Jas merah kontroversi keadilan dan pejabat-pejabat berpoligami, by Tubagus Arief Zulfianto Moelyopratomo (Surosowan keraton Kahibon dan Dul Gendhu keraton Kota Gede)

Kontroversi perkara X-Files Dr.Chaerul Saleh

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Chaerul Saleh dan Ibu Yo, di tanah air Indonesia,1950

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu-Tubagus Arief Z-art doc

Pak Lung dan Ibu Yo

Surosowan-P.Jakarta-Tubagus Arief Z-art doc

Dr. Chaerul Saleh berseragam Dewan Jenderal kehormatan, bersama Menpangad Letjen Ahmad Yani, sesama eks komandan gerilya

Dr. Chaerul Saleh, pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan, Wakil Perdana Menteri III,  Ketua partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak), Ketua MPRS. Partai MURBA pendirinya Presiden I RI, Soekarno. Tapi yang di angkat menjadi ketuanya Dr. Chaerul Saleh.

Bahkan di website Roso Daras, Presiden pertama RI, Soekarno sering berdialog serius hingga larut malam dengan Dr. Chaerul Saleh di istana. Bahkan beliau hingga menyebut padanya sebagai pemuda tangan kanannya.

Dr. Chaerul Saleh tidak melakukan poligami, bahkan dari pernikahan monogami setianya dengan Siti Johana Menara Saidah (Ibu Yo), bahkan tidak berketurunan, tapi mengangkat anak sekitar hingga 100, di tampung di rumahnya, bahkan hingga di biayai sekolahnya.

Kontroversi pada Dr. Chaerul Saleh adalah karena beliau menjabat rangkap jabatan, tapi juga hal itu terjadinya di masa Indonesia sebagai negara baru awal berdiri. Baru di masa awal berproses menyelenggarakan pemerintahan negara.

Sebaliknya juga terdapat kontroversi pada yang menimpa Dr. Chaerul Saleh di akhir hidupnya, adalah ketika beliau dari tiba-tiba di jadikan status tahanan rumah oleh Menpangad waktu itu, Mayjen Pangkostrad Soeharto, setelah demonstrasi Tritura di 1965, dengan peristiwa penembakan anggota KAMI, Arief Rahman Hakim, bahkan di dekat markas Pangkostrad di Gambir.

Kemudian tiba-tiba berubah di jadikan status tahanan militer.Bahkan waktu tiba-tiba di ubah jadi berstatus tahanan militer pun, Dr.Chaerul Saleh sempat memprotes, supaya di berikan pengadilan negara, seperti lain-lainnya, misal Letjen Omar Dhani, bahkan hingga Letkol Untung terdakwa pelaku Gestapu/Gestok di 1965

Tapi protesnya Dr. Chaerul Saleh tak di abaikan malah langsung di bawa militer ke penjara militer.

Bahkan di penjara militer, hingga isterinya di larang membesuknya, bahkan pernah hingga terlihat nampak linglung. Kemudian waktu mangkatnya pun di racun, dan di katakan oleh pihak militer jatuh dari kamar mandi.

Di 1967, Dr. Chaerul Saleh mangkat, bersamaan di tahun mangkatnya Dr. Ernesto Che Guevarra, tangan kanan Presiden Kuba waktu itu, Fidel Castro.

Tapi waktu kemenakannya (Ibu saya, Tati Murtasih dan saudaranya dokter) turut memandikan jenazahnya, dari pemberitahuan saudara yang dokter juga menemukan tanda-tanda kebiruan seperti di racun di sekitar tubuhnya. Waktu itu Ibu saya masih tinggal menumpang di rumah Dr. Chaerul Saleh (Pak Lung) dan Ibu Yo (Siti Johana Menara Saidah), di jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Bahkan dari Ibu juga menyebut kalau kedatangan jenazah Dr. Chaerul Saleh di bawa tentara dari penjara militer hanya di gulung tikar, tanpa berkain kafan, di kirim telanjang di baliknya. Seperti mengirim jenazah orang hina yang melakukan perbuatan hina dan pengkhianat buat negara, walau sebenarnya akibat di fitnah.

