The mystical-realism wayang art Pandawa

Seni mistis realisme dan hubungan sejarah asal-usul di Jawa dan Indonesia.

Menurut buku Sejarah Wayang tulisan purnawiran Jenderal keturunan Jawa, beliau menuliskan bahwa seni wayang adalah seni tertua yang berasal dari Jawa sejak 1500 sm. Wayang berasal dari kata Jawa, Mawayang atau berarti bermain bayang-bayang. Temuan permainan yang tidak sengaja di temukan oleh anak-anak di Jawa, kemudian menjadi seni budaya wayang.

Hingga kini Raja-raja Jawa masih percaya bahwa juga termasuk keturunan dari Pandawa. Bahkan Raja Kutai Kertanegara (termasuk kerajaan tertua Indonesia di Kalimantan)  yang kini juga telah jadi kesultanan seperti di Jawa, juga mengaku moyangnya dari turunan Pandawa.

Adapun seni wayang mulai terkenal, sejak peristiwa  Airlangga baru di tahbiskan menjadi Prabhu bergelar Abhiseka, setelah bertahun-tahun dengan susah payah dan pertempuran sengit menghadapi Raja Wura-wari yang sempat menduduki Jawa dengan termasuk membunuh bapak mertuanya, Dharmawangsa Teguh dan para pembesar kerajaan Mataram (Medang Mataram).

Sekalian di tahbiskan dengan pendirian kerajaan Kahuripan sebagai penerus Mataram, Prabhu Airlangga juga membuat monumen untuk mengenang Dharmawangsa Teguh dan para pembesar Mataram yang mangkat. Kemudian dengan ucapannya yang terkenal,” Mawayang buat Hyang.” atau Mawayang buat leluhur.

Sejak itu Prabhu Airlangga memerintah cenderung dengan pemeliharaan ketenteraman dan mengurusi kesejahteraan rakyat dan negara. Di samping dengan terdapat membangun candi-candi berhiaskan seni, pemeliharaan seni budaya, termasuk seni wayang. Di jamannya juga di seni wayang mulai muncul penonjolan karakter-karakter punakawan.  Di samping Airlangga juga sangat menghargai jasa gurunya, Empu Bharada dan para penduduk hingga di desa yang pernah menolongnya, bahkan berkali-kali, hingga sempat ia nyaris terbunuh akibat di kejar pasukan Raja Wura-wari.

Airlangga ini termasuk Raja besar di sejarah Jawa, karena bahkan sebagai Pangeran dari putera mahkota awal hidupnya dari pelarian, kekalahan, tekanan, dan perjuangan gerilya, di samping Jawa di kuasai oleh Raja durjana, Wura-wari. Bahkan Pangeran Airlangga juga hingga mesti menghadapi penyihir golongan hitam, Calon Arang.

Tapi untungnya, Pangeran Airlangga juga mendapatkan pelindung Guru yang juga punya kemampuan mistis yang tinggi, Empu Bharada. Juga ada lainnya, yang di wayangnya di simbolkan punakawan Sabdo Palon, Naya Genggong, Lurah desa Ki Semar yang juga pamong keluarga Raja, Tumaritis dari rakyat. Hingga Empu Bharada juga membekali bagian benteng kanuragan dan juga dengan senjata pusaka.

Ketika memasuki transisi ke Islam, dari peralihan kekuasaan dari kerajaan Hindu ke kesultanan, juga terjadi peralihan hingga ke senjata-senjata pusaka, di mana senjata pusaka juga di isi Jin muslim. Yang jadinya Insya ALLOH juga HABLUMMINALLOH, jadinya jika terdengar Adzan, Tilawah Qur’an malah bertambah kuat ajiannya dengan KALAMULLAH.

Di samping di sejarah transisi kekuasaan ke kesultanan di Jawa juga istimewa, karena juga berhubungan dengan asal-usul Wali Songo yang juga di sejarah asal-usulnya juga di samping Pangeran Pajajaran dan Majapahit juga di hubungan asal-usulnya dari Dzuriyah, kerajaan Timur tengah juga dari dinasti tersulung. Makanya awal nama Sultan-sultan di Jawa, seperti di Banten namanya juga seperti Pangeran Maulana Hasanuddin. Seperti di ketahui Hasan ra., ialah juga nama cucu sulungnya Nabi Muhammad SAW.

Dan di Timur tengah justru di temukannya ada di Raja-raja masa klasiknya namanya dengan embelan nama Abbas, paman Nabi SAW., atau Husein.

Atau seperti pernah ketika Habib Mundzir al-Musawwa yang juga di ketahui masih termasuk cucu Nabi SAW., di majelis ta’limnya pernah berkata, Sebenarnya para Wali Songo yang di datangkan ke Jawa, istimewa.  Di samping juga di masa itu dengan keberadaan Majapahit, sebagai pusat kekuasaan yang sangat berpengaruh di Asia atau bumi Timur (Masriki). Waktu itu status Majapahit bahkan juga sebagai negara kerajaan adidaya. Di mana di abad 13 m., dengan peristiwa mengalahkan kerajaan Inggeris jadi turut membuatnya terkenal hingga ke Timur tengah. Dari sejarah perang salib seperti di ketahui pemimpinnya pasukan salib juga kerajaan Inggeris.

Tapi ironisnya jatuhnya Majapahit atau simbol negara Indonesia waktu itu, penyebab utama sebenarnya adalah lantaran masalah internal, seperti korupsi hingga kebobrokan moral elit/ pembesar negara, masalah-masalah pelencengan mandat negara termasuk dengan menghasilkan ketidakadilan-ketidakadilan. Penguasa dengan aparat malah berbuat menzolimi ,menipu,  bahkan hingga mengadu domba rakyat.

Atau seperti hubungan di sejarah, ketika Ki Sunan Gunung Jati yang juga bernama asli Syekh Nurudin Syarif Hidayatuloh yang sebenarnya putera mahkota sulung di kekaisaran Islam Mamluk di Mesir, tapi mengirim adiknya, Syekh Nurulah jadi Raja bertakhta di sana, sejak masa lampau 14 masehi. Dari peristiwa sejarah ini sebenarnya nampak kenyataan sejarah, bahwa Sultan di Jawa ialah dinasti sesepuhnya Raja-raja dzuriyah/ Qorba Rosul, dan yang di Timur tengah posisinya telah jadi adik-adik kerabatnya.

Hingga kemudian dari Sumatera dan sekitar Indonesia juga ada di sejarahnya tak mau ketinggalan ingin ikut termasuk dalam golongan keluarga Sultan dzuriyah, dapatnya dengan termasuk melalui pernikahan dengan turunan Raja Timur tengah, atau di kasihnya dengan adik dari Sultan di Jawa.

Surosowan-Tb Arief Z-art

Desain-1 sampul novel komik agen 005 Surosena: Perjuangan Jati diri dan hubungan mistis

 

Surosowan-Tb Arief Z-art doc

Ksatria gatotkaca-727544http://1.bp.blogspot.com/-R7ywBgxrySo/T4rIxKKIYrI/AAAAAAAAAOU/pio-Hdkprqg/s1600/Ksatria%2Bgatotkaca-727544.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s