengganti Pak Jokowi jika nyata berubah menjadi Presiden RI/RI-1

Seperti di temukan dari sejarah, pernah di tahun 1964-65, Gubernur Jakarta ialah pelukis Henk Ngantung berasal dari Minangkabau (yang juga kampung kelahiran Dr.Chaerul Saleh, tangan kanan Presiden RI waktu itu Ir.Soekarno). Kedudukannya hanya bertahan setahun lantaran peristiwa gestapu 65/gestok. Di mana beliau juga di jadikan berstatus tahanan rumah. Bahkan hingga banyak di antara anggota Lekra hingga ketuanya, pelukis Trubus hilang. Dan masih misteri hingga kini pada peristiwa hilangnya. Tapi itulah peristiwa sejarah lalu di politik Indonesia.

Jikalau dari versi saya yang termasuk keturunan/keluarga Pangeran Jakarta yang masih terdapat di Jakarta, teringat ucapan bapaknya teman dulu waktu pernah ikut pameran turut mewakili peserta mahasiswa FSRD Jakarta dengan Yogya, di Dialog 2 kota ke-2 di Yogyakarta. Hingga pernah ada usulan pameran dialognya lebih dari 2 kota, waktu itu sempat mencoba dengan FSRD ITB, Bandung, tapi tak sempat, karena mulai berat di kesibukan kuliah. Hingga di tahun 2001 ketika di Surabaya pun bertemu dengan dosen dan civitas FSRD Unair, Surabaya.

Di sana, di DKS//Dewan kesenian Surabayanya nampak semuanya kompak dari dosen, civitas, otodidak, nampak tak berjarak, berbeda dengan suasana di DKJ yang nampak kapitalis birokratis, ada berjarak, seperti perbandingan suasana di balai seni rakyat dengan kantor.

Ucapannya adalah memang di Jakarta beda dengan di Yogya sebagai kota seni budaya (di samping kota pelajar), karena Yogya juga terdapat keraton kesultanan Yogya. Seperti di Solo.

Di mana sejak dulu hingga dalam jangka waktu yang panjang, Gubernur DI Yogya yang juga berstatus propinsi Daerah istimewa sejak lama, juga Sultan Yogya.

Dan seperti di Banten dengan keberadaan Ratu Atut Chosiyah dan info-info di sekitar mengenainya, dengan keberadaan Sultan muda Banten, padahal mungkin lebih cocok beliau yang juga di beri kesempatan sekalian sebagai Gubernur Propinsi DI Banten, di samping sebagai Sultan bak di Yogya.

Dan bedanya dengan Jakarta? atau apakah Jakarta yang juga di sebut di samping berstatus ibukota, juga kian jadi kota kapitalisme, kota heterogen, apa juga tidak memiliki hak asal-usul istimewa kedaerahan. Lantas apa haknya orang-orang Sedayu yang di sejarah juga tercantum sebagai bumiputeranya kota Jakarta.

Tapi di sejarah keberadaan penempat posisi Gubernur pun pernah banyak di kecewakan dengan selama masa Gubernur Fauzi Bowo/ Foke, yang juga mengaku sebagai putera Betawi. Putera betawi di antara kontroversi sesama putera betawi yang justru memberi contoh buruk ketika dapat kesempatan naik takhta sebagai Gubernur Jakarta.

Ada juga andai-andai misal jadi Gubernur Jakarta, entah masih di pertahankan sebagai DKI atau bakal propinsi bukan ibukota RI lagi, ada aspirasi memperluas wilayah propinsi Jakarta menjadi sekitar Jabodetabek, bahkan hingga Krawang.

Dan jika dalih dari saya, karena juga Pangeran Jakarta, maka dengan mempergunakan hak dari pasal 18 UUD 45, hak otonomi daerah, hak asal-usul istimewa kedaerahan, berhubung masih turunan dari dinasti Raja Pajajaran, Siliwangi dan Sang Surosowan.

