Part-Two Yayasan keluarga Raja-raja Nusantara (Yarasutera) dan telusur daftar status keluarga kasepuhan kerajaan-kerajaan di nusantara Indonesia

2. Kesultanan kanoman Cirebon

Surosowan-art doc

logo Yarasutera (Yayasan kekeluargaan Raja-raja Nusantara) http://kesultanan-palembang.blogspot.com/2012_02_16_archive.html

Di Cirebon melalui usulan campur tangannya Sultan Ageng Tirtayasa juga sebagai kakak kasepuhan di Cirebon, membagi 2 keraton di Cirebon, keraton Kasepuhan dan keraton kanoman, di sekitar abad 17 m.

Waktu itu Sultan Tirtayasa kontroversi dengan situasi pendudukan Sultan agung Hanyokrokusumo di istana kesultanan Cirebon. Bahkan Sultan Tirtayasa mengucapkan rasa kekecewaannya pada kesultanan Cirebon yang tidak bangkit melakukan perlawanan, lantaran istananya di duduki Sultan agung Hanyokrokusumo.

Sultan Tirtayasa juga hingga datang ke Cirebon dan turut campur dengan menyampaikan pernyataannya, bahwa bagaimanapun hak di kesultanan Cirebon adalah hak keluarga kesultanan Cirebon. Maka kemudian melalui pendapat , interferensi dan usulan solusi dari Sultan Tirtayasa, keraton pun terdapat keraton kasepuhan dan keraton kanoman.

Terdapat juga di sejarah Babad Mataram, kesultanan Banten pernah mengirimkan pasukan bantuan ke kesultanan Giriprapen, termasuk untuk misi menjaga haknya kesultanan Giriprapen dari misi pendudukan Sultan agung dan pasukannya. Hikmatnya misinya benar sebagai pernyataan mendukung apa yang hak-hak atau sebagai pasukan penjaga perdamaian. Walau juga mendapat sebutan pasukan Bang Wetan atau pasukan raksasa oleh Sultan agung yang juga selaku di posisi Panembahan Senopati ing alaga II penyerang/ofensif karena latar masalah untuk mengamankan kerajaannya dari gangguan serangan-serangan dari jaringan Jawa Timur.

Di mana waktu itu, kesultanan Giriprapen atau kesultanan Mataram sama-sama kerabatnya yang juga sesama saudaranya umat Islam dan di asal-usul Majapahit.

Tapi Sultan seperti amanat pada pemimpin, amanatnya juga menjunjung rasa keadilan.

Sempat terjadinya masalah perebutan hak waris takhta Sultan Cirebon di masa modern

Pernah kejadian, Sultan Cirebon sebenarnya melalui pewarisannya menunjuk pada putera sulungnya, Saladin. Tapi tiba-tiba adiknya dari isteri kedua yang juga puteri hadiningrat keraton Surakarta, Emirudin menobatkan sebagai Sultan Cirebon, bahkan tanpa memberitahu, mengundang dan tanpa persetujuan lebih dulu dengan kakaknya Pangeran Saladin.

Menunjukkan pada kemunculan penobatan Sultan-sultan kini di masa Presiden SBY/KIB juga terdapat latar abstraksi dengan hubungan hak asal-usul istimewa kedaerahannya.

Atau menunjukkan terdapatnya fenomena kezoliman, seperti mestinya hak pewaris tapi jatuhnya bukan persis ke hak pewaris semestinya. Seperti terdapatnya fenomena korupsi atau thoffif yang marak di curigai di Indonesia belakangan ini, bahkan hingga ke pentahbisan di antara Raja di nusantara dengan mencurangi dari hak pewaris atau mengesampingkan hak istimewa kasepuhan mestinya.

3. Kesultanan mangkubhumi keraton kanoman Ngayogyakarta, Propinsi DI Yogyakarta.

Status : Mendapatkan hak RUUK.

