Novel komik: petualangan agen Caraka-005 Surosena metamorfosis. Catatan sampingan

Tubagus Arief Z-art

sketsa pensil logo satria surosena, by Tb Arief Z (2006)

  • Selipan halaman-Novel komik: petualangan agen Caraka-005 Surosena metamorfosis. Judul :  Blusukan merdeka di kontroversi korupsi, labirin, krisis global dan  perubahan cuaca  (selipan babakan-kesekian)

Berita perkara zat chatinone Raffi Ahmad-Sumirat BNN

Raffi Ahmad belum juga terdengar lagi kelanjutan perkaranya dari hasil pengadilan.

Yang nampak kemarin advokat Hotman Sitompul juga mengatakan ada manipulatif dari BNN.  Dan nampak juga tertuju ke Ketuanya Sumirat (yang juga dari  perwira tinggi POLRI).

Di kubu Demokrat telah terjadi perseteruan antara Anas Urbaningrum dengan Ketua umumnya yang juga Presiden, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Kecelakaan transportasi pesawat kembali terdengar, kali ini pesawat Lion air.  Bagian sayap belakangnya patah.

Nampak di tayangan televisi, hingga di bagian belakang badan pesawatnya nampak patah.

Karena terjadi beberapa peristiwa kecelakaan transportasi pesawat dan kapal-kapal laut, menyebabkan transportasi seperti pesawat dan kapal laut menjadi momok menakutkan bagi publik.

Teringat di sekitar pertengahan 2000-an, peramal dari Belanda yang juga almarhumah, pernah mengatakan bahwa Indonesia bakal mengalami masa-masa cobaan, termasuk dengan melalui terjadinya peristiwa-peristiwa bencana alam, kecelakaan-kecelakaan pesawat, kapal-kapal, bahkan di kenyataan hingga bus-bus, kendaraan mobil, motor.

Tapi dengan rahmat ALLOH SWT., regenerasi Gunungsepuh Surosowan masih terdapat bertahan, di Banten dan kasepuhan di Jakarta.

Ajakan Ibu ke Papua, ke Raja Ampat dan Sorong naik kapal pesiar-never say never again-anomali.

Di antara carut marut keadaan, kehilangan aplikasi adobenya lantaran tak sengaja lupa mematikan ceklekan internetnya, membuat sedih di rasa kehilangannya Surosena.

Di pagi hari tadinya sempat berencana hendak re-instal Adobe Master Suite ke Mangga dua, tapi meminta ongkos dan persiapan uang jika ganti CD instalan bakal kena tagihan Rp 50.000 dari tokonya.

Tapi ketika pagi sempat kena di suruh-suruh jadinya membantu Ibu, soal urusan kompor yang tiba-tiba rusak.  Melihat situasi di pasar nampak seperti biasa saja.

Walau sempat terlupa juga ketika sambil menunggu bapak penjual kompor terlebih dulu makan, membeli rokok GG membayar dengan logaman Rp 500, di ingatkan penjualan yang juga tetangga kenalan, sudah lama naik  Rp 1000.

Tapi rokok GG memang tahan lama, belum sampai setengah batang, si bapak nampak tanda-tandanya sudah usai makannya di pagi itu.

Ibu sudah kedatangan teman-teman dan murid-murid Ibu-ibunya. Kemudian setelah adzan dzuhur, Ibu sebagai guru masak turut mengajarkan ilmunya, sementara puteranya malah di siang yang terik itu mengantuk berat dan numpang tidur di kamarnya yang adem.

Mau ikutan belajar memasak, tapi malahan  canggung, dan jadi segan dengan Ibu-ibu.

Di sorenya bersama Ibu menonton tayangan di TV one, jurnalis perempuannya sedang menanyai para pramugari Lion air, mengenai kecelakaan pesawat Lion air di Bali.

Ibu kemudian mengajak ke Papua naik kapal pesiar Pelni. Katanya ke Raja Ampat dan Sorong. Tapi kasihan juga dengan Ibu yang sudah berusia 75 tahun. Sementara di dalam masih terpikiran dengan soal masalah aplikasi Adobe yang hilang dan reinstal ke Mangga dua.

Pikiran lainnya kesempatan buat tau seperti apa ya Raja ampat dan Sorong yang pernah dengar atau liat di tayangan TV, nampak indah pemandangannya. Mungkin bisa di gunakan kesempatan untuk motret, nyeket.

Perseteruan Adi bing Slamet, Arya Wiguna dengan eyang subur si dukun bromocorah/ sihir.

Teringat sabda Nabi SAW., jangan memandang siapa, tapi pandang apa kebenaran yang di sampaikannya.

Di jaman kini yang perlu berhati-hati, mawas pada bromocorah manipulatif, labirin (penyesatan2).

Sejak kemarin mendengar berita di tayangan televisi mengenai perseteruan Adi bing Slamet, Arya Wiguna dengan eyang Subur.

Yang bahkan hingga mendengar kesaksian dari korban-korban yang di rugikan. Anehnya si eyang subur juga di dukung oleh bahkan figur ketua paguyuban paranormal, Permadi.

Tapi dari penelusuran berita dari hari ke hari mulai terungkap juga bahwa si Subur memang dukun bromocorah.

Mulai terungkapnya dari terdapatnya si Subur beristeri 9, dan tiba-tiba setelah baru muncul peristiwa perseteruannya dengan Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna cs, baru di ceraikan sebagian dari 9 isterinya menjadi 4.

Dan dari ungkapannya Adi Bing Slamet, ketika si Subur baru-baru ini melakukan penyelenggaraan seperti berkunjung ke makam Kiai Suronata di Jakarta, dan sholawatan.