Yang sebenarnya walau Gubernur kini pun ( seperti Pak Jokowi) bukan Pangeran Jakarta, tapi keberadaan kedaton/keraton P.Jakarta juga nyata ada dengan hak otonominya bisa pula dengan koordinasi/ musyawarah mufakat.

Dan di benak saya juga ada muncul jika seandainya jadi perwakilan kedaton P.Jakarta dengan pemegang wewenang hak otonomi daerah-perwakilan keluarga Raja Jakarta, maka perlu juga dengan keperluan independensi, seperti dengan usia pemuda kini, di pisah dengan Ibu, kakak, tapi bisa dengan isteri, anak (hingga berusia baligh dan memutuskan juga punya rumah sendiri untuk keperluan berumahtangga sendiri), seperti keinginan jamak kebanyakan manusia umumnya, ketika berusia baligh. Atau misalkan dengan turut menampung anak keponakan/kemenakan misal bertemu situasi demikian. Misal salah satu contoh misal bersekolah/ kuliah, atau hingga mencari pengalaman bekerja di Jakarta. Maksudnya juga dengan pertimbangan area lokasi, jarak ke tempat2 untuk tempat ibadah, sekolah, bekerja, ke toko2 untuk mendapatkan kebutuhan keseharian, kebutuhan kerja walau pekerjaannya self-employ, untuk ke keperluan keseharian.

Ada pula di benak pertimbangan pilihan tempat residen itu, seperti di komplek dengan pula melihat faktor kenyamanan dan keamanan dari banjir, misalkan di komplek Bukit sentul indah. Berdampingan dengan rumah2 warga di komplek sana. Dan dari sana juga ada pula muncul keinginan bisa turut sesekali menonton penyelenggaraan balapan di sirkuit Sentul. Dan bisa pula menggunakan hak otonomi berupa aspirasi.

Dan hak otonomi juga tidak perlu lagi di sebut, jika kenyamanan, kesejahteraan, ketenteraman dan rasa keadilan buat bersama segenap bangsa juga sudah nyata di dapat.

Seperti munculnya demonstrasi-demonstrasi, protes dari rakyat, yang juga bagian dari hak demokrasinya (dipandang dengan asas jurdil dan Pancasila di asas demokrasi negara Indonesia) ketika juga berbenturan dengan masalah di rasa ketidakadilan buat rakyat.

Teringat pula di masa Presiden Ibu Megawati S., menamai kabinetnya kabinet gotong royong.

Misalkan dengan turut membuat sirkuit sentul juga menjadi penyelenggara balapan F-1 internasional.
Di samping sebagai bagian dari obyek pariwisata nasional Indonesia.

Ada pula di ide-ide, seperti misalkan di sekitar sirkuit sentul juga terdapat pengadaan beberapa hotel-hotel sekedarnya misal untuk keperluan sebagai tempat penerima kedatangan tamu-tamu penonton dari mancanegara, dengan keberadaan kedai-kedai. Galeri-galeri, distro.

Atau, misalkan sirkuitnya juga di tambah dengan yang buat penyelenggaraan balap motor internasional. Di samping jika sedang tak di pakai bisa buat keperluan latihan yang berminat ingin terjun di bidang balap motor.

Daripada di jalan umum seperti dengan terdapatnya pengendara balap liar, bahkan hingga mobil pun turut ada yang kebut2an (pelakunya juga anak remaja anaknya orang kaya di antaranya pernah di temukan juga sehabis mabuk), geng motor yang di tayangan berita juga nampak hingga berbuat kriminil, melempar bom ke pos polisi (seperti kejadian di Bandung), berbuat onar menyimpang dari aturan lalu- lintas. Dengan pertanyaan kenapa dengan terdapat pengendara2 demikian tapi juga berpihak ke golongan demikian termasuk dengan proyek pelebaran jalan hingga ke jalan kawasan jalan permukiman warga.

Atau sekalian usul kawasan bukit sentul masuknya ke propinsi Jakarta.

