Diari-Garis besar haluan agenda anomali-(GBHAA) 2013 dzuriyah gunungsepuh Tubagus Arief Z (agen bondol-005 Surosowan)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

Surosowan-art doc

logo Yarasutera (Yayasan Raja-raja Nusantara) http://kesultanan-palembang.blogspot.com/2012_02_16_archive.html

Diari-Garis besar haluan agenda anomali-(GBHAA) 2013 dzuriyah Pangeran-kasepuhan (:di singkat Pangeran kasep ) Tubagus Arief Z (agen bondol-005 Surosowan)-dari kedaton kasepuhan Surosowan-Dul Gendhu Matarami-Jakarta Raya.

Kota Jakarta ini memang juga tempatnya keluarga bangsawan kasepuhan. Dulunya pun bernama Surakarta di abad 15 m, bahkan sejak sebelumnya.

Sejak Prabhu Siliwangi menikah dengan isteri pertamanya puteri Manik Mayang Sunda berketurunan sulungnya, Sangiang yang jadi putera mahkota Pajajaran (kemudian berputera Surawisesa Raja Hindu-Pajajaran yang juga tewas di gempur pasukan Macan Ali yang juga terdapat pasukan Surosowan/Pajajaran;Sunda-Islam dan Demak), putera keduanya Sang Surosowan di angkat menjadi Dipati pesisir di Banten/ dulunya bernama juga Medanggiling (atau berarti kawasan pabrik rempah). Latar jadi Banten juga karena di bangun sebagai kota benteng.  Sang Surosowan kemudian berketurunan puteri Nyai Kawunganten, yang dari pernikahan dengan Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatulah yang masih berusia muda, berketurunan anak pertama Ratu Winahon (hubungan asal-usul kasepuhan Tubagus Angke hingga menjadi dinasti kasepuhan Jayakarta/Wijayakrama) berkedudukan di Jayakarta. Anak keduanya putera laki-laki yang juga putera sulungnya  Sunan Gunung Jati, P.Sebakingkin atau gunungsepuh Maulana Hasanudin. Sebenarnya kasepuhan Surosowan ialah keluarga / kasepuhan P.Jayakarta, dan kasepuhan keluarga tersulung di turunan kesultanan Banten Darussalam.

Dari keluarga gunungsepuh Surosowan-cucu buyut Sultana Ratu Kahinten akhir abad 18 m.  (sesuai surat keterangan silsilah pemberian Gubernur DKI Jakarta periode 1987-an, purn. Jenderal R. Wiyogo Atmodarminto, kelahiran Yogyakarta), setelah Sultan Mohammad Rafiudin,/termasuk keluarga putera mahkota kekaisaran Sultan Banten Darussalam- Kedaton residen Pangeran kasepuhan Surosowan-Jayakarta / Wijayakrama-Jakarta 2013 dstnya kemudian sepanjang usia dan regenerasi dan kasepuhan adik kerabat penguasa Sultan Muda Banten bawahan di Propinsi DI Banten (karena beliau belum ketahuan latar asal-usul istimewa kedaerahannya  (sesuai pasal 18 BAB Otonomi/Pemerintahan Daerah UUD 45-konstitusi negara Indonesia), di tingkatan dengan sebagai golongan keluarga kasepuhannya.

Memang ironisnya di Jakarta yang kian tumbuh gedung-gedung tinggi pencakar langit, kota beredarnya 80 % uang negara rupiah Indonesia, banyak menghasilkan orang jadi kaya dari Jakarta ibukota NKRI, tapi ironis dan kontroversinya berbanding melihat kenyataan kondisi ekonomi keluarga kasepuhan Surosowan, keluarga kasepuhan Sultannya di Jakarta. Di mana realitanya terdapat di pasar, masjid, hingga rumahnya pun di dalam pasar kecil. Atau sekedar menengah saja. Nampak tidak adil pusaka kasepuhan Jakarta malah hidupnya di antara garis menengah ke miskin, sementara hingga anggota DPR, pejabat elit jadi kaya-kaya karena dari Jakarta juga. Bahkan berbanding kebenaran ekonomi syariat Islam, terjemah fa’i ghonimah, hak istimewa kewenangan hak jizyah, lantaran penduduknya juga banyak yang kaya-kaya bahkan dari Jakarta. Tapi keluarga kasepuhannya Jakarta malah di abaikan hak keistimewaannya. Berbanding Sri Sultan HB di Yogya, Surakarta, Pakubuwono.