Keluarga keraton kasepuhan :

Keluarga keraton kasepuhan Kota Gede, atau di sebut juga hadiningrat Dul Gendhu (dari info penjual tanah orang lama Betawi, Pak Said di Jagakarsa). Di kelompok keluarga putera mahkota Surosowan/kekaisaran Sultan Banten Darussalamnya Sultana Ratu Kahinten ke (kakek uyut) P. Mohammad Damien juga  termasuk peranakan Dul Gendhu/ kasepuhan keraton Kota Gede.

Peristiwa perjanjian Giyanti di abad 17 m., di Wonosobo.

Karena manipulasi penjajahan kolonial Belanda kesultanan Mataram membagi 3 kerajaan di mana masing-masing menjadi kesultanan mangkubhumi menjadi :

1. Tetap kedaton kasepuhan Kota Gede. Di mana terdapat kelompok keluarga dari keraton Kota Gede/Dul Gendhu menjadi kasepuhan Surosowan-Dul Gendhu Matarami Jakarta. Dan masih di segani kewenangannya, mungkin sebagai kasepuhan bagaikan  “the untouchables-elder noble Java.” Hingga kini Alhamdulillah, Ulama sepuh di Jakarta juga masih keturunan kesepuhan Surosowan, Pangeran Jayakarta. Karena di Jakarta yang telah lama jadi ibukota juga tempat gembong-gembong mafia-elit korupsi/ markus elit kapitalis.

2. Keraton kesultanan mangkubhumi kanoman Kartasura, kemudian jadi Surakarta/ Mangkunegaran, di Solo.

3. Keraton kesultanan mangkubhumi kanoman Pakubhuwono.

4. Keraton kesultanan mangkubhumi kanoman Ngayogyakarta, di Propinsi DI Yogyakarta. Termasuk terdapat keraton lama kasepuhan Kota Gede, di Propinsi DI Yogyakarta.

Propinsi DI Yogyakarta yang telah mendapatkan RUUK ini juga wilayahnya meliputi, Yogyakarta, Klaten (yang terdapat situs candi pertama Sailendra, Kalasan, Kebumen, Magelang (yang juga terdapat situs komplek candi Prambanan dan situs kerajaan purba Boko), juga terdapat situs kerajaan Mataram purba/ Medang Mataram-Sanjaya.

Pewarisan takhta:

Dari Sri Sultan HB IX bertakhta di saksikan kakaknya Raden Pabelan, kemudian Sri Sultan HB IX menunjuk ke puteranya sebagai pewaris takhta, Sri Sultan HB X.

Hikmat bagusnya di penobatan Sri Sultan HB IX, beliau masih nampak mengakui dan menghormati pada kakaknya Raden Pabelan. Menunjukkan kejujuran bawa yang di tahbiskan sebagai Sultan Yogya juga bukan status bangsawan tersulung di keluarga Sultan Yogya.

Di sejarah kesultanan Mataram, pewarisan takhta Sultan tidak melulu pada saudara tersulung, atau pada kelompok keluarga tersulung di segenap hadiningrat Mataram.

Status Sultan :

-Sri Sultan Hamengkubuwono X. Usia: sekitar 50 tahun

-Gubernur Propinsi DI Yogyakarta mendapat hak RUUK di sahkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, 2012 silam.

-Presiden Direktur dan pemilik Hotel  Ambarukmo (hotel berbintang 5) di Yogyakarta, Hotel Sultan (hotel berbintang 5) di jl. Jenderal Sudirman, dari pembelian Hotel Hilton.

-Mantan anggota kehormatan partai Golkar, partai Nasdem.

Aset :

Hotel berbintang 5 Ambarukmo dan Hotel Sultan.

4. Kesultanan Deli, Medan.

Jas merah asal-usul istimewa kedaerahan :

Keluarga kesultanan Deli termasuk berasal dari keturunan Sultan Samudera Pase, Makuta alam. Sultan Makuta Alam berketurunan beberapa, di antaranya Sultan Aceh Iskandarsyah. Juga di sebut Perkasa Alam. Samudera Pase berubah menjadi kesultanan Aceh, tapi keturunannya juga menjadi Sultan Deli.

Keturunan lainnya sempat menjadi Sultan Padang, berkedudukan di istana Bukittinggi. Atau di sebut juga Tengku Padang.

