Sudut sejarah kasus-kasus kontroversial dan korupsi di Indonesia hingga internasional

Tb Arief Z-art

kontroversi masalah korupsi-1 (2004), by Tb Arief Z

Surosowan-Tb Arief Z-art

Kontrovesi masalah pengkhianat korupsi-2, by Tb Arief Z-art

Sejak jaman kerajaan hingga menjadi negara nasional, sejarah terdapatnya kontroversi dengan pelaku korupsi sudah terselip di antaranya. Bahkan akibat korupsi dari pejabat kerajaan yang bahkan masih kerabat seperti di kesultanan Banten, juga membuka pintu hingga masuknya penjajahan dan monopoli VOC atau kolonial Belanda dan mancanegara, termasuk EIC dari kongsi dagang Inggeris. Hingga sejak masa kolonial Belanda, ilmu-ilmu manipulatif korupsi juga makin berkembang, akibat juga dari pengaruh ajaran penjajah Belanda. Hingga penjahat-penjahat penipu korupsi dari mancanegara atau bangsa sendiri sama liciknya yang juga sebagai kriminal intelektual.

Apalagi di jaman kini, KPK yang juga di dirikan Presiden, tapi Presidennya juga terindikasi pelaku bahkan bigbosnya di mafia korupsi bahkan berjaringan dengan elit yang juga kuat-kuat.

Dimana juga mengalami situasi dan kondisi KPK butuh rakyat, bahkan the untochables (yang juga netral dari pengaruh kekuasaan Presidensil) sebagai pelindungnya dan pelindung rakyat. Termasuk yang di butuhkan di posisi strategis di the untochables adalah juga dari keluarga kasepuhan Raja-raja (bahkan dengan tidak berstatus sebagai Sultan/Raja,tapi juga sebagai atasan kewenangan Sultan/Raja-raja). Apalagi jika kasepuhannya terkuat di Indonesia.

Seperti juga ucapannya Prof. Makhfud MD, ketua MK (Mahkamah Konstitusi), ada waktunya berhenti untuk mengambil posisi netral dan instrospeksi. Di samping untuk mengendalikan diri dengan nafsu tamak dan melatih kemawasan. Bukan hanya untuk diri, segenerasi tapi juga untuk visi regenerasi ke depan.

Minimal komunitas benteng iman, dan rasa keadilan tetap ada walaupun melalui bermacam-macam apapun.

Di masa modern ini, Nabi-nabi yang di turunkan ALLOH SWT., sudah tiada lagi, tapi kata Nabi SAW., juga mencintai bahkan menghormati pada umat generasi setelahnya, apalagi di masa mengalami kebobrokan, kekacauan tapi masih kembali istiqomah beriman dan takwa. Nabi SAW., juga bersabda, Jihad utama adalah pernyataan keadilan pada penguasa dholim. Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin ada pertanggungjawabannya. Nabi SAW., juga bersabda, Bayarlah hak masing-masing!. Juga sabda beliau saw., Mukmin dengan mukmin seperti bangunan yang satu saling menguatkan yang lain. Juga sabda beliau SAW., suatu kaum tidak akan berubah sebelum kaum itu yang berusaha mengubah (untuk memperbaikinya atau hingga memberi kemaslahatan kemajuan bersama).

Dan untuk mendapatkan solusi melalui kekinian masa  jaman edan,  kacau balaunya penegakan hukum berdasar rasa keadilan, kejahatan banyak bermunculan, pembunuhan, mutilasi, kesemena-menaan, banyaknya korupsi, melalui masa KIB menjadi negara yang di sebut juga negara gagal, bangkrut, kena dampak krisis ekonomi global, adalah juga melalui perintisan perjuangan dari membangun peletakkan dasar untuk mendapat hasil solusi bermaslahat bagi semua.

Di samping cagar budaya perikemanusiaan (sila 2 Pancasila)/manusiawi juga tetap berada, sesuai manusia juga kodrat makhluknya sebagai manusiawi. Supaya juga nilai kemerdekaan yang imbang sebagai sedari mulanya negara di proklamirkan berdiri juga berada.

Indonesia adalah negara hukum, juga segenap negara-negara di muka bumi ini. Dan hukum bagaimanapun amanatnya juga mesti berlaku atau menjunjung rasa keadilan (QS An-Nisa’ :58).

Supaya tetap netral dalam melakukan tugas, misi dan pekerjaannya sebagai pemberantas korupsi.

1.Korupsi bank Bali Joko S. Chandra.

2.Korupsi skandal Century Rp 6,7 trilyun.

Kasus korupsinya melibatkan korban nasabah bank Century kemudian berganti jadi bank Mutiara, akibat melalui konspirasi sistemik Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

3. Korupsi tambang besi Cilegon, dirut Pt. Krakatau Steel, sekitar Rp 10 trilyun

Perusahaan Krakatau Steel pendirinya ialah Dr. Chaerul Saleh. Yang juga masih Uwak di keluarga kasepuhan Surosowan Mohammad Damien. Mulanya Pt. Krakatau Steel adalah BUMN di jaman orde lama Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno.

Bahkan tadinya posis Pemimpin dirut Dr. Chaerul Saleh di Pt. Krakatau Steel, kehilangannya juga setelah melalui peristiwa gestapu 65. Di mana waktu itu Dr. Chaerul Saleh bahkan di tangkap melalui kewenangan Menpangad Soeharto. Tadinya di beri surat sebagai status tahanan rumah untuk perlindungan kemudian tiba-tiba di rubah jadi status tahanan militer, bahkan tanpa pengadilan, walau Pak Chaerul Saleh sudah menuntut sebelumnya di kenai sidang pengadilan, seperti lain-lainnya. Hingga ke peristiwa kematiannya yang juga kontroversial. Jika di telusur dari babakan masa ini, sebenarnya Pt Krakatau Steel walau kemudian dari BUMN ke status perusahaan swasta, secara hak mestinya melibatkan ijin terlebih dulu dengan keluarga pewarisnya masih di sekitar keluarga Dr. Chaerul Saleh, hingga pada keponakan, kemenakan.

Dan jumlah korupsi tambang besi di Cilegon, Propinsi DI Banten yang juga wilayah kesultanan Banten Darussalam juga wilayah hak waris segenap keluarga besar Surosowan/kesultanan Banten, jumlah korupsinya Rp 10 trilyun, bahkan melebihi di kasus skandal Century, sekitaran Rp 6,7 trilyun.

4. Korupsi wisma atlet, Palembang.

5. Korupsi Hambalang, Bogor.

6. Korupsi simulator SIM Irjen Pol Joko Susilo

7. Dll, banyak lagi di antaranya belum sempat tercatat di sini, karena penulis juga sedang sibuk berkarya.

8. Kasus BNN dan penangkapan Raffi Ahmad

Keanehannya ialah termasuk pada sidang pengadilan Raffi Ahmad, di mana hingga 3 kali sidang pengadilan bahkan sudah di pinta Hakim untuk menghadirkan Raffi Ahmad, tapi 3 kali juga Raffi Ahmad tak dihadirkan karena ulah kewenangan BNN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s