Juga dari hasil penyelidikan MUI, menemukan si Subur bahkan tidak bisa membaca surat Al-Fatihah, padahal mengakunya muslim dari baru-barunya buatan kejadian melakukan sholawatan dan kunjungan ke makam Kiai Suronata, kebetulan di dekat waktu perseteruan dan ungkapan dari Adi Bing Slamet, Arya Wiguna cs mengenainya sebagai dukun santet yang juga memiliki piaraan khodam2 jin.

Ada juga dugaan, si Subur bagaimana dari tayangan nampak memiliki duitnya bisa banyak sekali.  Dugaannya dari usaha judi togel. Dan ada saja orang-orang yang bahkan hingga masukannya banyak dari golongan rakyat kecil yang gemar ke judi togel.

Dan jika di perhatikan rupanya si eyang Subur juga mirip ketionghoaan. Pernah dengar dari penjaga masjid, dari obrolan iseng di sekitar halaman masjid, memang orang Tionghoa ada juga yang jadi bernama Jawa. Tapi kelakuan Tionghoanya tetap saja masih seperti Cina yang kecenderungan berjaringannya dengan hanya orang-orang Cina/ Tionghoa dengan tionghoa, termasuk di soal duit dan lapangan pekerjaan.

Pernah juga mendengar dari cerita dari teman dengan keluhannya yang bekerja dengan bosnya yang Cina, padahal lokasinya jauh, gajinya juga rendah. Mengeluhnya pendapatan gaji rendahnya tidak wajar lantaran bosnya juga kelewat tamak oportunisnya, dan di rasanya tidak fair soal memberi gaji pada pekerjanya.

Juga sempat dengar  Paman dari Banten,  bercerita pernah bekerja sebagai kernet di usaha bus antar kota yang pemilik atau bosnya juga orang Cina. Ia juga sempat mengeluhkan gajinya dan uang di perusahaan yang juga di korupsi si bosnya orang Cina. Hingga mengakibatkan pada onderdil busnya, juga jadi kekurangan. Bahkan gajinya sebagian ada yang tidak di bayarkan.

Ada juga pernah mendengar, (terdapat) orang Cina jadi kapitalisme ketika di Indonesia berbeda ketika di negara Cina dengan komunismenya.

Di Indonesia pun, pengusaha Cina ada juga yang mungkin di baliknya juga menggunakan kenalannya dukun Cina/Tionghoa. Misalkan jika di majalah misteri, salah satunya pernah di muat tersebut nama suhu Acay. Tapi, beliau belum terdengar ada menggunakan kemampuan mistisnya untuk kejahatan/ menjahati sesama manusia.

Dan juga tidak di ketahui tingkatannya lebih tinggi mana soal ilmu mistisnya, antara yang Cina/Tionghoa dengan orang Indonesia. Tapi semoga saja jika memiliki juga tidak sampai berbuat menggunakannya untuk kejahatan atau menjahati pada orang.

Dan dari pengetahuan sebagai jaringan umat Islam, di ayat Qur’an surat Al-Maidah : 5 juga tercantum, Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa. Dan janganlah kamu bertolong-menolong dalam urusan kejahatan.

Dan perkaranya jika sudah menyangkut termasuk di perbuatan kejahatan, maka di ajaran Islam pun terdapat hak turut campur dengan urusan Amar makruf nahi mungkar (hak turut campur di urusan menegakkan kebenaran (di urusan jihad menegakkan keadilan) dan antisipasi/ menindak kejahatan).

Atau terdapatnya istilah menegakkan keadilan, memberantas korupsi/ kejahatan tanpa pandang bulu. Juga slogannya PKB di masa (alm) Ki Gus Dur, Membela yang benar.

Dan di hadits Nabi SAW., bersabda, Jangan pandang siapa, tapi pandanglah apa kebenaran yang di sampaikannya. Juga sabda beliau SAW., Tiada agama tanpa akal sehat.

Memang jadi turut kontroversi dan kasihan juga menumbuhkan kehati-hatian pada seperti kejadian orang-orang yang menjadi korban di zolimi dukun atau oknum seperti di kejadian Adi Bing Slamet, Arya Wiguna cs dengan Eyang Subur.

Ksatria piningit dan Sultan Jakarta-raya

Sebenarnya pernah juga sempat ada curiga, tidak asal percaya, kontroversi, pertanyaan dan sambil menyelidiki pada kedatangan dan ucapan-ucapannya (alm) tabib Malang yang pernah datang ke rumah di 2007.

(Alm) Tabib Malang tidak nampak pernah melakukan sholat, bahkan walau sendiri ketika di rumah. Tapi ketika menginap di rumah, yang nampak di suatu waktu, biasanya di malam hari nampak melakukan semadi.

Tapi dari jawabannya dan juga Ibu yang mengulang dari jawabannya, mengatakan Mas Kris melakukan sholat, tapi di seolah nampak yang kelihatan ketika sedang melakukan samadinya.

Tapi katanya ia juga melakukan sholat. Ada juga terdengarnya seperti raganya berjalan melakukan sholat termasuk ke masjid. Pernah juga mencoba ketika ia datang juga mengamati kapan kelihatan melakukan sholatnya.

Tapi sendiri pun juga ada waktunya menggambar, atau orat-oret di kertas, malahan kebanyakan menulis bagaimana soal konsep dan cerita komik di waktu itu. Atau membaca buku-buku sejarah.

Karena katanya  ia memiliki ilmu tingkat tinggi, maka walau nampaknya melakukan samadi tapi telah melakukan sholat. Tapi ia juga menganjurkan pada yang di katakannya masih tingkat awam, tidak melakukan sepertinya. Jika umat Islam sholat ya melaksanakan sholat.

Sempat sambil sekalian mengetesnya, ikutan bertanya, ketika di antara teman-teman kakak ada juga mengobrol hingga larut malam juga di antaranya melontarkan pertanyaan-pertanyaan padanya.

Memang waktu itu keturunan dari keluarga kakaknya Pak Karno, sedang sambil tertawa bercanda menceritakan mengenai tingkah adik-adiknya yang nampak menyombongkan status sebagai puteri keraton. Dan memang keluarganya masih dari keturunan hadiningrat Surakarta.