Pertemuan masalah dengan pemberitahuan dari pemda di putuskan bakal ada proyek pelebaran jalan hingga 18 meter ke kawasan jalan Bangka Raya-Kemang

Tapi, mendengar dari kakak-kakak juga ada yang usulnya bersiap2 pindah ke Lenteng agung, seperti ketika Pak Rt juga telah memberitahu dari pemda Jakarta juga akan melakukan proyek pelebaran jalan di kawasan jalan Bangka raya. Dan dari pemberitahuan Ibu yang datang ke kecamatan yang juga bertemu perwakilan2 warga di sekitar, juga telah di beritahunya pemda bakal melakukan pelebaran jalan hingga 18 meter, di mana kini sekitar 6 meter.

Dan Ibu juga di beritahunya dari Pak Camat, dengan warga juga masih dengan musyawarah. Di samping juga memandang Gubernur Pak Jokowi, karena kita2 juga yang memilih beliau. Dan tahunya beliau selama ini juga menunjukkan kinerja yang baik, bagus bahkan ada melebihi gubernur2 sebelumnya, seperti di kegiatan blusukannya mencermati ke permukiman warga. Juga di sepakterjangnya pasangan Jokowi-Ahok di kasus waduk pluit yang tepat, berhubung memang dengan urusan tanah hak milik pemda. Cerdas, baik, berdedikasi tinggi, juga peka dan cermat. Dan terdapat pula pendapat dan keberatan dari Warga perwakilan keluarga2 warga permukiman di jalan Bangka raya. Dan Pak Camat juga mengatakan di harapkan warga juga cerewet soal tanahnya.

Di samping juga memberitahu pada warga untuk melaporkan ke tempat yang di tunjuk sebagai tempat kompensasi tanah yang bakal kena proyek pelebaran jalan dari pemda.

Tapi asumsi-asumsi pun masih terdapat, seperti misalkan soal kompensasi nantinya malah tak sesuai pula dengan NJOP di kawasan jalan Bangka raya, atau buat modal pindah rumah, lantaran 6 meter terpotong juga jumlah ukuran tanah yang besar, yang mau tak mau jadi pertimbangan condong ke pindah rumah.

Juga nantinya soal di urusan parkir kendaraan.

Tapi dari kakak pula berkata, ini cuma di tunda, karena sudah sejak lama proyek pelebaran jalan di beritahukan.

Tadinya sempat legowo, setelah cuma kena 4 meter dari sebagian permukiman termasuk kena ke halaman rumah keluarga saya. Tapi kini dapat pemberitahuan lagi, bakal ada pelebaran jalan 18 meter, dan kiri-kanan bisa kena sekitar 6 meter masing-masingnya.

Jadinya bisa kena kiri-kanan 6 meter. Padahal yang di bagian di halaman rumah sebelumnya pun telah kena 4 meter.

Dan kakak juga mengatakan dengan pertanyaan, apa tinggal di sini juga nyaman lo rasakan?,,,dulu iya masih belum padat. Dan memang iya, seperti tidak nyamannya dengan ulah usikan pengendara2 yang onar kebut2an, berisik bunyi mesinnya setiap kali lewat. Bahkan di depan rumah yang juga terdapat bengkel kecil, atau di bengkel lain, juga sempat melihat ada pengendara motor yang sengaja membuat mesin motornya di buat berisik. Dan di samping mulai nampak terdapatnya anggota geng motor, atau seperti di penemuan dari densus antiteror, di jalan Bangka juga hingga beberapa kali terdapat temuan anggota teroris. Atau ketika tabligh jaringan Habib FPI menutup jalan hingga juga menutup waralaba hingga beberapa jam lamanya. Di samping di jalan Bangka (persisnya Bangka VIII) juga terdapat masjid Habib Al-Anwar yang juga jaringan FPI. Nantinya jika kena proyek pelebaran jalan 6 meter, Masjid Habib atau masjid NU, masjid asal sekolahnya orang2 PKS pun ikut hilang halamannya.

Tapi juga ketika buldozer2, dengan pasukan satpol-pp, polisi, atau hingga di datangkan bantuan dari militer pun jadi bisa berbuat apa.