Bahkan terdapat Pak Ali Sadikin waktu itu masih berstatus Jenderal TNI-AL, sempat memarahi pada tentara dari AD, dengan mengucapkan, Kok orang seperti Pak Chaerul Saleh di perlakukan demikian sih, padahal beliau jasanya besar buat negara.

Beberapa waktu kemudian (masih di 1967), datang kiriman surat dari Menpangad Soeharto, menyatakan bahwa Dr. Chaerul Saleh bersih tidak terlibat gestapu. Bahkan seperti nampak juga terdapat pernyataan maafnya dari Menpangad Soeharto. Adapun mengenai surat tersebut terdapat infonya dari buku Dr. Chaerul Saleh tokoh kontroversial, tulisan purn. Jenderal Roeslan Abdul Gani. Dulu saya sempat punya bukunya tapi juga di pinjam teman, dan malahan teman saya juga kehilangan/lupa bukunya yang di taruhnya di kontrakannya dulu.  Tapi mencari bukunya pun di toko sudah tidak ada.

Dan menurut sejarah, sejak peristiwa Supersemar 1966, di 1967-nya dari menjabat menpangad, Soeharto menjadi Presiden ke-2 Republik Indonesia, dan dengan sejak munculnya masa orde baru. Dengan berwakil Presiden Sri Sultan Hamengkubhuwono IX.

Itu pun kemudian terdapat juga silang pendapat di antaranya. Dengan kemudian Pak Hamengkubhuwono di gantikan Wapres berikutnya. Dan Pak HB IX kembali pulang ke Yogyakarta kembali menjadi Sultan.

Pak Ali Sadikin kemudian di masa awal Presiden Soeharto menjabat di angkat menjadi Gubernur DKI Jakarta, tapi beliau pernah juga termasuk orang yang pernah berani berpetisi dengan Soeharto, seperti di peristiwa Petisi 50. Sementara di masa orde baru-Presiden Soeharto pernah juga muncul istilahnya ABS, Asal Bapak senang. Di sekitarnya.

Tapi ada realita zona nyaman dan kontroversi di masa orde baru. Zona nyamannya, harga-harga murah, kontroversinya adalah pada rakyat yang masih merasakan kemiskinan, Di samping kontroversinya juga dari orang-orang orde lama (termasuk orang-orang seniman lekra) yang masih hidup dengan keluarganya, karena sempat merasakan pengalaman kelam dari transisi orde lama ke awal orde baru.

Atau pernah dengar dari cerita Ibu, ada saudaranya pernah ikut di ciduk tentara waktu masa penangkapan orang2/ormas PKI, tapi dia sebenarnya bukan orang PKI. (kejadian demikian kenanya di daerah). Dan ketika itu sempat melihat ada yang hingga di iris telinganya. Akibat sempat melihat peristiwa demikian ia jadi orang depresi, paranoid.

Juga pernah dengar dan melihat pamerannya dari reuniannya pelukis-pelukis masa lekra di Gambir, sekitar 2006, bahkan hingga bertemu pelukis tua ada yang bercerita hingga nampak juga kesedihannya. Waktu itu tak sengaja ketemu kenalannya ketika sambil melihat karya2 pameran. Dan tak sengaja ngobrol, kemudian saya juga bilang masih kemenakan dari Pak Chaerul Saleh, di ajak ketemu pelukis yang berpameran, ternyata dari orang lekra.  Di karyanya terdapat lukisannya menggambarkan truk2 militer ketika mengangkut orang-orang yang di tangkap, termasuk kena ke orang lekra.

Si pelukis tua juga sempat berkata, setelah berpuluh tahun lamanya baru bisa berkumpul lagi. Katanya juga sempat orang-orang Lekra waktu itu hingga tak bisa bertemu karena di larang.

Mungkin di masa itu juga unsur2 yang berhubungan dengan Pak Karno sepertinya hendak di lenyapkan.

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu Tubagus Arief Z-art doc

Pengamanan Menteri2 Kabinet Dwikora

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu Tubagus Arief Z-art doc

Dua di antara Menteri2 yang di amankan Dr. Chaerul Saleh dan Jusuf Muda Dalam. sumber halaman buku 30 tahun Indonesia merdeka susunan Prof Ginanjar Kartasasmita keluaran masa orde baru

Surosowan-P.Jakarta-Dul GendhuTubagus Arief Z-art doc

Sidang pengadilan Omar Dhani-1966

Yusuf Muda Dalam -masa jabatan 1953-1966

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu-Tubagus Arief Z-art doc

JMD/Jusuf Muda Dalam

Yusuf Muda Dalam,kelahiran Aceh yang mengangkatnya ialah Presiden RI di waktu orde lama, Ir. Soekarno.