Hingga obrolan menyambung hingga ke ciri pusaka keraton Surakarta, keris, jika pusaka keraton Yogyakarta, tombak. Dan katanya ada juga hubungan riwayat sejarahnya, kenapa demikian.

Jadinya teringat pernah melihat di foto lama, kakek dari bapak ada berdiri di belakangnya nampak seperti tempat rak penyimpanan tombak di dalam rumahnya yang juga berhiasan keramik ornamen motif batik.

Dan pernah membaca dari buku, kalau kesultanan Banten, ada terdapat pusakanya golok emas seperti miliknya Sultan I Hasanudin, tapi keturunannya hingga Sultan IV, Abdul Mufakhir menyandang pusakanya keris emas di pinggangnya, seperti bangsawan Majapahit.

Teringat nenek, ibu dan saudara di keluarga Sultan Banten, yang di angkatan dulu, juga nampak mahir menggunakan golok tapi sekedar di urusan memasak.

Kemudian Surosena pun bertanya padanya, soal siapa bapak dari kakek dari bapaknya. Karena perbincangan juga jadi di topik sekitar keluarga Raja. Kebetulan juga sedang baru pertama kalinya ikut nimbrung ngumpul di malam itu.

Di samping di siangnya juga sedang membuat sketsa-sketsa buat komik, hingga melakukan penelusuran sejarah kerajaan di mulai di sekitar Jawa, karena mendapati dari bacaan ada hubungan asal-usulnya. Karena pernah dengar dari Ibu dan bapak juga keturunan keluarga Raja.

Dan Mas Kris menjawabnya, dulunya lurah di Kutoarjo/ Kutohardjo (dulunya masih termasuk wilayah kerajaan Islam Mataram). Dan berputera pendekar kelas wahid. Dan pernah kejadian terdapat peristiwa di Cirebon terdapat kemunculan gangguan siluman yang hingga di datangkan dukun, pendekar tiada yang mampu menaklukkan siluman itu. Kemudian kakek uyut, pendekar Brodjosoetomo di undang ke sana. Dan berhasil menaklukkan siluman yang pernah menggegerkan di Cirebon. Hingga karena jasanya di undang ke istana Sultan Cirebon dan mendapatkan penghargaan di angkat sebagai Dipati di Indramayu dan gelar Raden.

Sempat tak nyana juga, ternyata juga punya kakek uyut yang pendekar kelas wahid, bahkan pernah mengalahkan dukun, pendekar-pendekar.

Bahkan setelah menjawab, Mas Kris sambil tersenyum juga menawarkan pada Surosena, kamu mau gak saya kasih ilmu. Tapi Surosena juga khawatirnya di baliknya bakal ada menanggung syarat-syarat yang mungkin juga berat, jadinya juga hilang dari di kebebasan biasanya sehari-hari. Karena pernah dengar di antara teman kakak juga kakak ada yang bahkan hingga puasa mutih.

Dan Ibu juga pernah berkata, toh di ibadah Islam juga ada puasa Senin-Kamis. Tapi puasa juga karena di kebiasaannya di tiap bulan romadhon, atau nambah setelahnya hari raya Idul fitri, maka mengikuti nurani di kebiasaan saja.

Dan waktu remaja ingat pernah membaca serial novel komik silat, bocah sakti. Di mana si bocah nampak seperti bocah biasa saja dan juga melakukan pengembaraan. Tapi bahkan yang kelihatan pendekar senior pun pernah hendak menjahatinya tapi  malah kena pantulan balasan kemudian, dan terjadinya seperti alamiah. Atau ketika membaca  komik cerbung Kinong dari kandang haur, yang sebenarnya juga cerita pendekar Jaka Sembung, buatan Jair. Di mana hampir di komiknya yang di tampilkan justru kebanyakan Kinong csnya, Jaka Sembung hanya nampak sesekali, di komiknya.

Memang dulu suka juga baca komik2 cerbung. Ada yang ceritanya sebenarnya di ambil dari cerita pendekar Tiongkok, contoh Berandal Girisona. Yang juga pernah nampak di Celeste movies, produk Shaw.

Dan pernah sesekali lewat, nampak Mas Kris juga memperlihatkan ayat-ayat Qur’an. Bahkan membawa kitab Qur’annya yang memang berukuran besar, berwarna biru muda, campur biru gelap, seperti warna masjid Gresik, dan sepertinya ada terjemahannya juga. Masih versi Depag. Kemudian juga meminjam Qur’an dari Surosena, yang ukurannya lebih kecil, juga ada terjemahannya versi Depag, bersampul merah.

Dan ketika sehabis melakukan pengobatannya dengan menggunakan telor angsa khusus, ke bagian bawah tapak kaki yang terasa dengan seperti ada sengatan listriknya seperti menyerap penyakit dari telor ke tapak kaki, yang juga melalui tenaga dalamnya. Memang mulanya ketika di pijit dengan telor di tapak kaki terasa sakit, tapi setelahnya memang di bagian kaki hingga menjalar ke sekujur tubuh jadi seperti ringan, seperti ada bagian penyakit di dalam tubuh yang hilang.

Ketika sehabis mengurut dengan telor di bagian tapak kaki, ke Surosena si tabib Malang berkata, kamu pernah jatuh ya. Kemudian menunjuk pada bagian pinggir kiri kaki kanan di bawah jempol yang memang nampak di bagian tulangnya kemerahan. Memang sejak dulu telah nampak, tapi tadinya di kira biasa saja, walau kadang memang terasa di bagian itu ada ngilunya kadang2.

Dan lantaran di beri pertanyaan demikian juga di depan ibu, jadinya berterus terang, memang pernah melompat dari steger dari ketinggian 1 koma meter, waktu di Kelapa Gading. Waktu itu sehabis juga mengangkat lampu besar dari ketinggian sekitar 6 meter.