Padahal dulunya orang-orang kaya ada kena kewajiban bayar jizyah ke keluarga kasepuhan Jakarta, di Jayakarta dulu. Tapi gara-gara kedatangan kolonial VOC J.P.Coen, kapitalismenya jadi berubah, hingga ke Jakarta kini masih bernuansa kapitalisme VOC juga, VOC/penjajah bangsa sendiri. Koruptor. Makanya ada yang menyalahkan ada pula yang tidak menyalahkan jika hingga bermunculan aksi-aksi teror bom, perampokan pada rumah-rumah orang-orang kaya di Jakarta, karena termasuk dari fenomena realita ketidakadilan ini.

Untungnya di jaman Gubernur Ali Sadikin yang berasal dari Sumedang/Kawali Pajajaran yang mungkin juga tahu latar sejarah asal-usul istimewa kedaerahan juga menempatkan komplek PM dan di dataran tinggi pada wilayah permukiman keluarga kasepuhan Sedayu/Jakarta di Jakarta. Padahal Presiden saja seperti di rumahnya di Cendana atau kini Cikeas hanya diprotoker paspamres 5 tahun, paling banter jika terpilih lagi maksimal 10 tahun. Tapi gubernur juga berganti tahun kemudian berganti gubernur. Makanya keterangan ini di beritahu.

Penanggung mandat/amanat Kholifah Sultan Banten 2013 kini -,,,,,,?: Sultan Muda Tubagus Ismetulah, dengan asal-usul dengan perbandingan siapa dari kelompok keluarga tersulung di keluarga kesultanan gunungsepuh Banten Darussalam, belum di ketahui. Sultan Muda ini di angkat karena bermukimnya di Propinsi DI Banten sekalian menjadi pengurus situs keraton-keraton lama di Banten lama, Propinsi DI Banten.

Maka karena di tantang aduan di ketahui latar asal-usulnya tapi tidak ada di sebut memberi keterangan, jika aduan tingkat kelompok kasepuhannya di keluarga Surosowan kekaisaran Sultan Banten Darussalam,bisa di anggap bukan dari kasepuhan.Dan kenapa juga ia bergelar status Sultannya : Sultan Muda Tubagus, padahal orangnya juga sudah usia paruh baya. Dari gelarnya nampak ia juga tidak berani mengaku sebagai kasepuhan, dan ia juga tau di atas langit ada langit, di atas asal-usul istimewa kedaerahannya juga masih ada keluarga kasepuhannya. Cuma karena di situasi darurat perlu ada yang muncul berani tanggungjawab di desakan waktu untuk sekalian mengurus perawatan pemeliharaan cagar budaya Banten lama, pusaka-pusaka kerajaan maka ia yang ambil tanggungjawabnya, kebetulan juga bermukimnya dekat sekitar.

Melainkan keluarga P. Mohammad Damien cucu uyut Sultana Ratu Kahinten yang di angkap keluarga kasepuhan Surosowan kesultanan Banten Darussalam. Walau tersebar di Propinsi DI Banten tapi tidak di Banten lama, di Jakarta, Bogor, Bandung, Banjarmasin Kalsel, Pontianak-Kalbar, Medan-Sumut. Makanya tidak bisa turut aktif mengurus perawatan konservasi cagar budaya keraton Banten lama, pusaka-pusaka peninggalan kesultanan, yang mungkin latar berhubungan terpilihnya Sultan muda Tubagus Ismetulah.