Dan begitu kejadiannya menjadi nyata, maka juga menjadi Jas merah catatan buruk, sampel noda /penyimpangan Pak Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI menzolimi pada sesungguhnya hak tanah warga, seperti di kawasan jalan Bangka raya-Kemang. Sebagai Gubernur dan Wagub, pemimpin yang juga jadi termasuk pelaku menzolimi ketenteraman hak rakyat.

Dan jalan Bangka pun seperti di jalan-jalan lain diJakarta yang nama2nya berasal dari peninggalan sejarah dan Gubernur Ali Sadikin juga jadi tidak sesuai lagi. Seperti kata William Shakespeare, apalagi arti sebuah nama, di samping Inggeris juga pernah mengultimatum Indonesia kembali jadi di jajah pemerintah penjajah Belanda, Inggeris dan AS, setelah Proklamator Soekarno-Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Padahal sayang sekali selama ini sedari awal menjabatnya yang baru beberapa bulan, Gubernur Jokowi-Ahok telah menunjukkan kegiatan dan hasil kinerja yang baik. Tapi bilamana pula jadi jatuh ke perbuatan menodai kepercayaan warga padanya akibat di proyek pelebaran jalan di Bangka raya di laksanakan.

Di jalan Bangka-Kemang yang juga terdapat masjid tertua di Jakarta, di dirikan sejak abad 18 m., oleh Wali dari Banten, juga terdapat keluarga Pangeran Jayakarta,, Wijayakrama (dari turunan Fatahilah), peranakan keraton Kahibon Banten-P.Jakarta-Dul Gendhu kasepuhan Mataram seperti keluarga saya, ningrat Mataram yang nampak di depan pagar rumahnya simbol Mataram, komunitas NU (sejak masa orba 1970-an), Muhammadiyah/PKS (1990-an) dan mungkin baru sekitar 2007-an dengan masuknya komunitas Al-Anwar yang juga jaringan FPI. Jadi yang nampak komunitas FPI sebagai warga termuda di sini.

Dan ada di sabdanya Nabi SAW., lebih baik kamu di lewati olehku jika kamu memilih ALLOH dan Rosul-Nya. Di ucapkan Baginda SAW., ketika di pembagian sedekah ghonimah ada melewati sebagian. Karena persediaan maalnya kurang, hingga ada yang tidak kebagian jatah.

Dan sabda Nabi SAW., juga : Jihad utama adalah pernyataan keadilan.

Siapa berbuat zolim-menzolimi, dholim/melampaui batas maka sudah pada tempatnya di tegur, sesuai rasa keadilan, walau pada Habib yang juga tetangga, juga sesama dzuriyah, apalagi pada orang-orangnya.

Dan Nabi SAW., juga bersabda, Cucuku sayid. Maka sama pula sebagai sesama dzuriyah sebagai pemegang hak istimewa kewenangan Sayid. Walau sayidnya ada di golongan rakyat sarekat merah, sayap kiri, pro bebas merdeka, pencari zona nyaman atau di status label kelompok Islam, orang Arab/ Timur tengah/Persia (seperti di keluarga Raja Yordania, Suriah), orang Afrika (seperti di keluarga Sultan Mamluk Mesir-Libya), kaukasia, Bhre Majapahit/ Sang Pajajaran, Mohrat Sriwijaya modernnya keluarga 3 besar kerajaan2 besar Indonesia dulu.

Teringat seperti jika makan siomay ada di antaranya juga terdapat pare, yang juga berwarna hijau. Dan jika baru kenal dengan penjual siomaynya juga menawarkan pare itu. Tapi juga tak menyukai pare yang juga berasa pahit, di sajian segenap siomay. Perumpamaannya demikian.

Dan Islam juga agama rohmatan lil ‘alamiin.

Dan dari alm Ulama keturunan Betawi (yang juga dari NU), pernah memberitahunya jalan Bangka ini artinya tua bangke. Nampaknya para kasepuhan juga terdapat sebagai warga lama Jakarta di jl.Bangka.

