PETUALANGAN FOUNDING JUNIOR- PENDIRI RESPALA ( RESIMEN PENCINTA ALAM )-1989, SMPN 13 JL. TIRTAYASA, SOUTH JAKARTA

Tubagus Arief Z-art doc

gapura dan pos polisi hutan sukamantri

Sewaktu remaja, di SMPN 13, Jl. Tirtayasa Jaksel, tidak ada kelompok Petualang Alam, yang ada organisasi Pordibya, cabang INKAI / Perguruan Karate. Pordibya adalah perguruan Karate tertua di Jakarta yang berdiri di SMPN 13.

Bahkan suhunya, Pak Joko termasuk seniornya Iwan Fals yang kini termasuk guru sesepuh di perguruan karate. Pak Joko termasuk setingkat dengan Kimung ( pelawak dari Tomtam grup kawanan pelawak Komar, Darus, Firman dan Ogut ).

Dan Pak Joko pendiri Pordibya di SMPN 13. Waktu mengajar, Pak Joko ajaran terkenalnya adalah,” Seandainya ada penerus Gajah Mada, yang saya harap di mulai dari generasi kalian.”

Suatu ketika sedang berkumpul, dari obrolan rencana untuk mengisi liburan sekolah, muncul gagasan dari teman sekalian mendirikan kelompok Petualang Alam di SMP 13 yang kebetulan memang belum ada. Dan melalui ungkapan gagasan demi gagasan akhirnya di setujui kemunculan nama Respala yakni Resimen Pencinta Alam.

Padahal walau kami baru siswa junior, tapi telah mendirikan kelompok petualang alam pertama di SMPN 13, yang biasanya hanya di temui baru di SMA hingga universitas/ institusi, atau kelompok massa seperti Wanadri.

Maka di tahun 1988 berdirilah Respala. Logonya seperti gambar Elang ( mungkin elang bondol ) dengan background biru muda ) seingatan saya. Waktu itu ada teman yang buat dengan bordir di slayer atau di dompetnya. Dan di jual ke antara teman-teman di 13.

Teman-teman saya walau tingkat SMP, tapi cerdas-cerdas juga. Ada yang mulai melakukan pembagian tugas ke kantor polisi, untuk mengurus surat ijin perjalanan dan kemping di gunung. Rencananya karena pemula kami memilih lokasi ke Sukamantri, wilayah gunung Salak. Karena rencananya juga sekalian untuk rekreasi mengisi liburan sekolah.

Yang ikut ekstrakurikuler tata boga, mempersiapkan perbekalan atau logistik. Kebetulan ada yang anak tentara memberitahu soal perlengkapan yang di gunakan militer jika naik gunung, seperti tenda, nesting, parafin, tali tambang, senter, petromax dsb. Ada yang bawa petromax karena keperluan kemping. Waktu itu belum ada petromax baterai seperti sekarang. Dan waktu itu tetap saja ada yang membawa minyak tanah, untuk keperluan membuat api unggun, dan antisipasi kemungkinan lain yang di jumpai waktu kemping. Karena kami berencana kemping seminggu.

Tapi untuk mengusir semut jika mendekati perbekalan ada yang mencoba dengan trik penyebaran garam sebagai perbatasan logistik.

Setelah regu teman yang ke kantor polisi memberitahukan bahwa sudah mendapat surat ijin dari kantor polisi, juga sekalian menandakan bahwa kelompok Petualang Alam kami juga telah di sahkan oleh kepolisian Negara Republik Indonesia. Karena di surat ijin tersebut pula juga di bubuhkan nama kelompok Petualang Alam kami siswa SMP 13, Respala. Berdiri di sejak 1988 m.

Anggota ekspedisi pertamanya Respala adalah Muhari ( Gegot/ Are di panggilannya di STM Penerbangan ), Gusti Maurice Audi ( Alm ), Eri Handoko (Herju), Baret, Yudi, Tulus, Ferry, Samsu, dan saya. Di antaranya termasuk saya juga pernah ikut di perguruan karate Pordibya, sedari angkatan dasar. Tapi kemudian seperti saya berhenti di sabuk kuning, juga dengan teman, dan ada yang terus hingga di sabuk cokelat.

Kebetulan waktu masih SD, hingga di awal masuk SMPN 13 juga sedang tren sekitar masa keluarnya film Karate kid yang di perankan oleh Ralph Maccio dan Pat Morita sebagai gurunya. Film yang mungkin kisaran muncul dan sekitarnya antara tahun 1985-an hingga 1990, sedari Karate Kid I, II, III.

Dan memang ketika masih masa usia belia-remaja ada juga kenakalan remajanya, tapi masih di tingkat wajar, tidak keterlaluan. Misalkan seperti  bolos sekolah, atau bahasanya ‘cabut’, kemudian pergi ke warung makan tegal, yang terletak di belakang STM Penerbangan.

Siswa STM Penerbangan dulu, badannya besar dan lebih tinggi, tapi juga dewasa sikapnya. Dan tidak memasalahkan ada adik kelasnya siswa SMP 13 yang juga tetangganya makan bersama.Bahkan jadi ketahuan sedang cabut bersama, tapi di warung dan makan bersama.