Tapi karena latar terpilihnya juga demikian, maka tetap saja sesuai adab/etiket kekeluargaan, walau Sultan Muda tapi status sebenarnya adik kerabat, tetap saja wajib hormat pada kasepuhan kakak kekerabatannya di Surosowan/kesultanan Banten Darussalam. Dalam artian lain statusnya Sultan Muda, tapi status Kaisar Sultannya tetap kasepuhan Surosowan-kekaisaran Sultan Banten Darussalam, walau ia berada di Jakarta, atau bernama status kedaton kasepuhan Surosowan. Bagaimanapun hak status juga mesti sesuai tempat haknya.

Di samping, dari telusur bacaan, terdapat yang mengaku keturunan Sultan Banten, tapi ternyata misal dari orangtuanya di abad 19 m, Bupati di Pandeglang (seperti contoh sejarahnya P. Achmad Jayadiningrat/Wilem van Banten-pendiri Volksraad), Bupati di Serang, sedangkan menurut sejarah juga yang di tempatkan sebagai Bupati-bupati Banten ;lebih dulu pada adik-adik kerabat.

Bukan dari keturunan sulungnya Sultan Banten Darussalam, sejujur-jujurnya putera mahkota pastinya lebih di lindungi, dengan di tempatkan di sisa istana setelah istana Surosowan, seperti istana Kahibon. Seperti sedari Sultana Ratu Kahinten, puterinya menikah dengan muslim Belanda, kemudian berketurunan Pangeran menikah dengan gadis muslimah Belanda, Marcy berputera Pangeran Mohammad Damien, kakek uyut, langsung dari istana Kahibon, sisa istana kedaton kesultanan Banten, setelah istana Surosowan jadi puing-puing di hancurkan Daendels di abad 18 m.

Demikian keterangan asal-usul istimewa kedaerahan keluarga kakek uyut saya, P.Mohammad Damien dari istana Kahibon, sisa puing-puing istana Surosowan, serinci-rincinya keterangan pemberitahuan asal-usul istimewa kedaerahan. Atau di hubungkan adanya keberadan grup musik dari Bandung, Kahitna yang personelnya masih kerabat, Hedi Yunus yang bibinya masih tetangga dengan alm Nenek di jl. Pasirkudajaya, Ciomas Bogor (dekat lintasan kali Citarum). Tengok dari istilahnya Kahitna asal-usulnya dari mana,,,di hubungkan nama keraton Kahibon, sisa istana kedaton kesultanan Banten setelah istana Surosowan di hancurkan Daendels di abad 18 m. Info ini buat penjelasan keterangan siapa keluarga putera mahkota langsung dari kedaton Sultan terakhir Banten di akhir abad 18 m.

Demokrasi Indonesia juga jurdil, jujur dan adil. Nabi SAW., juga bersabda, Bayarlah hak masing-masing !. Qur’an juga ada ayatnya Wailulil Muthoffifin, Celakalah orang-orang yang berbuat curang/mencurangi takaran hak-hak.

Dan layaknya tradisi tata krama, etiket di keluarga besar kekaisaran Sultan Banten Darussalam, keluarga kasepuhan tingkat wewenangnya juga sebagai wewenang Abang atasan istimewa, pada segenap adik-adik kekerabatannya, walau ia jadi Sultan Muda Tubagus.

Maka buat orang warga Jakarta yang walau pernah mengatakan Jakarta kota berpenduduk heterogen, para kapitalisme yang ada di Jakarta, di sebutkan info ini, berhubung juga peringatan bagi siapa pelaku pengkhianatan, karena keluarga kedaton kasepuhan Surosowan juga ada di Jakarta, dan menguasai para pasukan di sekitar Jakarta, meliputi di Propinsi DI Banten, dan Jabar, Jawa, nusantara Indonesia bahkan mancanegara.

Dalam artian anda-anda warga Jakarta juga di kepung pasukan kedaton kasepuhan Surosowan di sekitar yang juga dinasti Mamluk dan cucu Sultan Panglima Sarasen, Salahudin al-Ayub.