Hingga mantan menteri keuangan juga anak dari pejabat di masa orla juga terdapat di jalan Bangka. Juga terdapat dari keturunan pejabat orla, termasuk keluarga saya dari kemenakan Dr.Chaerul Saleh tangan kanan Presiden I RI, Ir.Soekarno, orang-orang PDIP, Gerindera juga terdapat di jalan Bangka.

Dan ingat pula dulu juga dari kakak ada berpendapat enaknya di jalan Bangka, kemana2 masih bisa. Seperti kakak2 yang bekerjanya berkantor sejak lama di jl.Fatmawati,dan juga kakak yang bekerja di sekitar Jaksel.

Tadinya jalan Bangka raya jalan gang, seperti nampak di foto2 lama di album keluarga, sejak mendirikan rumah di 1965. Bermula dari bapak dan Ibu masih sebagai pasangan suami isteri muda baru beranak 2, maka rumah pertamanya di dirikan masih kecil, hingga diperbesar lantaran keturunannya pun bertambah hingga 7 anak (jadi 9 anggota keluarga di tambah pembantu jadi 10, termasuk dengan aki dari Banten yang jika ke rumah pula bisa tinggal berbulan2, walau juga di tanya Ibu, karena lama meninggalkan isterinya/nenek dari Siam, yang bahkan tinggal di Saketi dengan meninggalkan keluarganya di Siam).

Atau pernah pula kedatanan saudara kakak sepupu dari Bandung yang pernah kuliah di Jakarta. Jadi di kartu keluarga pun juga menambah selipan catatan pendataan jumlah anggota keluarga di rumah.

Dan rumah yang berlokasi di jalan Bangka juga bukan rumah biasa dengan sejarah lamanya berkediaman di sini, kakak2 kedua masih kecil, kakak ke-2 baru lahir, sejak (alm) Bapak dan Ibu baru punya rumah sendiri di Jakarta di 1965, bahkan membiayainya dengan bekerja sebagai pegawai dari perusahaan ke perusahaan, di samping juga dari bantuan Pakde, di samping waktu dulu sebagai keluarga ningrat bangsawan Mataram dan Banten masih mewarisi peninggalan kekayaan, yang kian melewati puluhan tahun pula banyak terkikis, termasuk setelah di pakai membiayai sekolah 7 bersaudara dari TK, SD, hingga lulus kuliah.

Bahkan kini pun seperti dari hasil sawah warisan dari alm Bapak di Jateng, pun dari pengurusnya mulai tidak pernah lagi memberikan kiriman uang dari bagian hasil sawah, dan memang dulunya pun segannya pada alm Bapak, sebagai pemilik tanah sawah.
Dan mungkin di kiranya karena anak2nya telah tiada lagi dengan urusan pembiayaan di sekolah, tapi pengurusnya yang anak2nya menikah, melahirkan cucunya, cucunya bersekolah, kemudian menjadi termasuk beban di ekonominya, demikian, mungkin juga tapi entahlah. Di samping tanah sawah juga tereletaknya masih di bagian selatan Jawa. Seperti makamnya Sultan agung di Plered, Bantul.

Padahal pun masih punya keperluan modal usaha yang belum cukup di dapat. Di samping seperti setiap manusia juga dengan kebutuhan sembako (termasuk rokok) hariannya.

Tapi di kenyataan kini dengan peristiwa2 munculnya bencana alam, seperti tsunami di pantai selatan Jawa juga turut mengkhawatirkan, dan mungkin pula di imbas dengan bagian pendapatan tersebut.

Walau kecurigaan manipulatif juga masih ada di sampingnya, karena tsunami pun tidak kejadian tiap hari, bahkan sejak selama 10 tahun ini, sejak tahun 2000 (tahun mangkatnya bapak). Tapi juga berhadapannya dengan pengurusnya pun yang juga kenalan bapak sejak lama. Ada seperti pepatahnya Jawa, ewuh pakewuh, di samping dengan kakak2 yang juga sesama pewaris, dengan adik. Tapi di kenyataan juga sama ada kebutuhan modal yang belum tercukupi.