Pada masa Raja Tapanuli, Sisingamangaraja hendak menyatukan segenap Sumatera untuk melawan penjajahan Belanda, Sisingamangaraja dengan pasukannya melakukan upaya juga dengan menantang segenap Raja-raja di Sumatera, untuk membuktikan siapa yang pantas sebagai Pemimpin panglimanya. Hingga pernah menantang pada Tengku Aceh, Padang, Deli. Tengku Padang tak berani mendatangi tantangannya, tapi yang maju Tengku Deli meladeni tantangan Sisingamangaraja yang juga bertubuh tinggi, besar dan bersenjata pusakanya tombak panjang.

Termasuk keluarga Tengku Padang Bukittinggi kini, ialah keluarga Surosowan-Ratu Kahinten/P.Mohammad Damien, keponakannya Ibu Yo, Siti Johana Menara Saidah yang juga berasal dari istana bukittingi, Padang.  Dan terdapat di antara keturunan Raja Tapanuli Sisingamangaraja, ialah Datuk Paduko Rajo Dr. Chaerul Saleh, suaminya Ibu Yo. Yang juga Uwak keduanya pada keluarga kasepuhan Surosowan Ratu Kahinten-P. Mohammad Damien. Keturunan Raja Tapanuli-Batak Sisingamangaraja di antaranya juga keluarga marga Panggabean.

Status kompensasi tahun 2012-04-04-2013 : Belum di kembalikan hak istimewa kerajaan besarnya sesuai pasal 18 UUD 45 BAB Otonomi Daerah

Status Raja:

– Anak yatim setelah di tinggal wafat ayahnya Sultan Deli perwira tinggi TNI yang tewas kecelakaan pesawat. Peristiwa kecelakaan pesawatnya juga ada dugaan misteri di baliknya.

-putera mahkota masih siswa SMP di Medan.

Keluarga Sultan Deli :

Keluarga marga Siregar. Atau pernah terdengar peristiwa tiba-tiba Gubernur Sumut Siregar kecelakaan di pesawat. Ketika menjabat Gubernur Sumut Pak Siregar ini dedikasinya termasuk sebagai gubernur yang baik dan dedikatif.

Aset-aset kesultanan:

-Perusahaan yang menunggu putera mahkotanya tamat sekolah dan berusia dewasa.

5. Kesultanan Palembang Darussalam

Status :

-Yang di pertuan Sultan Palembang Darussalam. Usia: sekitar 40-an tahun.

– Ketua Yarasutera. Atau Ketua Perkumpulan Raja-raja nusantara.

– Presiden Direktur/Pemilik perusahaan tambang batubara di Palembang.

Aset :

Perusahaan tambang batu bara.

Biografi singkat :

Sultan Palembang yang masih berambut gondrong ini mengakui waktu mudanya pernah ke Jakarta dan menjadi pemusik sebagai vokalis dan gitaris dengan bandnya dari kafe ke kafe. Kini sibuk sebagai Sultan Palembang, Ketua Yarasutra dan Presiden direktur perusahaan tambang batu bara kesultanan Palembang, dari perusahaan turun temurun keluarganya.

6. Kesultanan Lampung kecil

Sultan : Edwardsyah (Perwira tinggi POLRI).

Mangkubhumi : Ike Edwin (Perwira tinggi POLRI), adiknya Edwardsyah.

Biografi :

Kini Sultan Edwardsyah masih aktif sebagai perwira tinggi Polri di tempatkan di Surabaya. Adiknya Mangkubhumi Ike Edwin juga masih bertugas sebagai perwira tinggi di POLRI di tempatkan terpisah dari kakaknya Sultan Edwardsyah.

Sultan Edwardsyah juga yang pernah memberitahu, jika wilayah bawahannya kesultanan Banten terdapatnya di Tulangbawang, termasuk wilayah besar di Propinsi Lampung. Di info lain juga masih terdapat keluarga Raden Inten keturunan kesultanan Banten di wilayah Lampung.

bersambung ke Part two-Yarasutra  dan telusur daftar status kerajaan-kerajaan di nusantara Indonesia : http://wp.me/P22Vy9-rB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s