Di buku 30 tahun Indonesia merdeka (susunan Prof Ginanjar Kartasasmita,orangnya Presiden Soeharto masa orba), nampak Menteri ekonomi Yusuf Muda Dalam di tempatkan fotonya di bawah Dr. Chaerul Saleh dan di sebut sebagai Menteri-menteri yang terlibat kasus Gestapu 1965. Walau pada Dr. Chaerul Saleh, masih kontroversi perkara keadilannya, karena membaca dari buku, beliau juga mendapatkan status tahanan rumah kemudian berubah jadi tahanan militer. Tapi juga tanda di sidang pengadilan, bahkan di 1967 Dr. Chaerul Saleh meninggal dengan di racun, dan terdapat di sekujur tubuhnya tanda kebiruan, bahkan hanya di kirim oleh tentara dengan hanya di balut gulungan tikar. (tanpa kain kafan). Dan ada saksi orang Padang pernah bilang waktu remaja pernah pula melihat Chaerul Saleh nampak telanjang dan di gebuki tentara.

http://pekerjamuseum.blogspot.com/2013/02/jusuf-muda-dalam-dan-bank-indonesia.html

http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/Sejarah+Bank+Indonesia/Sejarah+BI/sejarahbi_5.htm

Pro-kontra pada Pak Harto tapi juga dapat bahagian keadilan apa darinya di masa orde baru?

Reformasi di tungganginya angkatan mahasiswa 98

Hamzah Haz-mantan Wapres RI di masa Presiden Megawati Soekarnoputeri

Surosowan-P.Jakarta-Dul Gendhu Tubagus Arief Z-art doc

Hamzah_Hazhttp://en.wikipedia.org/wiki/Hamzah_Haz

Ke masa Presidensil SBY yang justru makin mengibuli dan kriminil, korupsi, mudhorot, menyengsarakan, di pilihnya pemimpin, pejabat, wakil rakyat penipu rakyat

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ini menikahnya dengan Ibu Ani Yudhoyono, puteri dari mantan Komandan RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo, yang juga sempat di tugaskan dengan pasukanya sebagai komandan pemberangus ormas2 PKI, yang bahkan dengan info kiri-kanan juga terdapat asal atau salah tangkap, hingga penganiayaan, pembunuhan, orang2 hilang. Seperti terdapat di tayangan Metro TV, pernah kejadian ketika di pelantikan anggota Wanadri yang juga putera dari DN Aidit, Sarwo Edhie malahan memeluk sambil menangis dan minta maaf padanya. Artinya menunjukkan ia juga telah mengakui turut bersalah, dengan sebagai komandan dengan prajurit2nya di kejadian silam itu.

Di masa SBY pemerasan korupsi dan tengkulak dari atas hingga bawah pada rakyat

Partai-partai makin banyak dengan kerawanan celah-celah korupsi anggotanya di pemerintahan hingga wakil rakyat, dan pajak membengkak ke tanggungan rakyat, hingga munculnya ormas-ormas seperti FPI, yang malah kadang jadi bumerang pengusik rakyat

Ibu Megawati pernah menyampaikan seperti pabrik kertas Padalarang (yang juga memproduksi kertas gambar nasional) hilang.

Di masa orde baru, sebenarnya kertas Padalarang masih sempat di jual bahkan hingga di Pasaraya Sarinah, Blok M, Jakarta. Tapi kemudian makin lama makin susah di carinya, apalagi di masa Presiden SBY.

Menunjukkan justru bahan baku produk nasional juga makin menghilang, akibat juga perbuatan tengkulak2 bangsa sendiri.

Makin banyaknya ilegal loging

Berkali-kalinya kenaikan harga melebihi masa orde baru yang lebih lama.

Ironitas pencalonan seperti pada Ibu Ani Yudhoyono sebagai pengganti SBY.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s