Dan kemudian malah dapat pertanyaan balik, seperti kamu pelukis kan, bisa menjual lukisannya, padahal susah juga menjual lukisan, bahkan juga di proses menyelesaikan karya, bisa memakan waktu yang juga lama.

Dan meneruskan kegubernuran di Jakarta di jaman kini yang juga dengan kompleks banyaknya permasalahan.

Dan kesimpulannya sebagai gubernur sebagai pemimpin daerah turut sebagai pengupaya perbaikan sesuai pada nasib kota Jakarta dan warganya, terutama dengan turut melindungi warga lama (yang masih ingin di Jakarta dan sebagai warga Jakarta) dengan hak-haknya jika dari pandangan saya. Di samping dari UUD 45 pasal 18, memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan.

Syarat minimal Sarjana yang bisa termasuk menempati kedudukan sebagai pemimpin-pemimpin di negara.
Pernah di tayangan berita silam, muncul pembahasan mengenai apa kedudukan Presiden/Kepala negara mesti minimal Sarjana. Dan di kenyataan selama ini seperti di Indonesia juga telah di dominasi pemberian kesempatan berkedudukannya pada Jenderal2 dari militer (Purn Mayor Jenderal alm-Bpk H.Muhammad Soeharto- 32 tahun, Purn Jenderal Prof.Dr.H.Soesilo Bambang Yudhoyono-10 tahun, dan keduanya juga di temukan sama berasal dari keturunan Bhre Majapahit dari Mataram).

Kedudukan sebagai Pemimpin di negara walau berasal dari rakyat jelata, tak masalah asalkan benar bisa membuktikan sebagai pemimpin yang baik,Wali penolong dan pelindung ke rakyatnya, berbuat jurdil (sesuai asas jurdil-demokrasi Indonesia) dan bermaslahat bagi bangsa negara, turut memelihara hankamrata.

Dan dari yang sudah2 nyatanya ada nilai positif juga negatif buat rakyat seperti dari kedua contoh pemimpin dari militer ini. Ada pula pendapat menyebut masih lebih bagus jaman Pak Harto ketimbang jaman Pak SBY.

Sarjana-sarja yang telah muncul tercipta di negara ini, juga punya hak berdaya. Di samping di berdayakan untuk kemaslahatan bangsa negara. Juga dengan pertimbangan asal bidangnya masing2.

Contoh-contoh pertemuan dengan masalah kekinian
– Kenaikan harga BBM berdampak kenaikan harga sembako (termasuk susu buat keperluan gizi anak dan dewasa, dan rokok) dan kontroversi banyaknya korupsi dari pejabat.

– Kenaikan harga BBM berdampak kenaikan tarif angkutan umum dengan pertimbangan penyesuaian dan pertimbangan keperluan prasarana onderdil, pemeliharaan kualitas kendaraan umum, dan kesejahteraan segenap staf angkutan umum/ dari organda jasa angkutan umum dengan kesanggupan rakyat banyak.

Telusur kontroversi terhadap usikan korupsi
Korupsi Kementerian2
Dari info tayangan MNC ada di sebut beberapa kementerian yang korupsi dengan urutan2 tingkat dari terbanyak korupsinya, pemborosan anggaran, penyimpangan kerja/proyek negara. Yang bahkan dengan kesaksian dari Ketua BPK.
1. Kementerian PU (Joko Kirmanto), sekitar Rp 12 milyar lebih.
2. Kementerian BKPM
3. Kementerian Depdikbud, termasuk di kasus penyelenggaraan UN 2013 kemarin terdapat info dengan kasus korupsi sekitar Rp 800 milyar lebih. Hingga banyak siswa mengeluh ketika UN mendapat kertas soal dan lembar jawaban dengan kertas buram.

Korupsi silam selama masa KIB I-II
– kasus korupsi Century Rp 6,7 trilyun
-kasus korupsi Dirut Krakatau Steel di tambang Cilegon Banten, Rp 10 milyar (sumber: Buletin Islam, Bpk Tarmizi Taher, mantan menag masa orba).
– kasus korupsi Wisma atlet Palembang
-kasus korupsi Wisma atlet Hambalang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s