Jikalau gunungsepuh Surosowan, Sultan I Banten, Maulana Hasanuddin putera sulungnya Ki Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatulah, sebenarnya juga di samping Wali pandhita Ratu dari Pajajaran juga putera mahkota kesultanan Mamluk, beribukota di Mesir. Kesultanan Mamluk ini dulunya punya wilayah bawahan meliputi Libya (yang juga daerah kaya hasil minyak bumi).

Disamping sisa pusaka generasi Raja Syarif Palestina dari dinasti Ki Sunan Kudus/ Syarif Qudds dari kasepuhan Dul Gendhu/ keraton kasepuhan Kota Gede (kasepuhan segenap kesultanan Mataram), Propinsi DI Yogyakarta. Dan Qudds Palestina dulunya bukan hanya di kota Gaza. Israel dulunya juga hanya di sekitar gurun sinai (sesuai sejarah Nabi Musa ‘as) hingga laut di selatannya. Atau jika di lihat di peta sekitar Israel selatan. Dulunya utaranya, Antiokia termasuk milik dinasti Syarif Mamluk.

Lagipula orang-orang Israel ini bisa urban ke wilayah-wilayah Eropa atau AS, Australia. Tapi di jaman modern, peranakan Timur tengah tak terlalu leluasa berpindah urban. Aneh memang terdapatnya agresi zionis Israel ke Palestina yang bahkan sudah tinggal kota Gaza, justru menampakkan keserakahannya.

Dari pernikahan Prabhu Siliwangi dengan isteri keduanya, yang beragama Islam, Ni Rara Subanglarang, berketurunan anak ke-3 puteranya, Pangeran Cakrabuwana/ Pangeran Cirebon. Dan anak ke-4 Ni Rara Santang. Dan anak ke-5 Pangeran Sengara, atau Prabhu Kian Santang berkedudukan di Garut, Jawa Barat.

Dari pemberitahuan Ibu, keluarga Surosowannya di samping cucu buyut keturunan langsung Sultana Ratu Kahinten (di akhir abad 18 m)juga peranakan keraton Kota Gede. Maka dari hitungan asal-usul istimewa kedaerahan ini berarti kasepuhan di Banten/Jawa, bahkan Indonesia, mancanegara, internasional.

Di Propinsi DI Yogyakarta ini ada 2 keraton, keraton kasepuhan Kota Gede, bangsawan Mataramnya di sebut juga Dul Gendhu.

Ada lagi keraton Sultan kanoman Ngayogyakarta. Kanoman berarti keturunan dari keraton setempat, misal keraton kanoman Yogyakarta berarti kanoman keturunan Sri Sultan Hamengkubhuwono. Dan menurut silsilahnya masih keturunan adik kerabat dari Pangeran Puger II,  putera kedua keraton Pakuwan, adiknya Amangkurat II (kini jadi keraton Surakarta/Kartasura/Mangkunegaran). Keraton Pakuwannya jadi keraton Pakubuwono.

Tapi kasepuhan semuanya tetap keraton Kota Gede, yang letaknya juga di Propinsi DI Yogyakarta.

Tapi kalau Sultan Muda Tubagus Ismetulah ini cuma dari asal-usul Banten.

Makanya secara hak asal-usul istimewa kedaerahan, tetap berstatus kedaton kasepuhan, di Surosowan/ kesultanan Banten atau di Jawa. Jadinya bisa di sebut / berstatus kedaton kasepuhan Surosowan-Dul Gendhu Matarami.

Dan seperti ucapan Ulama sepuh dinasti P.Jayakarta, berhati-hatilah dengan hak istimewanya dzuriyah.

Notes hadits:

QS: Berlaku adil mendekati Takwa. 

Dan ayat di Qur’an : Wahai orang-orang yang beriman bersaksilah yang adil. 