Sempat ketika hendak turun untungnya di level steger paling bawah, langsung melompat tapi di bagian tapak kaki kanan duluan dan kena keramik lantai yang keras.

Sempat terasa sangat ngilu di waktu itu. Kemudian beberapa hari nampak tanda kemerahan di tulang dengan kadang terasa ngilu. Sampai beberapa kali. Bahkan hingga kini tapi sudah tak sengilu dulu, sebelum di urut. Tapi dari kejadian ini jadi masuk juga ke diri untuk memperhatikan soal pengamanan bagian tubuh. Memang dulu juga waktu sekolah pernah memanjat pagar, dari pagar turun dengan lompat tapi pakai sepatu. Mengentengkan jarak 1 meter melompat dari atas ke bawah.

Memang pengobatannya manjur, dan Mas Kris pun mengatakan tujuannya sebagai di bidang pengobatan. Bahkan sempat dengan kakak, dengan temannya juga bahkan kemudiannya dengan Surosena pernah ada rencana membuat klinik sendiri. Nantinya di kemudiannya mungkin bisa kebagian rejeki juga. Seperti pernah ketika pasiennya menjadi sangat banyak, Mas Kris dengan kakak, teman2nya sempat mengajak nonton film di bioskop di Senayan.

Bahkan terdapat juga anak dari keluarga kakaknya Presiden I RI, Soekarno, hingga sangat dekat padanya. Bahkan hingga ketika Mas Kris mendatangi pasien di rumahnya, ia juga turut ikut malah sudah seperti asistennya.

Dan memang pasiennya pun semakin bertambah banyak berdatangan. Bahkan ia juga jadi sibuk hingga mendatangi ke rumah-rumah pasien, misal pada pasien lansia yang tidak mampu datang ke rumah.

Mas Kris juga ada tatonya seperti sayap elang di bagian tubuhnya, katanya juga sebenarnya sebagai tanda murid yang pernah belajar dari orang sakti suku Dayak, di Kalimantan.

Teringat sejak 2007-an kenal dengan tabib urut Malang (yang alm di 2009-bahkan ada yang mengatakan ia juga kena serangan jin kiriman anonim oknum), malahan si alm tabib Malang, dekat sebelum peristiwa ke meninggalnya dengan teman-teman kenalannya dan kakak sempat pula membacakan buku terjemah ksatria piningit ramalan Joyobhoyo, di hadapan pemuda Surosena.

Teringat setelah membaca buku itu, kemudian alm tabib Malang dengan entah apakah selipan guyonan tapi di lakukannya dengan wajah serius, kemudian muncul pertanyaan dari kenalan anggota dari kakak keluarganya Presiden Soekarno, dengan candanya mengatakan hayo kalo kita bikin partai, partai apa.

Kemudian si tabib urut Malang mengatakan, hayolah, saya jadi Gajah Madanya.

Sempat ia berkata, pada diri Surosena, kamu di jaga Malaikat. Dan ia juga sempat berkata dengan memberi anjuran,” Sudahlah sebaiknya jangan disombongkan.”

Waktu itu sempat bertanya kalo kakek dari mana asal-usulnya? karena di makamnya nyata terteranya bertulisan namanya Raden Brodjo Soetomo, bapaknya kakek/ kakek uyut, kemudian kakek Raden Moelyopratomo.

Si Tabib urut Malang yang juga bernama panggilan Mas Kris juga menyebut pernah jadi prajurit TNI, dari AD. Mas Kris pernah menawarkan pada Surosena, kamu mau gak saya bagi ‘ ilmu. ‘ Tapi Surosena belum mengiyakan, karena ada syarat2 di baliknya yang pastinya berat. Seperti dengan puasa mutih, seperti pernah dengar di sejarah penggemblengan kanuragan Majapahit. Tapi ia juga mengatakan dengan senyum, kamu di jaga Malaikat.

Dan waktu itu juga di tayangan TV, muncul juga figur muda seperti Ustad Guntur, dari mantan ustad cilik.

Sempat teringat waktu ikut liburan semesteran dari kampus FSRD-IKJ bersama pimpinan rombongan dosen Mas Tantio Adjie waktu itu, ke Bali. Dan perjalanan itu baru pertama di lakukan lagi setelah bertahun-tahun sebelumnya sempat vakum.

Dan di Bali, menginapnya di rumah anak seniman Tjokot. Yang juga bernama Bali. Dan ia juga pernah mengatakan, bahwa ia sempat bertemu orang Malang, dan mengakui ‘ilmu’nya lebih tinggi darinya. Padahal si seniman anak dari Tjokot juga sosok yang di segani di warga sekitarnya. Bahkan di wilayah Ubud, Bali masih dengan melakukan tradisi seperti ngaben, hingga ke ilmu seperti debusnya di Bali.

Pernah tabib Malang menitipkan keris-keris pusakanya, bahkan katanya ada ‘isi’nya. Kemudian Surosena yang dekat tempat peletakkan keris-keris pusaka, membaca Qur’an ketika masih ada kegiatannya demikian.

Dan tabib Malang malah mengatakan justru keris-keris pusakanya malah senang, seperti dapat tambahan makanan minuman. Dan nampaknya keris-keris pusaka sebutannya jika di banding dengan keris-keris pusaka para Pangeran, ksatria di masa kesultanan di Jawa ada miripnya.

Mas Kris mengatakan, bahwa bapaknya kakek sebenarnya anak lurah di Kutohardjo,  termasuk wilayah kesultanan Mataram dulu. Tapi juga pendekar yang di anugerahi ALLOH SWT memiliki kesaktian tinggi dan di segani segenap pendekar Jawa, bahkan hingga kesultanan Cirebon.

Padahal di kesultanan Cirebon ada pendekar-pendekar kerajaan juga. Tapi memang soal kependekaran di Mataram ada yang sebut lebih unggul, atau dari telusur cerita sejarah.