Di samping bahkan ada yang bertetangga. Juga dulunya sama alumni dari SMPN 13. Bahkan waktu itu masih ada teman kakak (ke-5), yang juga dari SMPN 13.  Pernah dengan teman-teman yang kenal, sempat melihat ketika ia di perjalanan menuju sekolah, nampak matanya lebam, biru. Katanya berkelahi dengan teman di siswa STM Penerbangan. Tapi dulu siswanya berkelahi 1 lawan 1. Dan teman kakak ini kata teman termasuk yang di segani di seangkatannya, bahasanya termasuk pentolannya di STM Penerbangan waktu itu. Dan orangnya juga tinggi, berkulit kecokelatan keturunan Jawa.

Dulunya di masih sekitar 2-3 seangkatan dengan senior, SMPN 13 juga termasuk sekolah yang pernah melakukan tawuran, tapi belum memakai senjata, apalagi senjata tajam.  Mungkin ada yang membawa kayu atau gesper.

Dulunya sejak lama STM Penerbangan dan SMPN 13 yang bertetangga berdampingan rukun, tapi pernah tawurannya bahkan bergabung pada SMAN 70, di jl. Bulungan. Hingga nyaris tidak pernah di temui siswa SMAN 70 ada hingga di sekitaran Blok M.

Tapi, jika kedapatan pun hanya sekedar di palak.

Entah kenapa sejak akhir 1980-an SMAN 70 di musuhi bahkan oleh banyak sekolah di Jakarta. Mungkin juga di hubungan waktu dulunya siswa SMAN 70 juga anak2 Jenderal, kaya, dan pegang pistol, maka berulah sempat di mana-mana.

Bahkan pernah dengar dulunya (mungkin di era 1970-an dan awal 1980-an )siswa SMAN 70 sempat dengan mobil di sore atau malam hari melakukan penculikan siswa sekolah lain, kemudian di bawa kemana dan di gebuki di mobilnya  Hingga ke regenerasinya yang kena resiko rawan. Jadinya yang muncul rasa kasihan. Dan sebenarnya juga selagi remaja dulu tidak juga suka menindas, atau cari gara2, berulah, onar, atau juga dengan munculnya opini, ngapain si’ tawuran.

Tapi ke angkatan kemudian mereda frekuensi tawuran itu, termasuk di masa seangkatan waktu itu mulai di SMA. Di samping terjadi perubahan geng dari angkatan ke angkatan kemudian di SMA 70. Bahkan ada yang jadi kenalan, sempat nongkrong bareng waktu dulu SMA. Bahkan waktu nongkrong jadinya bercanda. Atau hanya berkumpul dan mendengar teman yang handal bercandanya.

Dulu warungnya juga bersih dan murah. Misal paket nasi, telor, es teh manis masih Rp 300. Cabutnya pun tidak jauh-jauh dari area sekolah, tapi keluar dengan memanjat dari pagar sekolah, supaya juga ketika cabut tidak sampai tertangkap guru.

PERTEMUAN DENGAN HANTU BELANDA

Cerita berkemping di perkemahan Sukamantri nantinya mengingatkan berbagai kejadian yang di temui, di antaranya ada yang melihat sosok hantu arwah penasaran orang Belanda di rumah peninggalan Belanda jaman dulu.

Kalau dari ingatan menonton tayangan Dunia lain, ada yang mengatakan hantu atau jin juga takut dengan manusia, mereka juga memilih-milih siapa yang bisa di kontak. Dan salah satu proses hantu atau jin mengontak manusia adalah dengan melalui proses penampakan pada di antara manusia yang di pilihnya untuk bisa di kontak. Jadi kesimpulannya bisa melihat hantu atau jin adalah seperti termasuk suatu kehormatan pada di antara manusia.

Dan dari ajaran agama Islam, juga ada keterangan, sebagian manusia yang telah mati, ada pula yang melalui siksa kubur. Di antaranya ada yang di siksa hingga hari kebangkitan setelah kiamat, biasanya sanksi siksa kubur di kenai pada orang yang jahat/ pengkhianat jahat. Na’udzu billaHi min zalik.

Gua Belanda
Image by Ikhlasul Amal via Flickr

Soal orang Indonesia yang mengaku pernah melihat sosok hantu orang Belanda, bukan hanya dari 1-2 orang di antara teman kami waktu kemping di perkemahan Sukamantri, tapi juga ada dari lainnya, yang bahkan pernah bertemu hantu orang Belanda di kuburan Belanda, di peninggalan benteng Belanda di Banten, atau di Museum Bahari, yang dulunya peninggalan benteng Belanda jaman J.P. coen.

Bahkan ada yang mengatakan kalau sosok hantu tanpa kepala adalah sosok J.P coen. Sebagai tanda ia pernah di pancung oleh pasukan Banten dan Mataram, ketika perang Batavia. Juga sebagai tanda untuk mengakhiri kejahatan kekuasaannya sebagai kepala pemerintahan ketika mulai menjajah dan sewenang-wenang dari ibukota Indonesia sejak di jaman dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s