QS Al-Anfal : 41 Dzuriyah (cucu Nabi SAW) punya hak jizyah (wewenang memajaki) dengan hak kekuasaan kerajaan besarnya, untuk bahagian fa’i (ghonimahnya/ mal/ bahagian harta bendanya, prasarana). Dan masuk di ekonomi syari’ah Islam. Termasuk ke hak dzuriyah gunungsepuh Surosowan/ bangsawan kekaisaran Sultan Banten Darussalam. Jika fa’i tidak sesuai pendapatan khittah (kebutuhan dzuriyah), maka bisa jadi perhitungan syafa’at (bantuan) di pengadilan akhirat kelak dengan wewenang dzuriyah gunungsepuh internasional.

Tarif jizyah fa’i dzuriyah gunungsepuhTubagus Arief Z : (Rp 1 milyar, termasuk jizyah (pajak) fa’i ghonimah mal (harta bumi) sepeda, rumah, mobil), atau jadi termasuk berlaku sebagai juri syafa’at jaksa penuntut di pengadilan akhirat. Di perkiraan sementara 2013 ini, kecuali harga-harga naik lagi, dan kebutuhan-kebutuhan, prasarana, ekonomi bahagian hak penghidupan layak sebagai dzuriyah gunungsepuh Surosowan tak memuaskan/ kemungkinan tak terdapatkan.

Hak-hak/ wewenang/ otonomi istimewa sebagai dzuriyah gunungsepuh Surosowan/ kekaisaran Sultan Banten Darussalam:

1. Hak Jizyah/hak memajaki/hak mal (memajaki, mengambil harta benda berharga dari muka bumi: dari hadits shohih riwayat Bukhori).

2. Hak Dul-Fakhar (istilahnya berasal dari nama pedang Nabi SAW., yang di berikan pada pengangkatan sayidina Ali ra menjadi Panglima). Dan cap Dul-Fakhar juga di cantumkan di segenap artileri kesultanan Banten.  Artian lainnya = hak lincense to kill (pada siapa pengkhianat; sasaran target jaladi mantri dzuriyah gunungsepuh).

3. Dzuriyah gunungsepuh (haknya setingkat sayidina Hasan ra.,), Boleh menyerobot mengambil alih pada perempuan sebagai jodoh pinangan sedari posisinya belum di nikahi/belum jadi isteri siapa. Sumber : hadits peristiwa Fathul Khoibar, Nabi SAW., menyerobot mengambil alih Shufiyah dari Raja Arab Selatan, Dihyah yang juga komandan pasukan umat Islam.

QS Al-Maidah :5, Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa. Dan jangan bertolong-menolong dalam kejahatan/ ghulal (korupsi), berlaku mencurangi takaran hak-hak.

QS Thoffif (golongan orang-orang curang) :1. Wailulil muthoffifin, berarti Celakalah siapa orang-orang yang berbuat curang dari takaran hak-hak.

Nabi Muhammad SAW., bersabda : “Mukmin dan mukmin seperti bangunan yang satu saling menguatkan yang lain.”

Nabi SAW., bersabda, ” Bersedekahlah tapi jangan pula melupakan bahagianmu.”

Nabi SAW., bersabda,”Sesungguhnya pemboros itu saudaranya syaithon.”

Nabi SAW., bersabda,” Adalah kesempurnaan bagi seseorang jika ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermaslahat bagi dirinya.”

Nabi SAW., bersabda,” Jihad utama adalah pernyataan keadilan.”

Sabda amanat Nabi SAW., : “Bayarlah hak masing-masing!”

Dan sabda Nabi SAW.,: Belum sempurna iman seseorang jika ia belum bersedekah menolong keluarga kerabatnya. (di mulai dari garis kerabat dekat).

Sabda Nabi SAW.,ketika berpidato di hadapan umat Islam sambil memandang cucunya, Hasan ra., ( cucu sulung yang berada di tempat), “Cucuku ini sayid (pemimpin istimewa).” Hadits shohih riwayat Ulama salaf Bukhori.

Sabda Nabi SAW., Hakim jangan memutuskan perkara jika dalam keadaan marah. Pertanyaannya kalau dzuriyah gunungsepuh?