Tapi kasepuhan tetap di Banten, Pangeran Jayakarta dan Cirebon.

Mas Kris juga menyebutkan ia lahir di Malang, tapi juga masih keturunan dari bapaknya yang masih ningrat Mataram. Dan di asal-usul istimewanya, keluarga besar ningrat Mataram memang juga masih keturunan dari kakek moyangnya, Ki Sunan Kudus, Wali Songo yang pernah di angkat jadi Panglima Suronata. Ki Sunan Kudus juga Wali peranakan dzuriyah dari Syarif Qudds/Palestina dan Majapahit.

Di ceritanya dari Babad tanah Jawi babakan masuknya era runtuhnya kerajaan2 hindu ke masa kesultanan, di babakan perangnya, Ki Sunan Kudus juga di berikan badong, atau baju zirah oleh Ki Sunan Gunung Jati.

Dan ia juga bersenjatakan keris, apalagi ketika menghadapi senopati andalan Majapahit, Andayaningrat. Di cerita perangnya nampak terdapat campuran nuansa ghoib dan siasat.

Tapi juga pegangan wejangan buat tiap pendekar, supaya tidak sombong dan masih bertakwa pada ALLOH SWT.

Yang jadi pertanyaan Mas Kris ialah, di temukannya di terjemah buku ksatria piningit di sebut juga berasal dari balik lereng gunung Lawu.

Dan menelusur sejarah, ternyata di lereng gunung Lawu juga terdapat peninggalan situs-situs sejarah terakhirnya Majapahit. Contoh seperti candi Sukuh, yang juga terdapat kuburan Prabhu Brawijaya V-Majapahit. Hingga masih terdapatnya semacam upacara yang masih di lakukan oleh kesultanan Surakarta dan keraton Ngayogyakarta. Berhubungan juga Mataram dari asal-usulnya masih dari turunan Raja-raja Majapahit.

Dan jika indikasi itu benar sebagai ksatria piningit, tentunya di amanatnya juga sebagai ksatria. Entah apakah yang membedakan ksatria piningit dengan bahkan tiap pendekar, perwira,bahkan rakyat juga di sebut bermandat ksatria, tapi apa ksatria piningit juga sebagai Panglima ksatria.

Kenapa sampai di sebut kemunculannya, apakah karena terdapat di jamannya situasinya telah sangat carut-marut, labirin-labirin, atau penyesatan-penyesatan sedemikian parahnyakah, hingga di sebutkan kemunculan ksatria piningit yang bagaikan Panglima suronata silam sebagai tonggak para ksatria penjaga.

Atau hanya buatan dari Prabhu Joyoboyo saja, supaya masih tetap ada regenerasi ksatria di jaman modern yang di terawangnya bakal carut-marut, masuk ke masa kegelapan, kejahatan, penipuan, penyesatan-penyesatan/labirin bermunculan bahkan juga berbisa mempengaruhi.

Tapi, Alhamdulillah, penipuan-penipuan, labirin seperti nampak dari tayangan berita dari hari ke hari satu-persatu terungkap juga.

Hingga dari perkara ke perkara dari Lia Aminuddin mengaku titisan malaikat Gabriel, Ahmad Musadek mengaku Nabi (palsu) di Bogor,  hingga perseteruan Adi Bing Slamet, Arya Wiguna cs., dengan dukun eyang Subur.

Tapi memang masih ada juga kasus-kasus yang masih di abstraksikan atau sedang di proses, contoh sedari skandal century Rp 6,7 trilyun, kasus korupsi tambang besi di Cilegon di sebut oleh mantan Menag, Tarmizi Taher sejumlah Rp 10 trilyun, kasus korupsi wisma atlet, kasus pembunuhan Nasrudin berhubungan penahanan mantan ketua KPK Antasari Azhar yang masih jadi perdebatan, kasus korupsi Hambalang.

Ksatria piningit tidak lagi di perlukan, jika stimulusnya motivasi keksatriaan telah tergerak juga. Seperti aliran air dari pendorong tut wuri handayani, tinggal hasil dorongannya mengalirnya jernih atau agak jernih, atau mulai keruh, di penyulingan lagi.

Jika di baca dari sejarahnya, Ki Sunan Kudus juga berlaku berbeda ketika sedang di masa sebagai Panglima Suronata di medan perang, dan ketika sedang menjadi Sayid merintis Tajuk menjadi kota Kudus.

Dan di kenyataan kini, pusat pemerintahan negara Indonesia di Jakarta. Di mana di sekian warganya yang heterogen, juga masih terdapat bumiputeranya yang di jaman modern juga bahkan peranakan heterogen kerajaan-kerajaan Indonesia.

Di antaranya bumiputera Sedayu peranakan Surosowan Pangeran Jayakarta, kesultanan Banten, Dul-Gendhu/ kasepuhan keraton Kota Gede-kesultanan Mataram.

Dulu di abad 17 m., Pangeran Jayakarta sebagai bupati sempat hendak mendirikan kesultanan Jakarta. Tadinya berada di bawah Sultan Banten, dan di wajibkan seba/ membayar upeti saban waktu ke Sultan Banten.

Tapi karena merasa di haknya sebagai kasepuhan di dinasti Surosowan (dari dinasti putera ke-2 Prabhu Siliwangi), Pangeran Jayakarta hendak mendirikan kesultanan sendiri, memerdekakan dari sebagai bawahan Sultan Banten.

Tapinya di abad 17m., keburu di gempur VOC-Belanda dengan penghancuran kota Jakarta hingga rata dengan tanah kemudian di atasnya di bangun kota Batavia, yang juga sebagai ibukota kekuasaan kolonial kapital kumpeni VOC-Belanda.

Hingga sempat gagal tujuan pendirian kesultanan Jakarta sebagai simbol perlawanan pada penguasaan kapitalisme penjajah di wilayah kota Jakarta, yang juga kini telah lama jadi simbol ibukota-berjaringan tanah air negara kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan sempat, di keberadaan keluarganya Pangeran Jayakarta di misteriuskan berhubungan masa perlawanan gerilya di masa pendudukan kolonial kumpeni VOC-Belanda beribukota pusat pemerintahan di Batavia. Padahal masih juga berada di sekitar Jakarta, hingga kini di antara warga.

Dan di kesultanan Banten dan Pangeran Jayakarta, juga pada segenap bangsa Indonesia pun sempat lama jadi kena kewajiban membayar pajak pada pemerintah pusat, kolonial yang juga kapital kumpeni VOC Belanda. Bahkan di tanah airnya pun sejak lama masa berkuasanya penjajah juga sebagai bangsa Indonesia sama sempat lama turut menjadi korban mengalami kesengsaraan, penindasan, kesemena-menaan, ketidakadilan.

Kemudian di transisi ke Proklamasi dan pendirian negara Indonesia, Bung Karno di bukunya pun terselip menulis, Waspadai penjajahan bangsa sendiri.

Atau juga tercantum di pepatah Indonesia, dari mulut harimau ke mulut buaya. Padahal kenyataannya harimau dan macan termasuk jenis satwa yang nyaris punah di masa kini. Bahkan sisa macan Jawa, macan jagur/tutul di temukan cenderung bersembunyi di dahan pohon dekat aliran mata air di sekitar dataran tinggi gunung  halimun. Memanfaatkan rimbunan dedaunan sebagai peneduh dari hujan yang kini juga turun dengan deras dan panjang. Berhubungan juga dengan masa yang istilahnya di sebut climate change/ masa perubahan cuaca. Juga di masa rawannya bermunculan beberapa peristiwa bencana alam, gempa bumi, atau yang di sebut di istilahnya global warming.

Bahkan kucing pun takut pada tikus di jaman modern kini. Di mana bahkan tikusnya bertumbuh makin besar, bahkan berani mengusik ke kucing, atau dengan bergerombolan tikus yang juga bermata pencaharian lebih banyak, walaupun juga sebagai pencuri.Dan tikus sebagai pencuri juga larinya lebih lincah dan kencang, bagaikan siluman. Bahkan tikus juga kawin dan berpopulasinya lebih cepat dan banyak.  Tapi satwa yang nyaris punah, seperti harimau, macan jagur/ tutul, kumbang susah kawinnya, di samping fenomena tadi cagar alamnya miskin.

Bahkan suara cicit tikus lebih banyak terdengar di mana-mana, walau ketika di tengah aksinya sebagai pencuri. Di bandingkan suara auman macan jagur atau kumbang yang sengsara atau kelaparan tapi siapa peduli kebutuhannya sebagai satwa nyaris punah walau di golongkan dalam kamusnya di jenis satwa buas atau di lambang bendera kesultanan dengan bubuhan kaligrafi sholawat. Juga di lambangkan sebagai Raja rimba.

Padahal menurut kamus,  kapitalisme adalah hukum rimba, tapinya di kenyataan kekiniannya raja rimbanya pun bisa konglomerat, elit negara dan koruptor, tapi macannya ngumpet di dahan pohon, terpinggirkan bahkan bagian cagar alamnya juga jadi miskin.

Bagusnya, tikus masih di simbolkan sebagai oknum koruptor.

Dan buat macan Jagur/ kumbang pun cari makan/ rejeki jadi susah, lantaran lahan cagar alamnya juga makin berkurang dan turut jadi miskin. Dan perhatian pada konservasi cagar alamnya pun kurang. Hampir sama kasusnya seperti soal komodo di pulau Komodo yang berdampingan dengan keberadaan dan pertambahan lahan permukiman dan jumlah pertumbuhan penduduk di sana.

Hingga di jaman kini juga muncul pepatah baru dari rakyat berasal dari ucapannya Komjen.pol. Susno Duadji, Cecak vs buaya.

Teringat waktu sempat melihat pameran karya dosen FSRD IKJ, dan melihat pada karya dosen lukis, Tantio Adjie, yang nampaknya bergaya kontemporer, di mana nampak lukisannya di tempeli juga sendok dan garpu. Bahkan sempat di tanya anak muridnya, Mas darimana ngambil sendok-garpunya? Nampak di karyanya suasana di tempat makan, dan karyanya juga berjudul Siapa makan siapa.

Di jaman kini, nampak abstraksi juga jika di hubungkan pandangan, tinjauan, aspirasi/pendapat soal perbaikan dengan keseimbangan, rasa keadilan, pemerataan kesejahteraan. Karena korupsi juga marak, di samping di sekitar dengan kesenjangan, tumbuhnya kepadatan, kemacetan, orang-orang fakir miskin, tunawisma, bahkan di antaranya  nampak juga bertelanjang di beberapa sudut kota.

Bacaan buku terbitan Mizan, Dialog dengan jin muslim, ada keragaman jenis sifat jin seperti juga manusia.

Terdapat di haditsnya Nabi SAW., Jika memilih kawan, maka pilihlah kawan yang baik. Teman yang baik maka akan mengarahkan pada kebaikan juga.

Hadits ini mungkin juga bisa di hubungkan dengan hubungan manusia dengan jin, sebagai sesama makhluk dan hamba ciptaan ALLOH SWT.

Orang baik maka juga masih bertakwa pada ALLOH SWT.  Walau juga dengan sifat kemanusiawiannya.

Dan hubungan pertemanan juga terjadi secara realita begitu saja. Seperti juga pertemanan antara manusia dan jin. Apalagi manusianya juga umat Islam dan jinnya juga jin muslim, maka sudah seperti hubungan pertemanan yang cocok dan benteng kebaikan, perikemanusiaan.

Dan demokrasi Indonesia juga jurdil, jujur dan adil, di dalam sebagai bangsa negara merdeka.