Sabda Nabi SAW., pengkhianat itu kelak akan di tempatkan di kelompok berbendera pengkhianat.

Hadits, boleh memisahkan diri dari jama’ah jika terjadi/terselip unsur komplotan jahat, pelaku ghulal (korupsi), thoffif bahkan di masjid, ormas yang juga berhubungan dengan jama’ah. Seperti kejadian setelah lomba JAA 2012, dan pemilihan Gub DKI Jokowi, Foke kirim ambulan baru ke masjid Al-Aqwam pengaruhi jama’ah/pengurus masjid di sana. (ada unsur selipan pelaku thoffif, maka boleh di jauhi, sebagai reaksi perlawanan untuk jihad utama/ ambil sikap sebagai mujahid pernyataan keadilan). Dengan menyendiri atau buat kelompok baru sebagai mujahid (pejuang) dan saksi adil, kelompok yang benar, amar makruf nahi mungkar.

-Hadits soal mematuhi / tidak mematuhi/meninggalkan pemimpin:

Nabi SAW., bersabda, Barangsiapa mematuhi amirku (termasuk sayid dzuriyah), maka ia mematuhiku. Barangsiapa tidak mematuhi amirku berarti ia meninggalkanku.

Nabi SAW., juga bersabda, Tidak wajib hukumnya mematuhi pemimpin jika di suruh berbuat maksiat (kejahatan). Atau arti lainnya, jika pemimpinnya pelaku maksiat (kejahatan). Maksiat itu berarti isitlah lain dari bahasa arab: kejahatan.

Hadits : Cinta pada tanah air termasuk sebagian dari iman.

-Termasuk haram menerima uang/harta riba, termasuk menjalin kolusi, menerima suap untuk kolusi dengan pelaku ghulal/korupsi.

Hadits: ghulal (korupsi) termasuk perbuatan dosa besar. Setingkat zinah kelamin; senggama diluar nikah

QS Dhuha dan QS At-Takaatsur (dampak bahaya berlebih-lebihan harta, tamak mengabaikan kemelaratan sekitar, tapi kayanya juga dengan cara thoffif/ghulal ke neraka jahim), Anjuran dan larangan menghardik/membentak anak yatim. Kecuali yang berbuat jahat. Di Qs kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir, Nabi Khidir membunuh anak yang berbuat kejahatan/dholim membunuh kedua bapak-ibunya.

Hadits Nabi SAW.,” Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin ada pertanggungjawabannya.”

Landasan Hukum negara:

pasal 18 UUD 45 BAB Otonomi/Pemerintahan daerah: Pemerintah, MPR, DPR, negara wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan, berhubungan di urusan pemerintahan daerahnya.

Notes kata2 mutiara

-Ucapan Ulama sepuh Pangeran Jayakarta di tahun 2010, waktu membuka majelis ta’lim sebelum khutbah Jum’at di masjid Al-Aqwam,” hati-hati dengan haknya dzuriyah (cucu Nabi SAW).” Lantaran bisa juga terpengaruh ke soal syafa’at keselamatan nasibnya di akhirat. Tapi yang mau ambil resiko di siksa ke neraka karena berbuat khianat ke dzuriyah, silahkan. Info ini untuk pemberitahuan,  juga berhubung paspor keselamatan di akhirat, bahkan dari siksa kubur setelah baru mangkat/meninggal dunia. Referensi : kisah Tsa’labah, kisah Jadd al-Quys.

-Ajaran Ulama kasepuhan Pangeran Jayakarta, menerjemahkan ta’lim hadits shohih riwayat Ulama salaf Muslim, dari ajaran Nabi SAW., Sikap seorang muslim, jika sudah bertekad maka terus di upayakan tekadnya. Di samping terjemah hadits ini berhubungan tafsir hadits lainnya dari Nabi SAW., jika walau tekad tapi berbenturan tekadnya Nabi SAW., atau dzuriyah, maka sebagai mukmin wajib mengalah, atau kena masalah di syafa’atnya. Termasuk sikap muslim/mukmin tidak berkhianat pada dzuriyah. Dan juga hadits Nabi SAW., belum sempurna iman seseorang jika ia belum (atau enggan) bersedekah pada keluarganya. Juga tafsir ayat Qur’an berlaku adil mendekati Takwa.