Dan teringat di film Spiderman, ketika Ben Parker sebagai orangtua berkata pada Peter Parker, di balik kekuatan yang kamu miliki, juga ada tanggungjawabnya.

Di samping khawatirnya jika jatuhnya ke tangan orang lain, malahan juga orang yang bromocorah, khawatir juga malah di salahgunakan ke kejahatan.

Dan dari pengetahuan dari  ajaran di agama Islam, di pelajaran Amar makruf nahi mungkarnya, berkesimpulan arti yang baik, perikemanusiaan di menangkan dari kejahatan.

Tapinya di kenyataan kini, di temukan masih ada kontroversi juga pada  orang-orang yang mungkin dari pendapat di kalimat awamnya di golongkannya di sebut menggunakan kemampuan sihir untuk perbuatan jahat pada orang-orang yang jadi korbannya.

Contohnya misalkan pernah kejadian pada Ibu, tiba-tiba mengalami sakit. Ada juga Ibu yang datang dan mengatakan ada pelaku mengirim sejenis santet padanya. Sakitnya tak wajar.

Kejadiannya sebelum tabib dari Malang, kemudian datang ke rumah.

Bahkan pernah pula kemudiannya tabib Malang tiba-tiba mangkat di rumah, masih di usia muda 38 tahun, seusia Surosena kini. Makanya kejadian itu membuatnya berhati-hati menjaga staminanya di usianya yang sama dengan alm. tabib Malang. Teringat pada ucapannya tabib Malang,,,,jangan sombong.

Ada juga temannya dari Malang yang berusia sesebaya Surosena, mengatakan bahwa di malam sebelum mangkatnya, sempat bertemu dengannya, dan nampak dari matanya ia seperti kerasukan jin. Memang dari pertemuannya dengan banyak pasien, kunjungan beberapanya juga ia jadi bertemu dengan urusan hal-hal ghoib, jin. Mungkin pula karena kebanyakan pertemuan itu dan bisa jadi ada berhadapan dengan beberapa kali, jadinya di suatu waktu mengalami hari di pagi mangkatnya.

Jin juga plural, manusia juga plural, juga dengan penampakannya. Juga ilmu bela diri di dunia, plural. Atau ketika melihat tayangan di reality show uji kemampuan peserta bela diri bahkan dari sabuk yang tinggi-tinggi dari jenis ilmu beladiri yang berbeda-beda, dari kungfu, Wu-shu, karate, Tae-kwondo.

Tadinya dari pandangan awam, unggulnya adalah peserta Wu-shu, kungfu, karate, memandang label bela dirinya. Ternyata yang bertahan hingga dari proses tahapan ke tahapan uji kemudian yang bertahan paling lama ialah peserta dari Tae-Kwondo dan kungfu. Ternyata juga bukan sekedar dari label beladirinya, tapi juga dari kemampuan anomali orangnya.

Ada bisa seolah demikian tapi di balik kenyataannya lain, atau bermuka dua.

Atau teringat dari tayangan sinetron Tutur Tinular, AriaKamandanu yang nampak berguru bahkan dengan Empu pembuat keris pusaka utama di masa Singosari. Tapi kemudian guru Empunya bisa juga di culik hingga ke negeri Tiongkok oleh orang-orang tartar Mongol. Bahkan Aria Kamandanu pun yang sempat di sebut guru Empunya murid yang rajin dan pandai berlatih kanuragannya.

Ketika sempat beberapa menghadapi pertarungan di lapangan, beberapa kali pula ia mengalami kekalahan. Bahkan sempat Aria Kamandanu tertawan oleh perempuan cantik yang sebenarnya berusia tua dan penyihir golongan hitam yang sebenarnya yang terpikat padanya. Bahkan hingga keris pedang pusakanya sempat terambil oleh si penyihir.

Dan dengan pengaruh sihirnya membuat Aria Kamandanu yang jadi terpikat padanya. Bahkan sempat Aria Kamandanu sempat nyaris di buat berhubungan badan dengannya, hingga jika telah melakukannya maka dengan hilangnya keperjakaannya pula hilang sebagian tenaga dalamnya, kanuragannya. Di samping adanya pula kontak tenaga dalam kanuragan antara keris pedang pusaka yang di buat Empu gurunya sesuainya dengan muridnya, pendekar Aria Kamandanu.

Tapi di usia paruh bayanya, Aria Kamandanu menikah juga dengan Mei-Shin, pendekar dari Tiongkok.

Jadi teringat ucapannya guru karate di SMP, di atas langit ada langit lagi. Atau teringat Surosena pada cerita di balik meninggalnya Pak Tir, penjaga kebun kelapa warisan dari (alm) bapaknya. Di baliknya terdapat cerita, beliau meninggalnya juga berhubungan ketika di titipkan tombak pusaka milik kakeknya Surosena.

Surosena sempat juga berpikiran mungkin pusaka juga ada hubungannya dengan cerita Tutur Tinular, Empu pembuatnya membuatnya juga khusus berhubungan genetik pada si pemiliknya dulu. Surosena juga terpikiran, karena ia juga tidak bermasalah bahkan ada pusaka yang cocok di dekatnya, mungkin juga jika tombak pusaka kakeknya di taruh di dekatnya juga, Insya ALLOH tidak kenapa-kenapa, lagi pula ada pusaka benteng penetralisirnya.

Di lain benaknya, jika bisa mengumpulkan lagi tambahan pusaka-pusaka yang mungkin bisa cocok di dekatnya, bahkan di milikinya, maka bertambah pula bentengnya sebagai ksatria atau cucu kakeknya yang pernah di sebut (alm) tabib Malang, pendekar kelas wahid.

Dan ada juga di fikirannya, bagaimanalah ke masa depan, jika ia misal saja meninggalkan rumah orangtuanya, bagaimana pula dengan pusaka-pusakanya yang juga titipan dari alm tabib Malang, hingga ke tombak pusaka peninggalan alm kakek dari bapaknya yang juga Raden dan pendekar Mataram. Seperti cuplikan dari cerita Aria Kamandanu juga sempat kehilangan keris pedang pusakanya.

Dari sejarah sempat pula membaca bahwa masa Singosari di Tutur Tinular juga keturunan dari Mataram purba/ Medang Mataram.

Ada lagi contoh pada korban santet yang bahkan hingga kemasukan jarum, paku ke dalam tubuhnya. Demikian termasuk pelaku sihir jahat.

Perkara UN 2013 akibat kesalahan tanda korupsi Depdikbud

NOVEL KOMIK AGEN CARAKA-005 SUROSENA METAMORFOSIS

PERISTIWA SEKELOMPOK TNI AD MENYERANG MARKAS PDIP DI MASA KIB-II

Di kasus kemudian, muncul dari kelompok TNI AD melakukan penyerangan ke markas PDIP. Dari tayangan beritanya di sebutkan terdapat asal masalah dari peristiwa mengisi bensin di SPBU. Kemudian dari anggota TNI-AD ketika masuk ke markas PDIP menyebut, saya aparat. Dan di jawab oleh orang di sana, disini gak ada aparat semua sama rakyat.

Dan hal itu malahan memancing kemarahan anggota TNI-AD itu, dengan kelompoknya hingga melakukan penyerangan.

Memang sempat juga dari peristiwa kemarin terdapat anggota TNI-AD yang hingga soal kecil di jalan hingga memperlihatkan pestolnya. Menandai kesombongannya. Lagi-lagi dari anggota TNI-AD.

Kini pun ada hubungannya dengan kekuasaan Presiden SBY di mana juga berputera TNI-AD, Agus Yudhoyono.

Di samping Panglimanya TNI-AD juga masih sodara iparnya Presiden SBY, dari isterinya Ibu Ani -SBY, bernama belakang Wibowo. Tentunya realita2 ini jadi terindikasi kecurigaan dengan jaringan kolusian penguasa partai Demokrat, sebagai simbol penguasa negeri Indonesia di masa kini sejak KIB I-II. Apalagi juga semenjak berwapres Boediono, yg juga Menkeu antek IMF dulu-masa orba, hingga menyebabkan peristiwa 98 dengan penggulingan pada Pak Harto, dengan aksi yang memancing segenap perlawanan rakyat di seluruh Indonesia.

Di mana kemudian juga di situasi demikian interfet PBB turut campur ke Indonesia, karena sedang terjadi pertentangan memuncak demikian, di tentara juga sebenarnya terjadi perpecahan yang pro rakyat-dan kontra penguasa yang antek penyebab krisis ekonomi justru makin parah di Indonesia, sementara harga2 juga naik lagi, KKN elit penguasa negara.

Padahal di militer waktu seputar peristiwa 1998, pun terdapat perpecahan di tandai dengan info seperti waktu itu Pangabnya dari TNI-AD, Wiranto yang juga punya ambisi merebut kekuasaan, bahkan telah berkali-kali mencalonkan sebagai Capres atau Wapres. Malahan Komandan Kopassus, Prabowo S yang telah berjasa di kirim ke Timor-timur malahan kemudian di panggil balik oleh Pangab Wiranto, kemudian hingga yang juga mencopot dari jabatannya.

Dulu pun semisal dari kasus tragedi pembantaian di Banyuwangi sekitar 1998, pernah terdapat videonya. Dan pernah di tayangkan di Metro TV silam, di mana di beritahukan korban-korbannya adalah juga dari orang-orang NU.  Dan pelakunya berkelompok dengan mengenakan pakaian hitam-hitam, berkedok seperti ninja.

Pernah (alm) orang dari Malang mengatakan, bahwa pelakunya juga termasuk SBY dan Wiranto.

Seperti pernah di temukan juga bahwa Pak Wiranto juga punya rumah di sekitar lereng gunung Merbabu, Jatim.

Maka di TNI-AD ini ada kecurigaannya menjadi berulah aneh-aneh, arogansi, semena-mena dan kebetulan kemarinnya ada peristiwa dengan TNI instansi lain, kemudian menyelip membuat perkara.Sementara sebelumnya sempat yang menjadi korban kambing hitam Kopassus.

Ada curiga juga karena di 2013 berhubung dekat ke pilpres 2014, Prabowo S yang kini jadi Ketua Gerindra dan bakal mencalonkan sebagai capres di pilpres 2014, yang juga dapat dukungan dari  Gerindra, PDIP, sementara partai Demokratnya SBY anjok karena kesalahannya juga, jadinya ada berhubungan dg peristiwa2 demikian.

Kecurigaannya juga karena TNI-AD di masa berkuasanya Presiden SBY yang juga penguasa partai Demokrat, yang juga di tim suksesnya terdapat juga mengambil perwira tinggi POLRI, makanya ada kecurigaan di masa demikian juga bagian dari SBY, partai Demokrat. Seperti sudah antek relasi penguasa busuk, berulah arogansi semena2 pula, pada rakyat yang telah jadi korban kegagalan pemerintah yang juga busuk, kibul.

Kalau di sejarahnya seperti ketika di naikkannya masa kekuasaan Arya Pangiri dari Demak, sebagai Sultan paling berkuasa di Jawa. Kemudian bahkan menjadi kontroversi dari putera Pajang, Raden Benowo dan Sutawijaya. Malahan di ketentaraan negara tadinya terdiri dari Demak dan Pajang, jadi berbalik pralaya tentara kelompok Arya Pangiri dengan Pajang yang juga di bantu Mataram.

Apalagi kini citranya partai Demokrat sudah sangat buruk di pandangan rakyat. Terhubung juga soal manipulatif skandal2 korupsi, jaringan pemerintah/kekuasaan KIB=Kibul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s