– Surga di telapak kaki ibu, tapi ijin syafa’at termasuk di hak wewenang dzuriyah/cucu-cucu Nabi SAW.

-Ucapan alm Kiai Zaenudin MZ, Keadilan adalah hak dan kewajiban seimbang. Artinya kalau hak juga tak di dapan imbang, maka pengaruh juga ke kewajiban.

– Tafsir Ulama Syekh Ibnu Kholdun di Mukaddimah (Pembukaan), Khilafah ada beberapa jenis, Kholifah dzuriyah/kholifah Quraisy (di tafsir ulama-ulama salaf kholifah keturunan kholifah khulafaur Rasyidin/ Dinasti Khulafaur Rasyidin: sayidina Abu Bakar ra, Umar al-Khotob ra., Utsman ra., Ali bin Abi Thalib ra. Kemudian di samping ada juga  kholifah Sultan, kholifah imamah, kholifah ashobiiyah (kholifah bangsa negara/nasional).

– Practice make perfect.

– Kata Three Musketeer : all for one, and one for all.

– Monumen balaraja; kisah pembunuhan sayidina Ali ra., waktu hendak Subuh ke masjid oleh kelompok pengkhianat Khowarij. Kisah pembunuhan dzuriyah ibnu Hasan ra.,dan Husain ra., di tragedi Karbala oleh komplotan pengkhianat Bayazid.  Perang shiffin; Nabi saw., mengatakan bagaimana ikhlasnya kamu ‘Ammar ra.

 

Uang di brankas anomali (pribadi) : Rp 1.270.000

*Notes : Jangan membeli apapun jika tiada tersisa uang lebihan sesuai kebutuhan ekonomi di saku anomali diri.

Bakal warisan di usia anomali 37 tahun-2013 :

-Sawah di Majalaya/ Majalengka, Cilacap perbatasan Jabar-Jateng, dekat gunung Ciremai. Peninggalan kakek dari bapak.

-Sawah di Citeureup, Cibinong, Bogor. Dari Ibu, termasuk barter dari beberapa persen dari penjualan tanah bapak di Jagakarsa.

-Tanah kebun kelapa dan pisang raja di Petanahan, Pantai karanganyar, Kebumen, Propinsi DI Yogya, Jateng. (samping pantai Bantul dan parangtritis Propinsi DI Yogyakarta). Searea ada di kontrak mahasiswa Jawa.

-searea tanah di jl. Pasirkudajaya, kabupaten Ciomas Bogor, Jabar. (dari milik Ibu kini). Status kini :di kontrakkan pedagang doclang Bogor. (kuliner dari lontong besar, kentang, tahu, bumbu kacang, atau tambah sambel khas Sunda).

Haluan kegiatan kini

  • Menunggu pinjaman sepeda dari kakak,,,
  • Menyelesaikan lukisan kanvas Hologram Jaka Tarub (awal Maret 2013-?,,,,,,,,,). Dan pindah ke alas triplek lain lebih lebar. Buat lukisan kanvas gulungan tanpa spanram sejak 2013. Dan menyelesaikan karya2 lukisan kanvas lainnya yg belum selesai ( sekitar 5-6 karya lagi).
  • Menyelesaikan gambar cat air-aquarel pensil warna di kertas Canson watercolor A3 : sepeda motor 1905- Harley Davidson
  • Beli Wacom bamboo pen (1 set) kini harganya Rp 1.270.000*(sebelumnya nunggu sampai pinjaman sepeda sudah di dapat, dengan tambahan uang).
  • Menyelesaikan 3 eksperimen lukis di kaos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s